Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kisah Setelah Gigi Depan Ditambal

Bukan Hanya Menambal Ban, Gigi pun Perlu di Tambal.
"Inilah kisahku tentang gigiku yang ditambal."



Assalamualaikum wr wb

Selamat pagi semua, apa kabar ? aku selalu doakan semoga kalian selalu dalam keadaan sehat, aamiin .
Aku merasa, sudah lama aku tidak menulis, padahal aku tidak menulis baru 3 hari. Menulis menjadi bagian dalam perjalanan hidupku, jadi meskipun baru tiga hari aku melewati itu, rasanya begitu sangat lama. Aku merindukan kalian , iya kalian yang suka membaca tulisanku dimanapun berada.
Rabu, Kamis, Jumat aku biarkan hari itu untuk tidak menulis, karena ada sesuatu hal yang harus aku lakukan. Kemarin-kemarin aku sama sekali tak menyentuh leptop, buku diary, pulpen dan lainnya, karena pada hari Rabu tanggal 13 Maret 2019 itu aku sudah melakukan tambal gigi.
Sekarang saatnya aku berbagi dan ingin bercerita sama kalian semua. 
Perlu teman-teman tahu, bahwa sebenarnya gigi depan aku itu hitam ,lalu bolong pokonya kadang suka merasakan ngilu dan sakit. Sebanyak empat gigi depan aku ditambal bisa kalian bayangkan seburuk apa gigi aku ?
Aku mengalami gigi hitam lalu berlubang sebenarnya sudah sejak aku duduk di bangku sekolah menengah pertama, namun aku biarkan saja karena aku merasa baik-baik saja, namun seiring berjalannya waktu, usiaku juga mulai bertambah dan sekarang aku sedang menempuh pendidikan di salahsatu universitas di Indonesia, mahasiswa semester enam, aku mulai merasakan ketidakpercayadirian pada saat aku ngobrol dengan lawan bicaraku. Aku ingat sekali ketika masih SMA, kadang teman laki-laki suka menghinaku dengan sebutan gigi hitamlah, giginya omponglah dan lain sebagainya, namun lagi dan lagi aku selalu menghiraukan itu dan aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, yang jelas aku ya aku mereka ya meraka. 
Aku mulai sadar dan benar-benar merasa tidak nyaman ya pada saat ini, saat usiaku menginjak kepala dua dan aku meraskan bahwa gigi hitam aku itu mengganggku tingkat percaya diri aku, akhirnya aku memberanikan diri untuk coba konsultasi ke salahsatu dokter yang ada di sekitar tempatku tinggal. 
Aku ditemani dengan A Irfan yang juga orang yang selalu memotivasi aku untuk tambal gigi datang ke apotek tersebut. 
Waktu itu cuacanya hujan deras, aku datang kesana terlalu pagi  padahal ternyata aku urutan ke tujuh, karena meraka yang daftarnya via telpon sedangkan aku langsung datang kesana.
Tibalah nama Tika Marwati dipanggil ke ruangan praktik dokter gigi, sempat panik, degdegan saat masuk sudah melihat peralatan yang tajam dan baunya ya khas bau rumah sakit, aku ngga suka itu dan aku takut.
Tiba-tiba dokter menyuruhku untuk berbaring ditempat pemeriksaan, lalu dokter itu menyuruhku untuk duduk kembali, karena ada obrolan penting. Ternyata gigi depan aku yang sebelah kanan itu katanya udah mulai mati, dari sana aku mikir ya iyalah pasti mati, aku biarkan selama kurang lebih 8 tahun gigi aku hitam seperti ini, lalu dokter menggambarkan kondisis gigi aku saat ini, akhirnya kita ngobrol dan dokter memberiku 2 pilihan. Pilihan pertama gigi aku harus dikecilkan terlebih dahulu perawatannya cukup lama ,karena nanti gigi depan aku harus dicetak ke Bandung dan aku nunggu itu, jika aku memilih perawatan