Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Volume Kubus dan Balok

 


Volume Kubus dan BalokVolume Kubus dan Balok

Pembelajaran Matematika

2.1.1        Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

Kegiatan pembelajaran merupakan aktivitas untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan proses belajar siswa berlangsung secara optimal dalam lingkup sekolah. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah salah satunya dapat dilakukan melalui mata pelajaran matematika. Menurut Susanto (2013, hlm. 185) menyatakan bahwa “matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”


Pembelajaran l matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitaslberpikir siswa yang dapatlmeningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru l sebagai upaya meningkatkan l penguasa yang baik terhadap materi matematika l (dalam Susanto, 2013). Dalam pembelajaran l matematika terjadi proses komunikasi l antara guru dengan peserta l didik dalam lingkungan pembelajaran l yang melibatkan segala l aspek di dalamnya untuk l mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses l pembelajaran matematika, baik guru l maupun siswa bersama-sama menjadi pelaku l terlaksananya tujuan pembelajaran.


Tujuan pembelajaran matematika di l sekolah dasar l menurut BSNP (2006, hlm 148) agar siswa mempunyai kemampuan sebagai berikut:

1.         Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah

2.         Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika

3.         Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh

4.         Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

5.         Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

 

Dengan demikian l dapat diketahui bahwa l pencapaian tujuan l pembelajaran matematika terletak pada l penataan nalar, pemecahan l masalah, pembentukan l sikap, dan keterampilan l dalam penerapan matematika. Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika tersebut, maka guru harus merancang l pembelajaran dengan maksimal l agar siswa mendapatkan l hasil belajar yang optimal. Sehingga siswa dapat mencapai kemampuan l sebagaimana yang telah dirumuskan  dalam pembelajaran l matematika.

 

Volume Kubus dan Balok

Kubus dan balok termasuk ke dalam bangun ruang. Bangun ruang menurut Sumanto (2008) disebut juga bangun tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Kubus dan balok sebenarnya tidak jauh berbeda. Jika pada kubus semua sisinya sama panjang sedangkan pada balok sisinya tidak sama panjang.

Sebagai sebuah bangun ruang tentunya kubus dan balok dapat diisi oleh benda lain yang ukurannya lebih kecil. Banyaknya benda lain dalam kubus dan balok tentulah dapat dihitung. Banyaknya benda lain pada bangun ruang dapat dikatakan dengan banyaknya isi dari bangun ruang tersebut. Banyaknya isi suatu bangun ruang disebut dengan volume. Menurut Utomo (2009, hlm. 80) menjelaskan bahwa “volume adalah ukuran yang menyatakan besaran isi suatu bangun ruang.”  Didukung juga dengan pendapat dari Leff (2009,  hlm. 364) menyatakan bahwa “the amount of space that a solid enclosed is represented by it’s volume.”


Volume kubus dan balok merupakan hasil dari luas alas dan tingginya. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Leff (2009, hlm. 365) yang menyatakan bahwa “the volume (V) of any prism is equal to the product of area of its base (B) and it’s height (h).” Dengan menggunakan hubungan luas alas dan tinggi, kita dapat menurunkan rumus untuk mencari volume kubus dan balok. Rumus untuk mencari volume kubus menurut Nur’aeni (2017, hlm. 48) adalah sebagai berikut.



Volume kubus: V = Luas Alas x Tinggi kubusGambar 2.2 Kubus

V = (s x s) x s

V = s3

Adapun rumus untuk mencari volume balok menurut Nur’aeni (2017, hlm. 49) yaitu sebagai berikut.


 


Volume kubus: V = Luas Alas x Tinggi balok

V = (p x l) x t

V = p x l x t


Volume kubus dan balok merupakan salah satu materi pelajaran matematika yang dipelajari di Sekolah Dasar. Dalam Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar yang memuat pelajaran volume kubus dan balok yaitu sebagai berikut.

Tabel 2.1

Kompetensi Dasar Materi Volume Kubus dan Balok

Kompetensi Dasar Pengetahuan

Kompetensi Dasar Keterampilan

3.5 Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga.

4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan) melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga.



Posting Komentar untuk "Volume Kubus dan Balok"