Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Suatu Harapan

Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.
 Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kauberikan? 
Apakah kau akan menerima pengakuanku?  Apakah kau akan percaya padaku? 
Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?  Tersenyum padaku seperti ini? 
Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?  Meninggalkanku?
 Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya.
Tahukah kamu luka yang aku alami saat ini ? memang sangatlah perih. Tapi aku berusaha menutupi semuanya karna aku tak ingin kamu tahu penyebabku seperti ini adalah kamu, memang aku tak menyalahkan kamu, tapi aku berharap setidaknya kamu bisa mengerti dan memahami semuanya karena aku tahu bahwa kamu adalah orang yang bisa bijak dalam mengambil keputusan.
Mungkin kamu seperti ini hanya untuk lelucon tapi aku ? aku selalu berharap semua ini bisa menjadi nyata, tapi itu tak mungkin karena aku tahu kamu amat sangat menyayanginya. Dan akupun akan sangat bahagia melihatmu bahagia meskipun aku tahu disini akulah yang tersakiti, disini akulah yang mengalah, disini akulah yang terluka .
Aku terlalu memikirkan kalian, memikirkan parasaan kalian, biarlah aku yang mengalah meski semua ini menyiksaku, aku fikir aku akan bisa melupakanmu dengan mudah, tapi nyatanya semakin aku berusaha melupakanmu rasa ini  semakin kuat. Akupun tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Aku selalu menangis karenamu, tapi disampingmu aku merasa bahagia, kamu orang yang selalu bisa membuatku tersenyum dan merasa nyaman. Memang tak seharusnya aku mempunyai rasa ini, tapi bagaimanapun aku harus mengungkapkan semuanya, aku tak sanggup memendam semua ini terlalu lama, maafkan aku YSPAMDTRSNWN .
Semua sikapmu sekarang membuatku bertanya-tanya apa maksud dari semua ini, apa arti dari semua perlakuan dan kata-katamu selama ini, aku perlu jawaban tapi tak pernah kamu menjawabnya. Sejak saat itu saat ada yang mengatakan semua itu padaku, aku mulai tenggelam kembali kedalam rasa itu, meski aku tahu tak akan ada jawaban atas semua itu.
Sebenarnya aku tak ingin  bersikap seperti ini padamu, tapi maaf aku melakukannya karena aku tak ingin menyakiti hatiku juga tak ingin menyakiti hatinya, karena aku tahu hati seorang wanita begitu lembut dan rapuh meski dalam kenyataannya tak sedikit wanita yang menutupi rasa sakitnya dengan senyuman, cukup aku yang mersakanya ceeep jangan dia. Dan tolong jaga perasaanku juga saat kalian bersama sebagaimana aku menghargai kalian, karena aku tak bisa terus bersandiwara terlalu lama.
Mereka berkata ingin seperti aku yang terlihat kuat meski tenggelam dalam kesakitan, yang tersenyum meski hati teriris dan tak pernah lelah menanti. Aku baru tersadar ternyata mereka memperhatikanku seperti aku yang selalu memperhatikanmu.
Dulu aku memperhatikanmu, aku mulai kagum dengan semua pribadimu, dengan kehalusan tutur katamu, dengan kebaikan sikapmu, dengan keramahanmu juga dengan senyummu. Akupun menyukaimu dan saat aku tahu kamu telah bersamanya, semua terasa hancur, aku melihat kalian bersama dan aku tak bisa melihatnya, aku ingin memalingkan wajah tapi aku tak boleh barsikap seperti itu. Akhirnya aku mencoba tersenyum melihat semuanya hingga saat ini meskipun hati ini meronta dan ingin menangis tapi aku terus berusaha untuk menyembunyikannya.
Aku tak akan membencimu, tapi aku akan mendo’akan yang terbaik untukmu, kamu pria baik yang pernah mengisi hati ini, yang pernah mewarnai hari-hariku . Kamu akan selalu menempati ruang di hati ini. Terima kasih cep, karenamu aku belajar banyak tentang arti kesabaran ,tentang arti sebuah keikhlasan dan sebuah ketulusan.
Aku bersyukur kenal dengan orang sebaik kamu,meski aku harus menyimpan semuanya selama ini, tapi mengenalmu adalah bahagia untukku. Biarkan kusimpan semua ini dalam hati,karena aku yakin Alloh mempunyai rencana yang indah di balik semua ini. Aamiin

Post a Comment for "Suatu Harapan"