Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Terimakasih Tamu

 



Cinta itu tidak bisa di paksa tapi harus sukarela. Cinta juga tidak bisa direkayasa tapi harus apa adanya. Udahlah yah berhenti mengejar orang yang tak mau di kejar, karena semakin kita kejar, yang ada dia semakin berlari jauh.

Tika Marwati

Tak terasa penghujung bulan juli menorehkan sedikit kecewa yang imbasnya adalah hati lagi, hati terus dan hati selalu yang menjadi luka.  Bersyukur banget bisa kenal kamu, saling bertukar pengalaman, berbagi semangat dan menemani sampai bisa haha hihi. Aku berpikir kamu akan tinggal maksudnya menetap untuk selamanya, aku berpikir kamu akan betul betul memperjuangkanku, dan aku berpikir lagi kalau kamu adalah harapan masa depanku, tapi ternyata itu hanya sebuah hipotesis saja.

Dari apa yang terjadi hari ini, aku sadar bahwa dia hanya sekedar tamu, bukan untuk menjadi tuan rumah, dia hanya sekedar singgah bukan untuk sungguh. Dia sama sekali tidak memperjuangkanku, yang ada dia sedang berusaha untuk menjauh dariku. Aku gapapa ko, karena tidak setiap perasaan harus di bales dengan perasaan yang serupa.

Sudah menjadi hukum alam, setiap pertemuan akan hadir perpisahan, dan aku harus siap untuk hal itu, aku percaya ketika dia pergi itu artinya dia bukan yang terbaik, dan jika suatu hari nanti dia kembali aku yakin dia memang sudah di persiapkan hanya untukku. Mungkin untuk saat ini aku jangan terlalu memaksa, karena dia bukan siapa-siapa.

Baru saja rasa kecewa itu hadir, sekarang hadir lagi untuk ketiga kalinya. Aku ngga tau mau sampai berapa kali lagi kecewa akan kembali mengganggu jam tidurku, pikiranku dan ruang hatiku. Mungkin kedepannya aku harus lebih hati-hati, tidak sembarangan membuka pintu ketika ada yang mengetuknya, tidak mengedepankan hati. Tapi bagaimana bisa, perempuan itu selalu yang di dahulukannya adalah hati, sedikit-sedikit masuk ke hati, apa apa pakai hati, dari sanalah aku harus belajar bahwa tidak semua yang hadir memerlukan hati.

Dia datang dengan singkat, padat tapi ngga jelas. Dia hadir tanpa di minta membuat rasa nyaman hinggal menimbulkan harapan kemudian ia pergi tanpa pamit apalagi alasan. Aku harus belajar mengikhlaskan kehilangan orang yang awalnya aku kira baik.

Aku sempat bertanya “Bagaimana jika aku pergi tiba-tiba?” eh tenyata dia malah pergi duluan.

 Terimakasih tamu, sampai bertemu di lain waktu.

 

Tasikmalaya, 31 Juli 2021

 

Post a Comment for "Terimakasih Tamu"