Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sajak Sunda : Halimun

Halimun...
Engkau telah mengitari diriku
Sejuk, Dingin, dan jua Mengabur
Pandangan ku memaya
Tak kuasa memaknai nuansa sejati.

Halimun...
Mengapa engkau menetap di ujung ketinggian
Bersemi di hijau dedaunan
Laksana helaian kapas yang memudar
Membias... di kedalaman kalbu.

Apalah arti sebuah kata
bila tidaklah bermakna
Seperti lantunan jiwa tanpa raga...

Laksana hujan yang mencurahkan
Air mata bahagia...
Membasuh lara sepimu.

Post a Comment for "Sajak Sunda : Halimun"