Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Alat Pendidikan

 


ALAT PENDIDIKAN

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengemukakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan juga negara.

 

Proses pendidikan adalah proses yang kompleks yang terjadi pada setiap manusia sepanjang hayatnya. Dalam proses pendidikan terjadi proses belajar, dimana dalam proses ini terjadi suatu interaksi antara manusia dengan lingkungannnya untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta karakter yang baik.

 

Sejalan dengan hal tersebut, salah satu faktor untuk menunjang tercapainya tujuan dari pendidikan adalah alat pendidikan. Alat pendidikan adalah salah satu faktor yang digunakan sebagai sarana dalam menunjang tercapainya tujuan seperti anjuran, larangan, hukuman dan sebagainya. Dengan demikian, alat pendidikan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam pendidikan, karena alat pendidikan ini menunjang tercapainya tujuan dari pendidikan.

 

Rumusan Masalah
Makalah yang berjudul “Alat Pendidikan” mengangkat beberapa rumusan masalah, di antaranya:

1. Apa yang dimaksud alat pendidikan?

2. Apa yang dimaksud alat bantu pendidikan?

3. Apa saja faktor pendidikan?

4. Apa saja aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan?

5. Apa saja syarat penggunaan alat pendidikan?

 

1.3.Tujuan

Makalah yang berjudul “Alat Pendidikan” mengangkat beberapa memiliki beberapa tujuan, di antaranya

1. Mengetahui alat pendidikan.

2. Mengetahui alat bantu pendidikan

3. Mengetahui faktor pendidikan.

4. Mengetahui aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan

5. Mengetahui syarat-syarat penggunaan alat pendidikan.

 

PEMBAHASAN

2.1. Alat Pendidikan

Alat pendidikan adalah sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan dalam mencapai tujuannya baik berupa benda ataupun hal lain. Alat pendidikan berperan penting dalam proses belajar mengajar untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang sesuai dengan harapan. Peran alat pendidikan perlu dikembangkan secara optimal agar menunjang kelancaran proses pendidikan. Terdapat macam-macam pendapat mengenai pengertian alat pendidikan menurut para ahli:

 

2.1.1. Langeveld, berpendapat bahwa alat pendidikan adalah suatu perbuatan atau tindakan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.

 

2.1.2. Marimba, berpendapat bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan yang tertentu. Alat pendidikan adalah faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.

 

2.1.3. M. N Purwanto, berpendapat bahwa alat pendidikan adalah usaha-usaha atau perbuatan-perbuatan pendidik yang ditujukan untuk melaksanakan tugas mendidik disebut juga alat-alat pendidikan.

 

2.1.4. Barnadid, berpendapat bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.

 

2.1.5. Sadullah, berpendapat bahwa alat pendidikan adalah suatu situasi yang diciptakan secara khusus dengan maksud mempengaruhi peserta didik secara pedagogis.

 

Dilihat dari pendapat para ahli mengenai pengertian alat pendidikan, maka dapat dipahami bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan, situasi, bendadengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, bahwa berarti seorang pendidik melakukan tindakan bukan dengan kebetulan, tetapi dengan adanya kesengajaan dan perencanaan. Di samping itu pendidik menciptakan situasi yang lebih baik, sehingga tujuan yang diinginkan tercapai.

 

2.2. Alat Bantu Pendidikan

Dalam melaksanakan pendidikan tentunya dibantu oleh sebuah alat bantupendidikan. Alat bantu pendidikan adalah adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan pada peserta didik sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Alat-alat tersebut bisa berupa suatu tindakan,
situasi, dan benda. Alat pendidikan dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

2.2.1. Alat Pendidikan Dilihat dari Sifatnya

2.2.1.1 Alat Pendidikan Preventif

Alat pendidikan preventif adalah alat pendidikan yang bersifat pencegahan. Tujuan alat pendidikan preventif diadakan maksudnya untuk mencegah peserta didik sebelum ia melakukan suatu hal yang tidak baik, dan untuk menjaga agar hal-hal yang dapat menghambat atau mengganggu kelancaran dari proses pendidikan bisa dihindarkan. Misalnya tata tertib, anjuran dan perintah, larangan dan paksaan.

