Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sebatas Kita



Terkadang aku bisa tangguh, terkadang juga aku bisa rapuh. Semua akan terjadi bergantung pada situasi dan suasana hati. Aku manusia biasa sama seperti yang lainnya, bisa merasakan sedih, marah bahkan sakit. Ada satu hal yang akan membuatku sakit, memang tidak sampai menimbulkan kecewa hanya sakit saja, yaitu saat aku melihatmu dekat dengan perempuan lain ya dalam bahasa modernnya mungkin “aku cemburu”. Tapi, apalah boleh buat, aku dan kamu saat ini hanya sebatas kita yang bersatu dalam ikatan komitmen saja dan aku ngga tahu kita akan bersatu sampai mahligai cinta menjemut ataukah hanya sampai disini ?
Aku pun bingung, saat aku ingin melarangmu aku takut sikapku berlebihan, karena aku dan kamu hanya sebatas kita. Mungkin menurutmu hal ini adalah pilihan yang sulit untuk di pilih, karena aku tahu keduanya berat dan pasti akan mengecewakan satu belah pihak. Semua keputusan ada ditanganmu, ketika kamu memilih menerima aku pun terima meski hati yang menjadi korban, namun seandainya kamu memilih menolak aku pun mengikuti, tapi mungkin yang jadi korban teman-temanmu. Ya sudahlah, segala keputusan, kamulah yang menentukan. Jika hal itu memang di rasa lebih penting dari sebuah perasaanku, maka silahkan kamu terima segala keputusan yang sudah di sepakati.
Aku tahu, hal ini melibatkan banyak orang, dan menurutku lebih baik kamu hiraukan perasaanku, untuk kepentingan bersama. Kamu tak perlu mengkhawatirkanku, karena akan ku coba mengobati rasa sakit ini dengan semampuku, bahkan akan aku biarkan rasa sakit dalam hatiku larut bersama sang waktu. Akan aku tutup hati ini dengan rapat-rapat biar kamu tidak merasa terbebani, kamu tak perlu peduli lagi, karena aku akan mencoba mengerti.


September 2019

Post a Comment for "Sebatas Kita"