Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Aku, Skripsi dan Perjuangan


Hallo, sudah hampir tiga pekan aku tak menulis di ruang publik kesayanganku ya blog pengetahuanku13. Kali aku mau berbagi pengalaman tentang aku, skripsi dan perjuangan.

Kalian tau ngga sih ? saat ini aku adalah mahasiswa semester toga alias mahasiswa tingkat akhir dan seharusnya bulan ini adalah bulan tersibuk di tahun 2020, tapi sayangnya covid 19 menghambat aku untuk melakukan kesibukan itu tepatanya melakukan penelitian di sekolah dasar untuk menginput data skripsiku, tapi gapapalah jalani saja. Hampir kurang lebih tiga bulan aku hanya diam di rumah, kadang aku tuh merasa jenuh, bete, kesel banget dan penuh dengan pertanyaan “ini keadaan macam apa? Bukan libur seperti ini yang aku mau.”

Tiap hari yang aku lihat hanya tv, sesekali buka leptop tapi bukan untuk membuka folder “SKRIPSI TIKA” malah dengerin musik, yang aku pegang sampai tanganku pegel yah HP sambil nonton youtubenya Atta Halilintar bukannya cari referensi ya itulah aku, dan satu lagi benda mati yang sering aku sentuh, aku peluk adalah kasur, bantal dan teman-temannya, jujur ya ini berasa kenikmatan yang haqiqi  tapi hati aku tersiksa, karena semakin lama aku diam di rumah semakin kuat pula gaya magnet malas dalam diriku ini, entahlah aku tidak berpikir panjang tentang skripsiku. Tapi aku berharap semoga teman-teman di luar sana tidak seperti aku ini yah hehe . . .

Sugesti “selesai pada waktunya terlalu sering bercokol dalam pikirku, bahkan terucap dari lisanku sendiri, seolah memberi motivasi pada diri sendiri kalau skripsiku itu bakalan selesai ko pada waktunya, tanpa sadar aku mengabaikan skripsiku karena sugesti itu tadi.

Padahal aku tau skripsi adalah tugas kampus yang harus aku kerjakan , dan itu merupakan tanggungjawab yang harus dipenuhi, ya kalau aku Cuma diam, tak ada niat bahkan aksi sedikitpun untuk mengerjakannya, bagaimana bisa aku menyelesaikan skripsiku tepat pada waktunya, dasar pintar aku ini tapi boong wkwk. Aku tuh pusing bahkan sangat sangat sangat sangat pusing tapi bukan karena skripsi melainkan karena terlalu ribet ngurusin kejenuhan sendiri, nagtur jadwal besok nonton youtube siapa yah, maen game apa yah, sampai aku sengaja lupa ada tanggungjawab yang harus segera aku selesaikan yaitu kamu skripsi.

Ditengah covid 19, dosen pembimbing pun sulit dihubungi, bahkan ada yang tidak mau melakukan bimbingan , entahlah jadinya diambang kebingungan,kesimpulannya males aja gitu ngerjainnya. Aku mau coba ngerjain skripsi tanpa bimbingan dosen, lah yang ada aku bingung harus bagaimana.

Pokonya bisa aku saat ini hanya memikirkannya saja belum bisa sampai mengerjakan. Skripsi jadi beban pikiran, di rumah terus menjadi jenuh, ditambah uang saku yang ngga pernah mengalir, uang untuk kebutuhan skripsi misalnya untuk ngeprint juga ngga tau darimana, ih pokoknya aku ribet banget, skripsinya aja belum jadi ngapain mikirin duit buat ngeprint wkwk bener kan semakin keliatan pintarnya aku wkwk.

Namun, setelah aku merenung selama satu malam sampe aku tidur aja ganti ganti posisi mulai dari menghadap timur, barat, selatan, utara, baratdaya ahh pokonya semua arah mata angin kayanya sudah aku coba, tiba-tiba teringat ayah dan mamah di kampung halaman, mungkin mereka sedang menunggu aku pulang dan membawa kabar gembira, yang tiba-tiba mah aku wisuda, aku ingat mereka bagaimana bersusah payah mencarikan uang agar aku bisa kuliah.

Setiap hari selalu membangunkan sahur meskipun hanya miskol, setiap detik menanyakan kabar “teteh gimana sehat.?”setiap hari menanyakan gimana skripsinya, setiap bulan menanyakan bagaimana masih punya uang jajan ? berderai air mata saat aku mengingat mereka yang selalu berjuang, memberikan cinta dan kasihnya tanpa minta ganti rugi, apapun mereka lakukan untuk aku, sedangkan aku masih berleha-leha disini, bahkan mereka rela mengorbankan apapun demi aku “seorang anak.”

Akhirnya setelah itu perlahan aku buang rasa malas dalam diri ini, mencoba belajar dari kedua orangtuaku bahwa segala sesuatu tidak ada yang instan kita dapatkan termasuk skrispi, untuk menyelesaikan skripsi aku harus butuh perjuangan, pengorbanan entah itu waktu tidur aku yang berkurang, waktu maen hp yang menghilang intinya, dalam dua puluh empat jam aku harus bisa meluangkan untuk mengerjakan skrispiku. Sedikit-sedikit yang penting ada kemajuan daripada tidak sama sekali. 

Semoga tahun 2020 aku lulus dan mendapat gelar sarjana, aamiin.
Siapapun yang membaca tulisanku ini, jangan lupa aamiinkan di kolom komentar yah hehe , terimakasih semoga bermanfaat. Salam kenal dari aku mahasiswa tingkat akhir UPI

Tasikmalaya, Mei 2020
Tika Marwati

Post a Comment for "Aku, Skripsi dan Perjuangan"