Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Aku dan Tuhanku




# Cerita Part 1
 Aku dan Tuhanku

Alhamdulillah, segala puji dan syukur aku panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikanku banyak pelajaran melalui ujian dengan diberikannya aku sakit, sebelumnya aku pernah menulis tulisan yang berjudul “aku dan salmonella typhi” dimana pada saat itu tuhan memberikan aku ujian melalui sakit tipes yang cukup memakan waktu lama hingga tugas lapanganku harus terhenti sementara, tepatnya di bulan Januari tahun 2020 hingga Februari aku harus izin sementara waktu dan meninggalkan tugas lapanganku, aku selalu mengeluh atas apa yang telah Allah berikan padaku, seolah semua tidak adil mengapa sakit itu harus aku yang alami ? dibalik keterpurukan dan kesakitan yang aku tahan kurang lebih selama satu bulan lamanya membuatku sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, membuatku sadar betapa jauhnya aku dengan tuhanku yang telah menciptakanku, betapa tidak bersyukurnya aku saat tuhanku memberikan aku cobaan melalui sakit itu. Betapa tidak ada apa-apanya aku ini, astagpirullahal’adzim.

Bersama kesendirian aku tersadar dan mulai menitikkan air mata, sedikit demi sedikit hingga perlahan membasahi pipi dan bantal yang sedang ku tiduri, bahwa ternyata Allah begitu sangat mencintaiku, Allah begitu sangat menyayangiku, tapi mengapa aku selalu mengeluh saat sakit menimpa dan terkadang aku suka lupa saat bahagia sedang bersamaku.  Allah memberikan aku sakit sebagai ujian seberapa kuatnya aku menahan dan menerima dengan ikhlas ujian itu tapi mengapa aku tak pernah paham. Aku menyadari betul bahwa aku masih sangat jauh denganmu. “Ya Allah jadikanlah aku sebagai sahabat dekatmu, izinkan aku untuk memperbaiki ibadahku dan izinkan aku mati dalam keadaan mengingatmu bahkan berada di jalanmu.”

Setelah sakit tipes aku lewati terjeda kurang lebih satu bulan yaitu Maret, saat April datang aku berharap akan menjadi bulan yang indah untukku kedepannya, tapi ternyata aku hanyalah manusia biasa yang hanya mampu berencana dan tetap segala kehendak hanya Allah satu-satunya yang berhak menentukan, tepatnya di tanggal 4 April padahal ini baru langkah awal aku menginjak bulan April tapi lagi dan lagi Allah memberikanku sakit yang tak pernah terbayang sebelumnya, sakit yang lebih parah dari sakit yang aku alami sebelumnya, entah aku harus bilang apa, tapi aku mulai paham dan sudah tak mengeluh lagi saat Allah memberikanku ujian melalui sakit itu. Iya, tepatnya tanggal 4 April aku dipertemukan kembali dengan rasa sakit yang aku sendiripun bingung harus berbuat apa.

Jadi kurang lebih satu tahun yang lalu aku pernah di tambal gigi bagian depan, karena gigi depanku hitam dan membuatku sering tak percaya diri, dan akhirnya aku memutuskan untuk menambal gigi depanku, setelah itu aku tak pernah kontrol atau memeriksa keadaan gigiku, aku selalu biarkan saja selama aku merasa baik-baik saja, tapi seketika tambalan bagian belakang gigi depanku lepas sebagian tapi masih aku biarkan karena aku merasa baik baik saja, seminggu setelah itu di tanggal 4 April 2020 tiba-tiba aku merasakan sakit gigi yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, awalnya Cuma sakit biasa pas esok harinya tanggal 5 April gusiku bengkak sampai ke pipi dan bawah mata pun ikut bengkak, aku sampai tak mengenali “siapa aku” karena saat aku bercermin wajahku berubah, bengkak sebelah, tak henti-hentinya aku menangis, dan berterimakasih pada Allah yang lagi dan lagi menyadarkan aku dan mengingatku lebih tepatnya menegur aku untuk yang kedua kalinya tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri, dari sana aku hanya bisa menangis, murung, menahan cenat cenut gigi dan gusi yang semakin hari semakin memburuk.

Aku bingung, orang disekitarku pun bingung harus berbuat apa, akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dokter yang sudah menambal gigiku satu tahun lalu, ternyata kliniknya tutup sampai tanggal 11 April 2020 dikarenakan untuk menjaga terjadinya penyebaran virus Corona 19, aku bingung sampai berkeliling mencari kesana-kesini tak ada satupun dokter gigi yang praktik, dengan hati yang kuat memohon ridhonya sang maha pemilik raga ini akhirnya ada salah satu klinik yang buka dan kebetulan dokter giginya pun buka, tapi tidak melayani pasien yang terlihat sehat, saat aku daftar bersama dengan saudaraku yang selalu menemani aku dikala aku sakit ternyata aku bisa di periksa karena aku termasuk pasien yang membutuhkan pertolongan segera meskipun memang belum bisa di tindak, karena memang sudah kesepakatan dokter se Indonesia tidak boleh melakukan praktik untuk mencegah penularan covid 19.

Setelah itu aku masuk ke ruangan untuk diperiksa, dokter tidak berkata apa-apa, seolah tidak ingin membuatku panik, dokter hanya membolongi gigi depanku bagian belakang agar bakterinya keluar, aku sempat bingung ko dokter ngga bilang apa-apa lagi padahal keadaanku sangat begitu parah hingga bengkaknya sampai ke bawah mata. Dokter hanya memberikan resep obat dan setelah di ambil obatnya ada obat radang yang harus aku makan dan entah obat apalagi. Aku merasa tak puas akhirnya ku download salahsatu aplikasi yaitu halodoc waktu itu aku berkomunikasi dengan dokter yang sangat muda, cantik, lulusan unpad dan baru praktik kurang lebih dua tahun, aku konsultasi dan menanyakan apa yang aku rasakan hingga dokter meminta fotoku, dan dokter bilang aku akan sembuh, dan dokter itu pun mengecek aku minum obat apa, dan ternyata obat aku sudah benar, setelah aku makan obat beberapa hari nanah dari gusi akan keluar, aku deg-degan ko ada nanah, ternyata itu dari bakteri akibat gigi tambalan yang lepas, jadi sementara dokter mendiagnosis kalau aku ini sakit abses gigi.

Setelah aku minum obat dari dokter selang beberapa hari ternyata benar ada nanah yang keluar dari gusi depan bagian atas dan perlahan aku bisa membuka mulut, berbicara, bahagia, merasa tenang, bengkaknya perlahan mulai hilang. Pokonya aku mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang sudah membantu menyembuhkan aku melalui perantara dokter, meskipun memang keadaanku belu  seperti sedia kala, tapi minimalnya hati merasa tenang.

Dari kejadian diatas ada beberapa hal penting yang bisa kalian ambil hikmahnya, semoga setelah membaca tulisanku ini kalian bisa lebih menjaga kebersihan gigi, rambut, kuku dan seluruh bagian badan dan menjaga kesehatan dengan melakukan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan.
Buat kalian yang mau bertanya-tanya tentang bagaimana aku melewati semua ini, comment aja yah !

Tasikmalaya, 8 April 2020
Tika Marwati

Post a Comment for "Aku dan Tuhanku"