itu maka semua gigi hitam aku akan tertutup, pilihan kedua aku ditambal biasa dengan menggunakan laser dan apa sih namanya aku lupa, resikonya nanti gigi yang hitamnya tidak akan tertutup semua, dokter bilang takut kena saraf, namun dokter akan mengusahakan agar yang hitamnya itu hilang. Nah setelah obrolan singkat itu, langsung saja aku nanya terkait biaya, kalau pilihan satu itu harganya diatas kemampuanku, pilihan kedua aku masih mampu untuk membayarnya. Akhirnya kesepakatan antara aku dengan dokter deal pada saat itu, dan langsung saja gigi aku ditambal.
Aku disuruh berbaring kembali ditempat yang menurutku itu horor, karena tempatnya itu seperti yang mau operasi kalau aku lihat di film-film, banyak barang tajam, aku sempet kaget ketika dokter menyalakan mesin bor, dan mesin itu diarahkan pada gigi aku, jujur pengalaman pertama yang membuatku jantungku copot dan keringat panas, dingin, dokter itu di bantu dengan dua asistennya yang satu mempersiapkan alat dan yang satu lagi membantu dokter pada saat penambalan. Meskipun memang empat gigi yang hitam, tapi aku harus melakukan enam tambalan, soalnya bagian hitamnya itu hampir menyebar kegigi lainnya meskipun memang hanya sedikit, pada saat pengeboran gigi, aku juga merasa tenang karena tidak ada rasa sakit apapun, hanya pegal dan linu sedikit saja.
Kurang lebih satu jam setengah aku berada di ruang itu, dibalik rasa takut yang selalu mengahantuiku untuk periksa gigi, rasa syukur yang tak pernah aku lupakan, aku bersyukur Allah memberikan aku keinginan untuk memperbaiki gigi depanku yang hitam dan berlubang ini. Saat aku berbaring di tempat itu aku selalu memperhatikan detik yang berdetak berbarengan dengan jantungku, aku pasrahkan segalanya hanya kepada Allah SWT. 
Setelah selesai melakukan tambalan gigi, aku kembali duduk dan ngobrol dengan dokter itu, dokter menasihatiku dan menyararanku untuk selalu menjaga kesehatan gigi, memang seperti sepele tapi gigi pun adalah bagian yang berharga dalam hidup kita. Dibalik rasa takut yang menggebu-gebu tersimpan rasa haru yang menyelinap dalam kalbuku. Dokter yang memberikan pelayanan dengan baik dan ramah menghilangkan rasa takutku untuk ingin selalu berkonsultasi dengan dokter itu.
Akhirnya setelah melewati perjuangan yang cukup panjang gigi depanku kembali rapi, bersih dan sudah tidak ada lagi gigi yang hitam ataupun bolong.
Setelah menjalani tambal gigi, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :
Pokoknya selama satu minggu pasca penambalan gigi, teman-teman perlu mengikuti apa kata dokter.
Biasanya nanti dokter akan memberikan obat penguat gigi kita, dan kita harus menghabiskannya.
Tidak diperbolehkan terlebih dahulu untuk makan yang keras, makanlah yang lembek seperti bubur atau nasi juga bisa tapi nasinya jangan terlalu keras.
Tidak diperbolehkan untuk makan/minum yang panas dan dingin berlebihan
Gosok gigi dengan teratur dan menggunakan antiseptik (teman-teman bisa gunakan listerin atau lainnya)
Jika memang ada keluhan bisa segera konsultasi kembali ke dokter
Kelima hal tersebut adalah saran yang disampaikan dokter setelah aku selesai melakukan tambal gigi. 
Terimakasih.
Buat kalian yang mau tanya-tanya ,silahkan comment saja ya 😀
Tasikmalaya, 16 Maret 2019

Post a Comment for "Kisah Setelah Gigi Depan Ditambal"