Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bagian Satu, Cerita Tentangku dan PPDN V


Menikmati proses dengan penuh ketulusan dan kerja keras tanpa batas, lelah apalagi menyarah adalah salahsatu kekuatan dalam menggapai sebuah mimpi. Hallo semuanya, apa kabar ? pada kesempatan kali ini aku mau berbagi keseruan, sedih, bahagia dan duka sama kalian semua tentang perjalanan perjuanganku dan sobat-sobatku yang alhamdulilllah bisa memenangkan lomba media pembelajaran di Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional ke 5 yang bertempat di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.



Entahlah ini sebuah hadiah atau apa, yang jelas aku bersyukur bisa menembus juara 1 pada kompetensi yang sangat luar biasa ini. Oh iya, sebelumnya perkenalkan namaku Tika Marwati, mahasiswa angkatan 2016 dari Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah SWT, sobat-sobatku Risma Mutmainah dan Rifan Rahman Sutrisno yang selama kurang lebih dua bulan kita berproses, keluarga yang sudah mendukung dan mendoakan, dosen UPI Kampus Tasikmalaya khususnya ketua prodi PGSD Bapak Dindin dan Pembina HMPGSD Bapak Pidi yang sudah membantu memberikan akomodasi hingga aku dan sobat-sobatku bisa berangkat ke Yogyakarta pada tanggal 28 Juni 2019 dan tak pernah aku lupakan panitia penyelenggara acara PPDN yang sudah mensukseskan dan mengelurakan banyak keringat untuk kegiatan ini, maaf aku hanya mampu mendoakan semoga lelah panitia menjadi keberkahan pada setiap langkah yang dilewati.



Sebuah kebahagaian berbalut rasa syukur menyelimutiku pada hari ini, sebuah momentum yang sangat luar biasa dalam sejarah hidupku, bisa bersilaturahmi dengan mereka dari berbagai universitas di Indonesia, bisa membangun relasi dan bisa merasakan bagaimana rasanya berkompetensi, sebenarnya kegiatan Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional atau yang di singkat PPDN bukanlah kegiatan yang kali pertama aku ikuti, namun di tahun ini sudah menjadi kali keduanya aku bergabung mengikuti rangkaian acara PPDN yang ke 5 ini, tahun sebelumnya kegiatan PPDN ini dilakukan di negeri Minang dan Alhamdulillah aku bersama sobat-sobatku bisa meraih juara 3. Sebenarnya tujuan dan esensi utama dari kegiatan PPDN itu bukanlah berlomba-lomba menjadi juara tapi di sinilah mahasiswa yang memiliki kesamaan yaitu sama-sama mahasiswa jurusan PGSD yang insya allah kitalah calon generasi yang akan mengembangkan pendidikan di Indonesia, aamiin. Disini aku ngga akan membandingkan bagaimana kegiatan PPDN di Padang dan Yogyakarta karena aku merasakan hal yang sama, yaitu bisa bertemu dengan teman baru bahkan teman lama yang sudah lama tak bertemu, hehe.

Awalnya aku dan timku sempat ragu untuk mengikuti PPDN ke 5 ini karena hadirnya berbagai kesibukan yang tiada tara, namun karena jiwa kita di baluti rasa semangat dan percaya akhirnya kita mencoba kembali untuk mengikuti PPDN ke 5 ini. Mulai dari pendaftaran, proses pembuatan media, pengiriman media, berangkat ke Yogya bahkan kembali lagi ke Tasikmalaya kita selalu santai dan tak memikirkan apa-apa, karena kata Rifan “ apapun akan selesai pada waktunya”.

Selama proses berlangsung jujur saja, perdebatan antara aku, Risma dan Rifan sering kali terjadi, entah itu karena perbedaan pendapat, aku yang kalau bicara selalu ngegas, risma yang selalu ngga sabar dan bete kalau aku dan rifan telat datang, rifan yang selalu kalem dan tak pernah bisa di buru-buru, itulah hal yang membuat kita selalu gereget dan kesal, emosi dan akhirnya menunda untuk mengerjakan media, wkwk. Kadang kalau otak aku jernih ko kita kaya anak-anak yah, sedikit-sedikit “pundung” (bete). Namun disisi lain aku merasakan kebahagian, kesenangan saat bersama mereka, karena mereka berdua adalah dua orang yang sangat bisa di andalkan, saling pengertian, perhatian pokoknya kebaikan mereka melebihi peri wkwk, lebay. Jadi deadline itu memang sudah menjadi kebiasaan yang sudah mendarah daging dalam tim kita ini, di saat orang lain sudah bebas dan tidak memikirkan medianya, hanya kita satu-satunya tim dari UPI Tasikmalaya yang pada saat akan berangkat pun kita masih belum selesai mempacking media dan barang-barang pribadi yang akan dibawa ke Yogyakarta. Panik ada, degdegan hadir, emosi juga menemani, takut ngga selesai pun menyelimuti tapi ya Alhamdulillah benar kata rifan “apapun itu akan selesai pada waktunya” wekaweka.



Di tengah-tengah perjuangan membuat media sebenarnya kita udah hampir menyerah, karena kehabisan dana dan kebingungan dalam melengkapi setiap bagian pada media pembelajaran yang kita buat, namun tiba-tiba hadirlah ide-ide baru yang mau tidak mau kita harus mengeluarkan lagi budjet untuk media pembelajaran kita itu. kurang lebih satu kita optimal dalam mengerjakan media pembelajaran itu, padahal waktunya cukup banyak ke deadline pengumpulan tuh, karena kita kita ngga punya tempat atau basecamp untuk membuat media, karena kita selalu nomaden dari tempat satu ke tempat lainnya, itulah yang menjadi salahsatu juga kenapa kita terlambat dalam pengumpulan media. Hingga detik-detik menuju pengumpulan media kurang lebih dua minggu barulah kita mendapatkan tempat yang nyaman untuk di huni wkwk yaitu laboratorium matematika, disanalah kita berproses, disanalah kita bekerja sama-sama, berjuang bersama, lelah bersama, makan bersama, pergi pagi pulang malam seterusnya begitu sampai H-beberapa jam berangkat kita masih setia di ruang itu.

Tak pernah menyangka dengan hasil usaha dan kerja keras kita yang membuahkan hasil bermakna dan membuat bahagia, Alhamdulillah pada saat pengumuman kejuaraan media patembayan “padepokan ekosistem budaya nasional” mendapatkan juara 1 tingkat nasional. Oh iya aku lupa ngasih tahu, media yang kita buat itu di beri nama patembayan yang memuat tiga mata pelajaran yaitu IPA, Bahasa Indonesia dan SBDP.
Jangan pernah merasa lelah saat berproses, karena proses lah yang akan menentukan hasilnya.

Yogyakarta, 30 Juni 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Bagian Satu, Cerita Tentangku dan PPDN V "