 

2.2.1.2 Alat Pendidikan Represif

Alat pendidikan represif disebut juga kuratif atau alat pendidikan korektif. Alat pendidikan represif bertujuan untuk menyadarkan peserta didik kembali ke hal-hal yang benar, yang baik dan tertib. Alat pendidikan represif diadakan bila terjadi sesuatu perbuatan yang dianggap bertentangan dengan
peraturan-peraturan, atau sesuatu perbuatan yang dianggap melanggar aturan. Misalnya, pemberitahuan, teguran, hukuman, dan ganjaran.

 

2.2.2. Alat Pendidikan Dilihat dari Bentuknya

Sesuai yang dikemukakan oleh Madyo Ekosusilo, pengelompokan alat pendidikan dibagi menjadi dua bagian :

2.2.2.1 Alat pendidikan bersifat material, yaitu alat-alat pendidikan yang berupa benda-benda nyata untuk memperlancar pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya, papan tulis, buku pelajaran, gambar dan ilustrasi fotografi, dan lain-lain.

 

2.2.2.2 Alat pendidikan bersifat non-material, yaitu alat-alat pendidikan berupa kondisi atau situasi yang dilakukan dengan sengaja sebagai sarana dalam kegiatan pendidikan. Jika hal tersebut
ditunjuk pada lingkungan sekolah atau kembaga pendidikanyang lain maka suasana yang kondusif untuk belajar mengajar dapat disebut sebagai pendidikan yang bersifat non-material. Suasana kondusif tercipta dari hubungan antara pendidik dan subjek didik dijalin oleh rasa kasih sayang, saling menghormatidan saling percaya serta mempercayai.

 

2.2.3. Alat Pendidikan Dilihat dari Pelaksanaannya

2.2.3.1 Alat Pendidikan Langsung (Direct) Alat pendidikan langsung adalah suatu alat pendidikan yang
disampaikan secara langsung kepada peserta didik.

2.2.3.2 Alat Pendidikan Tidak Langsung (Indirect) Alat pendidikan tidak langsung berarti suatu alat pendidikan yang diberikan ata disampaikan secara tidak langsung melalui perantara.

 

Adapun pembagian alat pendidikan menurut Suwarno membedakan alat pendidikan dari beberapa segi :

2.2.1. Alat Pendidikan Positif dan Negatif

2.2.1.1 Positif, jika ditunjukan agar peserta didik mengerjakan sesuatu yang baik.

2.2.1.2 Negatif, jika tujuannya menjaga agar peserta didik tidak mengerjakan sesuatu yang jelek.

2.2.2. Alat Pendidikan Preventif dan Korektif

2.2.2.1 Preventif, maksudnya mencegah peserta didik sebelum peserta didik berbuat sesuatu yang tidak baik.

2.2.2.2 Korektif, maksudnya memperbaiki karena peserta didik telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu yang buruk.

2.2.3. Alat Pendidikan yang Menyenangkan dan Tidak Menyenangkan

2.2.3.1 Menyenangkan yaitu menimbulkan rasa senang pada peserta didik.

2.2.3.2 Tidak menyenangkan yaitu yang menimbulkan perasaan tidak senang pada peserta didik.

 

2.3 Faktor Pendidikan

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses pendidikan. Hasbullah(dalam Mukodi, 2018) mengemukakan bahwa setidaknya terdapat lima faktor yang membentuk sekaligus menyukseskan pendidikan, faktor tersebut adalah faktor tujuan, faktor pendidik, faktor peserta didik, faktor alat pendidikan dan faktor lingkungan.

