Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Model Science, Technology And Society (STS)


MODEL SCIENCE, TECHNOLOGY AND SOCIETY (STS)
( Suatu Model Masa Depan )
I.          Pengantar
STS merupakan model yang relative baru daalm pendidikan nilai. Model ini dilatarbelakangi adanya hubungan yang erat antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam dalam menghadapi masalah global yang muncul akibat penggunaan dan transfer teknoogi, khsusnya isu-isu moral didunia sekarang ini. Sebagai contoh: bidang etika kedokteran menjadi hangat dibertakan karena munculnya berbagai masalah akibat perkembangan dan penggunaan teknologi dibidag medis. Seperti:
a.         Alat untuk memperpanjang kehidupan. Dalam batas-batas apakah seseorang yang mengalami kerusakan otak dapat dibiarkan mati(dimatikan) dibandingkan dengan kondisi koma yang terus menerus karena bantuan medis dapat menumbuhkan berbagai masalah financial dan emosional bagi keluarganya.
b.         Biogenetika. Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa organ tubuh manusia dapat direproduksi di laboratorium dengan menggunakan organ-organ yang diproduksi secara genetis. Sampai sejauh manakah suatu tubuh merupakan turunan/clone dari tubuh aslinya? Sampai sejauh manakah manusia diperbolehkan untuk mereproduksi dirinya?  Sampai sejauh manakah ala mini diperkenankan untuk diubah oleh tangan-tangan manusia (melalui kreasi genetis jenis-jenis tanaman dan binatang baru yan secara alamiah asalnya tidak ada)?
Situasi yang sama terjadi juga diberbagai aspek kehidupan, seperti masalah kerusakan lingkungan dan polusi yang diakibatkan oleh upaya-upaya mengembangkan ekonomi, atau masalah pengendalian jumlah penduduk dihubungkan dengan produksi makanan, doktrin-doktrin keagamaan dan adat kebiasaan serta tradisi setempat, atau masalah pendistribusian makanan dihubungkan dengan system politik dan birokrasi yang kompleks dan kerapkali korup atau pemerataan pembangunan dan hasilnya dihubungkan dengan kepentingan pribadi atau kelompok yang sering berkedok kepentingan-kepentingan nasional, atau system penggajian pegawai negeri, pegawai BUMN dan pegawai swasta dihubungkan dengan kualitas dan produktivitas individu yang langsung atau tidak langsung dengan peningkatan sector ekonomi, atau masalah keamanan dan keselamatan nasional dihubungkan dengan upaya-upaya menindas dan menghancurkan umat manusia. Contoh-contoh akan lebih panjang tanpa batas bila diuraikan smuanya, akan tetapi semua masalah tersebut akan memiliki dasar pertanyaan yang sama, yaitu:
1.         Bagaimana pengaruh kemajuan teknologi mempengaruhi etika dan moralitas manusia terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alamnya?
2.         Apakah manusia mengendalikan teknologi yang sedang berubah atau justru teknologi yang sedang berubah mengendalikan manusia?
3.         Bisakah teknologi memecahkan masalah-masalah yang ditmbulkan oleh teknologi-teknologi sebelumya yang lebih sederhana?
4.         Bumi sering dianggap sebagai pesawat ruang angkasa yang sedang bergerak tanpa tempat untuk berhenti dan tidak ad acara untuk mengisi kembali bahan bakarnya dan mengembalikan stok sumber-sumbernya. Dapatkah teknoligi memecahkan masalah cepat menurunnya sumber-sumber alam yang yang terbatas ini dan tidak dapat diperbaharui lagi? Atau dapatkah teknologi mengatasi masalah meningkatnya sampah-sampah industri yang bertambah secara eksponensial? (apakah sampah padat, gas maupun cairan)
Ilmu Pengetahuan Alam berusaha untuk menyingkap prinsip-prinsip yang mengatur jagat raya ini, oleh karena itu berhubungan dengan pertanyaan siapa kita dan dimana kita tinggal, sedangkan teknologi berupaya menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan serta bebagai perlengkapannya untuk memperluas dan mengembangkan kemampuan manusia seperti kemampuan untuk menampilkan tugas-tugas fisik atau mentlnya. Model STS adalah suatu pendekatan pendidikan nilai yang dikembangkan untuk mendorong penelidikan hubungan antara ilmu-teknologi dan masyarakat yang telah terjadi pada masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. STS telah berkembang diberbagi negara akan tatpi memiliki nama yang berbeda misalnya saja di Inggris disebut SSC (Science in Social Context) atau Society, di Nigeria diberi istilah “The Meaning of Science” yang memusatkan perhatian pada ilmu sebagai pusat aktivitas kemanusiaan dan implikasinya terhadap masalah sosial ekonomi untuk totalitas kehidupan masyarakat dan di Australia menekankan pada aspek-aspek filsafat ilmu, sosial dan matematika. Pada umumnya pendekatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa:
a.    Masalah sosial sekarang berkaitan dengan ilmu dan teknologi
b.    Pada saat kemajuan ilmu dan teknologi meningkat, maka implikasi sosialnyapun akan lebih besar, dan
c.    Kemajuan ilmu dan teknologi akan menciptakan kondisi-kondisi sosial baru yang berkonsekuensi positif dan negative terhadap masyarakat dan lingkungan alamnya.
Model STS Futures berupaya mengadakan peramalan dan merekayasa masa depan yang berhubungan dengan isu-isu moral yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi.
II.       Asumsi dasar
Model STS didasarkan pada asumsi-asumsi sebagai berikut:
1.    Melek ilmu dan teknologi merupakan keterampilan dasar di abad ke 21 ini
2.    Ilmu dan aplikasi teknologi sedang merubah dunia tempat hidup kit dengn gerakan yang amat cept, dan pengaruhya terhadap totalitas kehidupan masyarakat benar-benar dirasakan.
3.    Revolusi teknologi membawa perubahan dramatis pada tatacara kehidupan
4.    Dunia itu begitu saling ketergantungan
5.    Inovasi teknologi yang tidak terkendalikan
6.    Manusia memilih hak, tanggungjawab dan kesempatan
7.    Orang yang buta teknologi merasa takut terhadap hal-hal yang tidak diketahuinya
8.    Kita terbagi menjadi dua jenis masyarakat
9.    Setiap warga mayarakat ditantang untuk mempertimbangkan secara hati-hati berbagai masalah kemasyarakatan beserta konsekuensinya.

