Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Aku Rindu Ayah





Perlahan tapi pasti. Bagiku ayah adalah sosok paling super di dunia. Tak ada yang mampu mengalahkan kekuatan dan kehebatannya, sekalipun itu super hero maupun power ranger.


Aku memang bukan terlahir dari rahim ayah, melainkan dari rahim ibu, namun keduanya sama. Tapi kali ini aku akan berbicara tentang sosok mahluk yang sempurna yang kekuatannya melebihi mahluk super lainnya, yaitu ayah. 


Ayahku baik, dia sedikit cuek tapi lebih peka apalagi kalau masalah uang. Hampir semua anak rata rata dekat dengan ibunya di bandingkan dengan ayahnya, ada yang tau karena apa ? karena mata kita lebih sering melihat sosok ibu, lebih sering mendengar suara ibu, lebih sering merasakan belaian tangan ibu, dan intinya lebih terbiasa dengan sosok itu, namun bagiku keduanya sama saja, aku dekat dengan ayahku begitupun dengan ibuku.


Aku bersyukur, karena tuhan telah mengirimkan malaikat tanpa sayap ini dalam kehidupanku, aku bangga padanya, bahkan aku mengaguminya. 


Pernah suatu ketika, entah hari apa dan tanggal berapa pokonya yang aku inget hanya waktunya saja, yaitu sekitar pukul 02.30 WIB, kala itu semua orang yang ada di ruangan sederhana itu tertidur pulas, tiba tiba aku terbangun dan mendengar ada  suara air dari  toilet, tapi aku ngga tau siapa, ingin mencoba menerkam mahluk itu, tapi aku enggan untuk memasuki zona tersebut. Aku menunggu agar mahluk itu segera keluar dari toilet, aku mengintip dari pintu kamarku, ternyata dia ayahku hehe, aku pikir dia mahluk lain yang akan mengganggu rumahku.


Setelah ayah keluar dari toilet tiba tiba ayah menghamparkan sajadah sucinya di ruangan tv, dia melaksanakan tahajud, lalu berdoa dengan begitu khusu, entah doa apa yang ayah panjatkan. Saat aku menghampirinya, tiba tiba ayah memelukku begitu erat, dia berpesan agar aku selalu melaksanakan tahajud di sepertiga malam, karena waktu inilah Allah akan mendengar doa kita, Allah akan mengabulkan harapan kita. Ayah membelai lembut rambutku, sambil berkata “semoga kamu menjadi putri ayah yang sholehah, dimanapun kau berada kau harus ingat Allah, ibu, ayah, adik dan semua keluargamu”. Ucapan ayah begitu sederhana namun sampai detik ini masih terngiang dalam telingaku.


Aku tak habis pikir, dengan semua perjuangan ayah untuk mencari sesuap nasi dan  memenuhi kebutuhan 3 kepala dalam keluarganya. Terkadang aku selalu sedih ketika ayahku pergi berangkat kerja, dia bekerja pull sampai dua minggu, dan setelah itu baru bisa pulang ke rumah, itupun hanya memiliki waktu 2 hari. Aku ingat, saat itu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Ketika ayah pulang kerja, pasti ayah selalu memberiku uang lima puluh yang di bungkus dengan uang dua ribu, aku tak mengerti maksudnya apa, lagi dan lagi ayah selalu memberiku dengan cara seperti itu. 


Aku penasaran dan ingin bertanya tentang hal itu, akhirnya aku menanyakan tentang alasan kenapa ayah selalu memberiku uang yang di bungkus dengan dua ribu rupiah padahal isinya lima puluh ribu rupiah, lalu ayah menjawab “kau tau, ketika tangan kananmu akan memberi, biarlah si tangan kiri tak perlu tau, kamu harus cerdas nak, ketika kamu akan bersedekah, biarlah orang tak perlu tau nominalnya, yang harus kau perhatikan adalah ketulusan pada saat memberi”. Kamu tak perlu mengharapkan pujian manusia, lakukan semua dengan lillah, karena itu akan meringankan beban hidupmu, ayah yakin kamu akan selalu bahagia.


Lagi dan lagi ucapan ayah yang sangat sederhana itu  masih selalu bermain dalam pikirku, semua nada bicaranya masih terekam oleh syaraf otakku.


Tapi sayang, setelah aku kuliah dan setelah aku tidak lagi seatap dengan ayahku, karena tempat tinggal kita sekarang berbeda, aku jarang bertemu ayah, padahal aku merindukan ayah, ingin sekali aku berjalan untuk kembali ke waktu itu, waktu dimana ayah selalu berada di sampingku. Ayah aku kangen, aku ingin kau selalu ada di dekatku, maafkan aku, aku selalu menelponmu jika aku membutuhkan uang untuk keperluan kuliahku. Aku selalu berdoa meskipun saat ini kita jarang bertemu tapi aku selalu mendoakan ayah, agar ayah panjang umur, di berikan kesehatan, banyak rizkinya dan di jauhkan dari segala marabahaya kehidupan dunia.


Keringat bercucuran dari tubuh ayah, panas, dingin semua menyatu menyelimuti dunia pekerjaan ayah di sana, sesulit apapun rintangannya ayah selalu menerjanganya, apa ayah tidak cape bekerja untuk kita ? rambut yang dulu masih hitam kini perlahan berubah menjadi putih, tubuh yang dulu kekar, kini perlahan mulai melemah dan mulai keriput. Tapi semangat ayah tak pernah pudar. Sungguh luar biasa Allah menciptakan mahluk super seperti ayah untukku.


Aku berharap ayah masih bisa menemaniku wisuda nanti, ayah masih mampu untuk menjadi wali di saat pernikahanku nanti. Ayah, aku sekarang sudah dewasa, aku sekarang sudah punya kekasih, insya allah dia akan membahagiakanku dan juga keluargaku,termasuk ayah, tapi ayah tak perlu khawatir, bagiku ayah tetap mahluk nomor satu dalam kisah hidupku.


Tak ku lihat bintang dilangit malam ini, tak ku rasakan sepoi angin di malam ini, tak ku dengar melodi katak dan jangkrik yang selalu menemani sepiku. Yang kulihat, yang kurasakan, yang ku dengar hanya ayah. Tapi sayang itu hanya sebuah imajinasi kosong.


Kapan kita bisa bertemu ayah ? aku rindu, begitu rindu bahkan sangat rindu.

Dimanapun aku berada, aku akan selalu ingat semua pesan ayah.

Hati hati ayah………..

Aku kangen, cepat pulang dan segera temuiku.               

I LOVE YOU.





Tasikmalaya, Februari 2018

Tika Marwati


Post a Comment for "Aku Rindu Ayah"