Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Merindukanmu


Setiap awal pasti akan ada akhir, matahari terbit pun pasti akan tenggelam, saat air laut pasang ,percayalah pasti akan surut, begitupun dengan pertemuan pasti akan berujung perpisahan. Kita tidak pernah tahu dengan apa yang akan terjadi satu detik yang akan datang, namun kita perlu memahami bahwa hidup kita di dunia bersifat fana hanyalah sementara. Kita tidak bisa menolak rencana Allah, karena itu yang terbaik meskipun memang berat menurut manusia tapi Allah lebih tahu dari apa yang kita ketahui.

Bersyukur itulah cara terindah untuk menikmati hidup, berdoa itulah kekuatan terampuh untuk mengatasi setiap permasalahan yang kita hadapi, berusaha itulah tenaga untuk mewujudkan semua mimpi kita, ketiga hal itu penting untuk kita aplikasikan di dunia, karena tak akan ada kesempatan kedua untuk kita kembali membuka mata saat ajal sudah mendatangi kita. Kita harus percaya bahwa yang paling dekat dengan kita bukanlah jantung yang berdetak, bukanlah nadi yang berdenyut, bukanlah darah yang mengalir pada tubuh kita, bukanlah otak yang berpikir, bukanlah mata yang melihat, bukanlah telinga yang mendengar, bukanlah tangan yang menggenggam, bukanlah kaki yang berjalan, bukan pula hati yang merasakan tapi kematian. Kematian lebih dekat dari seluruh bagian yang ada dalam tubuh kita, entah hari ini, esok, lusa, satu minggu ke depan, satu bulan ke depan, satu tahun ke depan dan selanjutnya, kita tidak pernah tahu, karena kematian adalah rahasia Allah, maka mempersiapkan diri perlu sejak saat ini, saat nafas kita masih berhela, saat kenikmatan masih bisa kita rasakan, jangan menunggu waktu dimana kita sudah tak berdaya, lakukanlah sekarang selagi kita bisa, selagi kita mampu.

Sebenarnya aku tak ingin bercerita panjang lebar tentang sahabatku yang baru dua hari lalu meninggalkanku, meninggalkan keluarganya, meninggalkan sahabat-sahabatnya meninggalkan semuanya untuk selamanya. Tak perlu menyalahkan takdir, karena aku tahu itulah satu-satunya rencana Allah dalam memberikan kasih sayangnya pada seorang hambanya. Namun, bolehkah aku merindukannya ? merindukan dia yang saat ini sudah tenang di alam sana ? merindukan kenangan, kebersamaan, intinya segala kebahagian di penuhi canda tawa selalu memenuhi memori otakku. 
Aku rindu kamu, bahkan aku seperti berada dalam alam mimpi saat mendengar kabar tentangmu, seperti mendengar petir di pagi buta taka da hujan, taka da angina, secepat itu kamu pergi meninggalkan kita, padahal aku belum sempat memelukmu, belum tercipta maaf dariku, belum hadir pertemuan diantara kita, tapi sudahlah aku tak pantas menyesali semua yang sudah terjadi, yang lalu biarlah berlalu.

Aku bersyukur, Allah telah mempertemukanku denganmu dan dengan mereka yang memiliki keunikan berbeda, meskipun aku tahu tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk melupakan semua kebersamaan kita, tiga tahun lalu adalah waktu terindah dimana aku bisa mengenal sosok perempuan cantik, kuat, hebat, humoris, tak pernah mengeluh, bertanggungjawab, penyemangat di segala cuaca, pokoknya wanita yang mengajarkanku tentang kesederhanaan dalam hidup, yaitu kamu sahabatku.

Tuhan, terimakasih engkau telah mengirimkan wanita hebat yang menghiasi hari-hariku selama tiga tahun kuliah, terimakasih engkau telah mempertemukanku dengannya, banyak kisah yang sudah aku, kamu dan kita lalui bersama-sama. Tinggal satu tahun lagi kita menyandang status mahasiswa S1, sebentar lagi kita lulus, ada yang melanjutkan kuliah, ada yang langsung bekerja atau pun ada yang langsung menikah, aku tidak pernah ,aku berharap semoga kamu tenang di alam sana, aku ikhlas kamu pergi, aku dan kita semua sayang kamu, mencintai kamu, doaku akan selalu hadir untukmu di setiap solatku, aku juga berdoa semoga kita semua di berikan kesehatan, umur yang panjang, rizki yang melimpah dan diberikan kesempatan untuk bisa membahagian orang-orang yang ada di sekitar kita. I LOVE YOU.

Tasikmalaya, 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Merindukanmu"