Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Tulisan Penghujung 2019

 


Satu tahun telah berlalu, manis pahit selama 12 bulan telah aku lalui, 365 hari aku nikmati apapun keadaanya selalu disyukuri. Kulewati  Januari dengan penuh keceriaan sebagai awal di tahun 2019, Februari masih dengan nuansa ceria, bahagiapun mengiringi Maret dan April.


Tibalah Mei penuh dengan keberkahan, dimana bulan inilah ramadhan dimulai pun berbarengan dengan persiapan  lomba ppdn, meski kala itu aku dan tim ku banyak canda, keluh, kesah karena perbedaan jadwal kuliah, saling acuh karena perdebatan yang selalu ada dan capek tentunya, namun berujung dengan kegembiraan dan kebahagiaan karena kita lolos seleksi lomba media pembelajaran di Yogyakarta.


Juni saatnya tiba pada bulan ampunan dimana seluruh keluarga saling meminta maaf dan memaafkan disinilah idul fitri dilaksanakan, selain bulan penuh dengan keberkahan dibulan ini pula aku berkelana menuju kota Yogyakarta meskipun memang tujuan utamaku bukanlah jalan-jalan tapi bagiku bulan juni adalah bulan yang penuh dengan haru dimana aku dan tim ku memenangkan juara 1 lomba media pembelajaran dan best speaker pada Pegelaran Pendidikan Dasar Nasional yang bertempat di Universitas Ahmad Dahlan.


Juli dengan musimnya kemarau, cuaca panas, penuh pengorbanan karena di bulan inilah detik detik kesibukan persiapan KKN. Agustus yang selalu ku tunggu selain di bulan ini aku melaksanakan KKN selama 40 hari yang penuh dengan drama, bingung karena perlu adaptasi dengan kelompok KKN, namun Agustuslah yang selalu ku nantikan, karena bulan ini di tahun 2019 menjadi tahun ke dua hubunganku dengannya, di bulan inilah kisah asmaraku dimulai.


Namun dibalik kebahagiaan ada hal yang menyakitkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya, seperti mendengar petir di siang bolong tanpa hujan, salahsatu sahabatku yang akrab di sapa Empiw meninggalkanku untuk selamanya, dia pergi begitu cepat namun aku percaya Allah lebih sayang padanya. September masih menyimpan kesedihan bahkan seolah tak percaya tentang kabar duka atas kepergian sahabatku.


Oktober adalah bulan bulan yang penuh kebahagiaan sekaligus kesedihan dengan alasan  karena A Irfan lulus kuliah itu artinya aku dengannya akan berjarak karena dia harus melanjutkan kehidupan sesungguhnya didunia kerja, meskipun jarakku dengannya tidak terlalu jauh masih dalam satu provinsi tapi aku merasa keberatan kalau harus berjarak dengannya. November menjadi saksi lahirnya dia dan aku ke dunia ini, karena aku dan dia sama sama lahir di bulan November.


Desember ada kecewa menyelinap dalam dada yang menjadikan sesak karena sesuatu hal yang tidak bisa aku ceritakan disini. Apapun yang sudah terjadi di tahun 2019, aku selalu bersyukur atas segala yang telah Allah berikan padaku, salahsatunya adalah aku bisa diberikan kesempatan untuk bernapas dan merasakan tahun baru di tahun 2020.


Selain hal itu ada yang tak pernah aku lupakan yaitu orang-orang sekitarku yang begitu peduli dan perhatian, terlebih di penghujung tahan 2019 aku dan kamu masih bersama dalam menjaga komitmen untuk tetap bersama berjuang mempertahankan cinta yang sudah kita bangun. Aku dan segala kenangan di tahun 2019 tak akan pernah bisa aku lupakan, segala hal baik akan tetap dipertahankan dan hal buruk akan aku tinggalkan.


Selamat tinggal tahun 2019, dan selamat datang tahun 2020.


Ku awali 1 dari 366 hari dengan penuh syukur, semoga segala sesuatu yang dihadapi termasuk PPL, skripsi dan sidang berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun, tak lupa aku berdoa untukmu yang ada di Rajadesa A Irfan, semoga di tahun ini aa lolos CPNS.

 

Tasikmalaya, 31 Desember 2019

Tika Marwati

 

Post a Comment for "Tulisan Penghujung 2019"