Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kembali Berjarak " long distance relationship"


Saatnya untukku belajar banyak memahami, mengerti dan merasakan. Kejadian tiga tahun lalu saat aku harus menjalani hubungan long distance relationship atau ya biasa kita kenal dengan hubungan jarak jauh kembali aku alami. Sebuah pengalaman masa lalu yang mengajarkan aku banyak hal memberikan dampak positif untukku bahwa saat kita sedang berjarak disanalah kita sedang di uji. Uji kesetiaan, uji kesabaran, uji keiklasan dan ujian lainnya yang bersatu padu dalam pikiran pun perasaan. 

Sebenarnya, sejak dulu memang aku tak pernah menyukai hubungan semacam ini, hubungan yang tersekat dengan jarak, hubungan yang berkomunikasi hanya dilakukan melalui perantara yaitu handphone, hubungan yang bersekat ya intinya hubungan yang dilakukan dari jarak jauh, sejauh mata memandang wkwk. Aku tahu usia kita beda ganjil tepatnya satu tahun, dimana usiamu lebih tua dariku, dan otomatis kamu akan lulus duluan, pergi meninggalkan kampus duluan untuk bekerja ditempat yang sudah menjadi pilihan dan aku tak bisa apa-apa, karena saat ini aku harus tetap disini melanjutkan pendidikanku dan tentunya menyelesaikannya sampai selesai, tapi ada beberapa perbedaan yang mulai aku rasakan, padahal jarak kita tak jauh-jauh banget tapi aku merasakan hal yang tak biasa dan aku harus belajar membiasakannya untuk melakukan hal itu, misal biasanya setelah pulang kuliah kita bertemu berdiskusi entah masalah kuliah atau apapun itu, sekarang diskusi diantara kita sudah mulai tak ada karena kesibukan kita yang berbeda, biasanya kalau aku pulang dari kampus sampai magrib, kamu selalu menjemputku dan mengantarku pulang, sekarang ngga ada, aku pulang tanpamu dan aku harus berjalan kaki seorang diri sampai menemukan kendaraan yang searah menuju rumahku, biasanya kita selalu menyempatkan waktu untuk bermain meskipun itu hanya bermain di amazone tapi paling tidak sudah membuatku bahagia, sekarang sudah ngga. Kebiasaan saat bersama denganmu, saat dekat denganmu perlahan harus bisa aku hilangkan, karena saat ini aku dan kamu sedang sama-sama menikmati masanya, aku menikmati masa semester skripsi dan kamu menikmati masa mengajar di sekolah. Aku tahu kamu sangat sibuk, iya kan ?

Tahu ngga ? aku masih menyimpan ketakutan yang sudah aku lakukan di masa lalu, dimana aku meninggalkan hanya karena sebuah kebiasaan yang tak biasa lagi dilakukan yang akhirnya menimbulkan ketidaksepemahaman, ketidaksesuaian lalu aku pergi meninggalkan. Kekhawatiran, rasa itu kembali ada mengganggu pikiranku, bermain dalam relung hatiku bahkan perlahan menyelinap dalam telingaku.
Aku dan kamu mungkin sudah sama sama mengetahui komitmen apa yang sudah kita ucapkan, tapi masalahnya bukan seberapa kuat komitmen, namun ada yang lebih kuat dari itu yaitu “sang maha pencipta mahluk, Allah SWT” , allah itu maha membulak balikkan hati manusia, dan aku tak tahu apakah aku mampu bertahan dalam hubungan yang bersekat ini? terlebih aku harus banyak memahami sebuah kesibukanmu ? ketika komitmen kita kuat, tapi Allah berkehendak lain, entah membulak balikkan hatimu atau hatiku, yaa kita bisa apa ? selain berpasrah dan menerima. 

Dengan hadirnya kembali jarak yang kedua kali, aku sangat berharap semoga tak ada yang mengkhianati, baik aku sendiri atau pun kamu, karena sebuah kejadian masa lalu yang sudah aku lakukan memang rumit dan teramat pahit namun kejadian itu sangatlah berarti untuk aku bisa memahami kamu disegala kondisi. Semoga kita berjumpa kembali, yang entah kapan perjumpaan itu tiba, aku berharap kita saling mengingat janji. Semoga aku berhasil melewati hubungan berjarak ini denganmu. Aamiin .


 Tasikmalaya, Oktober 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Kembali Berjarak " long distance relationship""