Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Tentang Rasa


 

Aku tahu banyak sekali perbedaan diantara kita, yang terkadang membuat orang disekitar seolah tak percaya kalau aku bisa dekat denganmu. Aku yang sangat pecicilan dan kamu yang terlihat pendiam menjadikan orang berpikir kalau aku ini tak pantas untukmu. Berulang kali kamu selalu menenangkanku bahwa pantas itu bukan dilihat dari tingkah kita, dari rupa kita, dari harta yang kita punya, tapi diri kita sendirilah yang bisa mengatakan dan merasakan kalau kita ini pantas, hal itu dapat dinilai dari kenyamanan. Memang sih terkadang kalau di pikir ulang, aku seperti wanita yang tak tahu malu, dulu akulah yang mengejarmu, akulah yang menunggumu, akulah yang berusaha menunjukan kalau aku mencintaimu dengan modus-modus yang berlaku kala itu, aku sampai rela melakukan apapun demi memilikimu, padahal aku tahu kala itu kamu tidak mencintaiku dan bahkan kamu tidak mengharapkanku. Tapi ini sudah rencana Allah, seketika kamu berubah dan seolah kamu memiliki rasa yang sama denganku. Jujur, sampai saat inipun aku belum tau sebuah alasan kenapa kamu tiba-tiba memilihku? apa karena waktu itu kamu di tolak sama perempuan yang kamu sukai dan akhirnya aku jadi korban pelarianmu ? kenapa aku selalu bertanya, karena kamu selalu menutupi dan tak berterus terang. Seringkali aku dilanda keraguan saat akan benar-benar menentukan jodohku, mungkinkah kamu yang terbaik untukku? Tapi yasudahlah lupakan , yang lalu biarlah menjadi angin sekarang saatnya fokus menuju masa depan. Hehe

 

Aku berharap . . .

Jika kamu adalah jodohku aku berharap kamu bisa menuntunku ke jalan yang di ridhoi-NYA. Jika suatu saat nanti kita benar-benar dipersatukan dalam ikatan yang halal, aku berharap kamu bisa menjadi imam terbaik dalam hidupku, mampu menjadi supir yang bisa mengantarkan penumpangnya dengan selamat ke tempat tujuan. Jika suatu nanti kita sudah menikah aku berharap kita bisa saling menjaga, mencintai dengan penuh ketulusan, saling menasihati dengan penuh kesabaran, menerima segala hal baik dan buruk yang kita miliki, menghargai segala kekurangan dan kelebihan yang kita punya. Jika waktu itu tiba nanti, aku ingin memelukmu disepanjang tidur malamku, menjagamu, merawatmu, membantumu dan segala hal yang berurusan denganmu.

 

Aku bersyukur milikimu.

Bukan hanya sekedar hawa nafsu aku ingin menikah denganmu, tapi aku sudah yakin dengan pilihanku kamulah yang terbaik untukku, yang akan melengkapi ibadahku, kamulah satu-satunya lelaki yang sudah Allah ciptakan hanya untukku. Sebentar lagi bahkan tinggal menghitung bulan aku lulus dari kuliahku, aku berharap setelah kamu memiliki pekerjaan yang layak kamu bisa sabar menunggu aku, tunggu aku sampai bisa menggapai mimpiku, begitupun dengan aku, aku akan sabar menunggumu. Jangan pernah ada yang berkhianat diantara kita, tinggal selangkah lagi menuju halal, semoga kita bisa saling menguatkan dan menjaga, aku bahagia. Terimakasih ya Allah 


Tasikmalaya, Juni 2020

Tika Marwati


Post a Comment for "Tentang Rasa"