 

2.3.1. Faktor Tujuan

Tujuan adalah faktor yang sangat menentukan kesuksesan dari suatu kegiatan. Suatu kegiatan tidak akan berarti apa-apa jika tidak mempunyai tujuan. Sama halnya dalam pendidikan, pendidikan pun harus
mempunyai tujuan. Adapun fungsi tujuan dalam pendidikan adalah sebagai berikut:

2.3.1.1 Sebagai arah pendidikan

2.3.1.2 Sebagai titik akhir dari tujuan

2.3.1.3 Sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain

2.3.1.4 Sebagai pemberi nilai pada usaha yang dilakukan Sabdullah (dalam Mukodi, 2018) mengemukakan bahwa terdapat beberapa jenis tujuan pendidikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

2.3.1.1 Tujuan umum, adalah hal yang akhirnya akan dicapai oleh pendidikan. Adapun tujuan pendidikan dalam pembahasan ini adalah mencapai kedewasaan. Sedangkan tujuan pendidikan menurut Uundang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yakni untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

2.3.1.2 Tujuan khusus, adalah pengkhususan dari tujuan umum.

2.3.1.3 Tujuan insidental, adalah tujuan yang menyangkut suatu peristiwa khusus, sehingga akhirnya tujuan ini dapat dilakukan atau dilaksanakan hanya pada waktu tertentu saja.

2.3.1.4 Tujuan sementara, adalah tujuan yang digunakan smentara untuk mempersiapkan tujuan umum.

 

2.3.1.5 Tujuan tak lengkap, adalah tujuan yang berkenaan dengan salah satu aspek pendidikan. Disebut tidak lengkap dikarenakan setiap tujuan yang dihibungkan hanya mementingkan salah satu aspek saja, sehingga mengabaikan aspek lainnya.

2.3.1.6 Tujuan perantara, adalah tujuan yang digunakan sebagai alat atau sarana dalam mencapai tujuan yang lain.

 

2.3.2. Faktor Pendidik Faktor kedua yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah pendidik. Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab dalam perkembangan jasmani dan rohani peserta didik supaya mencapai tujuan pendidikan adalah kedewasaan.

 

Menurut statusnya dalam pendidikan, pendidik dapat dikategorikan menjadi dua, yakni sebagai berikut:

2.3.2.1 Pendidik karena kodrati yakni orang tua.

2.3.1.2 Pendidik karena profesi yakni seorang guru atau pendidik.

Terdapat beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang baik, di antaranya adalah mencintai profesi sebagai seorang pendidik, bersikap adil terhadap semua peserta didik, selalu sabar dan tenang, tanggung jawab, berwibawa, selalu gembira, dan dapat bekerja sama dengan guru atau pendidik lain dan masyarakat.

 

2.3.3. Faktor Peserta Didik

Saat (2015) mengemukakan bahwa faktor ketiga yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah peserta didik. Sebaik apapun pendidikan tidak akan berhasil tanpa adanya peserta didik. Peserta didik adalah orang
yang belum dewasa dan dalam tahap mencari atau menuntut ilmu dan keterampilan. Dalam proses pendidikan, peserta didik adalah suatu hal yang
penting, karena dalam pendidikan peserta didik mempunyai banyak kebutuhan, baik itu kebutuhan jasmani ataupun rohani yang mana kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh peserta didik itu sendiri, melainkan membutuhkan orang lain untuk mendidik, membimbing serta mengajar peserta didik untuk dapat mencapai tujuan pendidikan.

 

2.3.4 Faktor Alat Pendidikan

Saat (2015) mengemukakan bahwa faktor keempat yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah alat pendidikan. Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika dilihat dari fungsinya, alat pendidikan dapat dibagi menjadi tiga, yakni sebagai berikut:

 

2.3.4.1 Alat sebagai perlengkapan.

2.3.4.2 Alat sebagai pembantu untuk mempermudah mencapai tujuan.

2.3.4.3 Alat sebagai tujuan.

Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya, alat pendidikan dapat dibagi menjadi dua yakni sebagai berikut:

2.3.4.1 Alat langsung, adalah alat yang mempunyai sifat dalam menganjurkan segala sesuatu dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat langsung ini meliputi anjuran, perintah dan sebagainya.

