Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Hanya Ada Aku, Kamu dan Cerita

 

Cinta tidak pernah tahu kapan ia akan datang, kapan ia akan singgah dan kapan ia akan berlabuh, bahkan tidak pernah tau kepada siapa ia akan bermuara.

Tika Marwati


 

Hai kamu, yang aku anggap sebagai langitku. Apa kabar ? semoga kamu sehat yah.

Sebelumnya tak pernah sama sekali terpikirkan, terbayangkan bahkan sampai bisa terjadi seperti ini. Kamu tau ngga sih “Aku terjebak pada ruang yang penuh dengan teka-teki, bahkan seolah menjadi misteri” Ingin sekali aku mengatakan kepada dunia kalau langitku itu “kamu”, tapi aku ngga punya dasar apa-apa, ngga berhak juga sih karena memang kita ngga ada apa apa.

Jujur aku bingung, kenapa rasa yang seharusnya tidak pernah ada justru diam diam menyelinap dalam ruang hatiku, tak pernah aku minta dan kamupun tak pernah meminta, tapi rasa itu datang secara tiba-tiba seiring berjalannya waktu. Rasa dimana aku mulai peduli, mulai khawatir bahkan sampai ke rasa mulai merindukanmu. Tuhan, semoga engkau mudahkan segala urusanku.

Kamu tahu kan, kita bertemu sudah lama, bahkan pernah berada dalam satu ruangan yang sama waktu SMP, hanya saja memang dari dulu kita tidak pernah saling sapa, hanya sekedar tau saja, tapi kenapa ko sekarang harus seperti ini ? entahlah mungkin ini yang namanya cinta datang tiba-tiba. Hahaha

Ada hal yang perlu kamu tahu, aku sebenarnya menyimpan harapan besar padamu dan menunggu kepastianmu. Karena bagi seorang perempuan kepastian itu segalanya. semoga kamu segera memberi kepastian yah hehe.. Aku tidak peduli berapa usiamu, bagaimana masa lalumu, bagaimana kebiasaanmu, yang jelas aku siap menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki.

Selintas terpikir, kata mu memang benar juga,  “bahwa tidak selamanya rasa sayang itu dapat di  buktikan dalam sebuhan ikatan, terlebih pacaran. Cukup dengan saling menjaga dan mendoakan, jika sudah siap aku akan datang ke rumah.” Jadi intinya perihal mencintai itu tidak mesti harus saling memiliki atau dimiliki. Karena jika memang berjodoh berapa kilo meter pun jaraknya, ya tetap tuhan akan persatukan. Aku berharap semoga kamu tidak menyia-nyiakanku, karena kamu harus tahu, sesuatu itu akan berharga setelah kamu kehilangannya. Tolong jangan biarkan aku untuk pergi dan jangan mengatakan kata terserah.

Tanpa kata yang ku ucap tatap mata, hanya kulangitkan hingga semesta memahaminya aku sebut namamu dalam setiap baris doaku, semoga kamulah takdirku, menjadi penyempurna ibadahku. Aku tak ingin kita berakhir sampai detik ini saja, meskipun aku tahu kita belum menjadi kita, yang ada hanya ada aku, kamu dan cerita.

Tasikmalaya, 28 Juli 2021

Post a Comment for "Hanya Ada Aku, Kamu dan Cerita"