Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bahagia Bukanlah Seperti Makanan Siap Saji



Saya percaya bahwa kebahagiaan bukanlah seperti makanan siap saji yang langsung dapat di santap dengan lahap, tapi kebahagiaan itu suatu hal yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Saya tahu betul semua orang bisa ko bahagia, karena bahagia itu tidak melihat siapa keluarganya, dimana dilahirkannya, bahagia itu milik bersama, milik kita semua.

Bahagia itu perlu diciptakan bukan menunggu kapan ia datang. Percayalah tuhan sudah memberikan kebahagiaan  pada setiap hambanya sesuai dengan porsinya masing-masing. Bahagia itu tidak dapat di ukur dari seberapa banyak kekayaan kita, dari apa jabatan kita, dari apa status kita, tapi kebahagiaan itu dapat dirasakan dalam hati kita, kebahagiaan akan ada ketika kita merasa pikiran dan hati sejalan dan damai.

Maka dari itu tak perlulah kita membandingkan hidup kita dengan oran lain, so jelas berbeda. Bahagia kita dengan bahagia orang lain tidak dapat disamakan. Bahagia itu tidak dapat di ukur tapi dirasakan.

Belajarlah menerima diri kita apa adanya, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, menerima baik buruknya diri kita karena bukan orang lain yang menemani perjalanan kita tapi raga dan jiwa kita sendirilah yang menemani kita berkelana di dunia ini.

Bersyukur setiap waktu menjadi salah satu kunci kebahagiaan hidup, dengan kita bersyukur dari apa yang sudah kita lewati, suka duka, manis pahitnya kehidupan saya yakin bahagia akan menyelimuti kita, bahagia akan tercipta bagi kita yang selalu bersyukur. Mengeluh menjadi faktor utama yang menjauhkan kita dari bahagia, kenapa bisa seperti itu ?

Bayangkan saja saat kita mengeluh atas takdir hidup atau raut pautnya kehidupan kita akan selalu merasa diri kita paling menderita, paling sengsara, paling merasa banyak masalah, padahal sadarkah ada yang lebih  menderita dari kita, lihat mereka yang tidak bisa melihat, mereka yang tidak mampu mendengar, mereka yang tidak mempu menggenggam, mereka yang tidak mampu berjalan, mereka yang kehilangan orangtua bahkan mereka yang tidak makan-makan apa.  Jadi berhentilah mengeluh dan perbanyaklah bersyukur.

Ingat bahagia akan hadir bagi mereka yang mau berusaha dan bersyukur, nikmati segala hal yang sedang dan sudah kita lalui.

Tasikmalaya, April 2020
Tika Marwati

Post a Comment for "Bahagia Bukanlah Seperti Makanan Siap Saji"