2.3.4.2 Alat tidak langsung, adalah alat yang mempunyai sifat pencegahan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Alat tidak langsung ini meliputi larangan, peringatan dan sebagainya,

 

2.3.5. Faktor Lingkungan

Saat (2015) mengemukakan bahwa faktor kelima yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah lingkungan. Lingkungan di sini adalah kondisi yang mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan serta perkembangan peserta didik. Pada dasarnya lingkungan mencakupbeberapa hal, adalah sebagai berikut:

 

2.3.5.1 Tempat (lingkungan fisik), meliputi keadaan iklim, keadaan tanah dan keadaan alam.

2.3.5.2 Kebudayaan (lingkungan budaya), meliputi bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup dan keagamaan.

2.3.5.3 Kelompok hidup bersama (lingkungan masyarakat), meliputi keluarga, kelompok bermain serta perkumpulan yang ada di lingkungan tersebut.

 

Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga lingkungan yang berpengaruh terhadap proses pendidikan yang beliau sebut dengan tri pusat pendidikan, lingkungan-lingkungan tersebut adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Dalam lingkungan keluarga, orang tua sangat berperan penting dalam mengembangkan karakter serta kepribadian dari peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut, lingkungan sekolah adalah salah satu lingkungan peserta didik dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, dalam lingkungan ini, pendidik sangat berperan penting sebagai fasilitator, motivator ataupun tutor dalam
mengembangkan potensi pun kedewasaan dari peserta didik. Sedangkan,lingkungan masyarakat adalah lingkungan interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitarnya, dimana dalam lingkungan ini peserta didik dapat belajar untuk beadaptasi, bersosialisasi ataupun berorganisasi.Ketiga lingkungan ini dapat membentuk watak, sikap, perilaku. kepribadian serta kebiasaa peserta didik. Oleh sebab itu, ketiga lingkungan ini harus ditata sebaik mungkin supaya dapat memberikan pengaruh yang positif bagi perkembangan peserta didik.

 

2.4. Aspek-Aspek yang Harus Dipertimbangan dalam Memilih dan Menggunakan Alat Pendidikan

Menurut A. Soedomo Hadi, hal hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat pendidikan adalah:

2.4.1 Tujuan apa yang ingin dicapai dengan alat itu.

2.4.2 Siapakah yang akan menggunakan alat itu.

2.4.3 Terhadap siapakah alat itu digunakan.

2.4.4 Alat manakah yang tersedia dan dapat dikapai.

 

Menurut Roestiyah yang dikutip oleh Binti Maunah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih alat pendidikan adalah :

2.4.1 Faktor pendidik sebagai subjek pendidikan, yaitu kemampuan dan ketrampilan pendidik dalam menggunakan alat.

2.4.2 Faktor peserta didik, yaitu situasi dan kondisi peserta didik seperti perkembangan jiwa dan fikirannya.

2.4.3 Faktor kemampuan material sekolah.

2.4.4  Faktor tempat, yaitu dimana lokasi lokasi sekolah, dikota atau didesa, di pesisir atau di daerah pedalaman.

 

Menurut Azhar Arsyad, kriteria pemilihan alat pendidikan adalah :

2.4.1 Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

2.4.2 Tempat yang mendukung isi pelajaran yang sifatnya mendukung isi pelajaran yang sifatnya konsep, fakta, prinsip, atau generalisasi

2.4.3 Praktis, luwes, dan bertahan (tidak memaksakan jika jauh dari kemampuan).

2.4.4 Pendidik trampil menggunakannya.

2.4.5 Pengelompokan sasaran.

 

2.5. Syarat-Syarat Penggunaan Alat Pendidikan

Muharam A. (2009:135) meskipun alat pendidikan kebendaan/material seperti lahan, gedung, prabot dan perlengkapan lebih berkaitan dengankegiatan pendidikan di sekolah, namun karena sifat pendidikan secara umumpun memanfaatkan pentingnya peran alat pendidikan berbentukmaterial, maka beberapa kriteria berikut ini perlu dipahami dan dijadikan pertimbangan pendidik dalam menjalankan kegiatan pendidikan seperti:

 

2.5.1. Alat pendidikan hendaklah terbuat dari alat yang kuat dan tahan lama dengan memperhatikan keadaan setempat.

2.5.2. Pembuatan alat pendidikan mudah dan dapat dikerjakan secara masal.

2.5.3. Biaya alat pendidikan relatif murah.

2.5.4. Alat pendidikan hendaknya enak dan nyaman bila ditempati atau dipakai sehingga tidak mengganggu keamanan pemakainya.

2.5.5. Alat pendidikan relatif ringan untuk mudah dipindah-pindahkan. Secara lebih rinci syarat-syarat alat pendidikan yang harus diperhatikan pendidik adalah:

 

2.5.1 Ukuran fisik terdidik, agar pemakaianya fungsi dan efektif.

2.5.2 Bentuk dasar yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

2.5.2.1 Sesuai dengan aktivitas terdidik dalam proses pendidikan.

2.5.2.2 Kuat, mudah pemeliharaan dan mudah dibersihkan.

2.5.2.3 Mempunyai pola dasar yang sederhana.

2.5.2.4 Mudah dan ringkas untuk disimpan atau disusun.

2.5.2.5 Fleksibel, sehingga mudah digabungkan dan dapat pula berdiri sendiri

 

2.5.3 Kontruksi perabot hendaknya:

2.5.3.1 Kuat dan tahan lama.

2.5.3.2 Mudah dikerjakan secara masal.

2.5.3.3 Tidak terganggu keamanan terdidik.

2.5.3.4 Bahannya mudah didapat di pasaran dan disesuaikan dengan keadaan setempat

 

PENUTUP

Simpulan

Terdapat beberapa fakor pendidikan, di antaranya adalah faktor tujuan, faktor pendidik, faktor peserta didik, faktor alat pendidikan dan faktor lingkungan. Alat pendidikan adalah suatu tindakan, situasi, benda dengan
sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, bahwa berarti seorang pendidik melakukan tindakan bukan dengan kebetulan, tetapi dengan adanya kesengajaan dan perencanaan. Dalam melaksanakan pendidikan tentunya dibantu oleh sebuah alat bantu pendidikan. Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan pada peserta didik sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Alat-alat tersebut bisa berupa suatu tindakan, situasi, dan benda. Sejalan
dengan hal tersebut, terdapat beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan di antaranya adalah faktor pendidik sebagai subjek pendidikan, faktor
peserta didik, faktor kemampuan material sekolah dan fakto tempat. Adapun syarat-syarat penggunaan alat pendidikan adalah terbuat dari alat yang kuat dan tahan lama dengan memperhatikan keadaan setempat, biaya alat pendidikan relatif murah, enak dan nyaman bila ditempati atau dipakai dan relatif ringan untuk mudah dipindah-pindahkan.

 

3.2. Saran

Untuk dapat mencapai tujuan pendidikan, sebaiknya pendidik atau orangorang yang terlibat dalam proses pendidikan hendaknya memperhatikan alat pendidikan. Karena dengan memperhatikan serta memahami alat pendidikan akan memudahkan dalam mencapai tujuan pendidikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta,2003)

A. Soedomo Hadi, Pendidikan (suatu pengantar), Surakarta,Lpp Uns Dan Uns Press,2005 Hal.82.

Amir Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surubaya: Usaha Nasional, 1973), Hal. 138.

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Prsada, 2009, Hal.75

Binti Maunah, Landasan Pendidikan, Yogyakarta, Teras, 2009, Hal. 130.

Mukodi, M. (2018). Tela’ah Filosofis Arti Pendidikan dan Faktor-Faktor Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(1), 1426-1438.

Saat, S. (2015). Faktor-Faktor Determinan Dalam Pendidikan (Studi Tentang Makna Dan Kedudukannya Dalam Pendidikan). Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8(2), 1-17.

Sadulloh, dkk. 2009. Pedagogika. Bandung: UPI Press. http://starawaji.wordpress.com/2009/05/21/alatpndidikan Uyoh Sadullah, Pengantar Filsafat Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2007), Hal. 60


Posting Komentar untuk "Alat Pendidikan"