III.   Sasaran Model STS
Tujuan STS adalah membantu individu agar:
1.      Mewaspadai kompleknya hubungan antara ilmu, teknologi, dan masyarakat.
2.      Lebih memahami dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh ilmu dan teknologi
3.      Mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat
4.      Lebih realistis ketika memproyeksikan masa depan
5.      Bekerja untuk kepentingan masa depan

IV.   Peran guru STS
a.         Guru ilmiah
Melakukan pengajarannya berdasarkan keyakinan-keyakinan dasar sebagai berikut:
1.    Perubahan bersifat eksponensial
2.    Perubahan ilmu dan teknologi menekankan perubahan sosial
3.    Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kejadian-kejadian di masa depan akan dapat dikendalikan
4.    Hamper semua masalah dapat dipecahkan dengan menciptakan teknologi yang lebih potnsial
5.    Dalam skala luas teknologi lebih efektif dan efisien
b.         Guru alternatif
Melakukan pengajarannya berdasarkan keyakinan-keyakinan dasar sebagai berikut:
1.                Perubahan terjadi pasang surut seperti yang kurva yang naik turun
2.                Perubahan individu mendahului perubahan social
3.                Perubahan disebabkan karena adanya imajinasi
4.    Perubahan itu terjadi karena adanya interaksi teknologi, budaya, moral, spiritual dan dorongan – dorongan yang bersifat evolusi
5.    Tujuan pendidikan adalah mendorong perubahan-perubahan individu dan masyarakat kea rah masa depan yang lebih baik dan bermoral.

V.       Proses STS
Erich Bloch direktur US National Science Foundaton menampilkan 7 langkah sebagai berikut:
1.         Menemukn fakta-fakta
2.         Menganalisa fakta-fakta
3.         Menentukan apakah kita cukup mengetahui atau tidak? ( apakah tersedia fakta yang cukup? Haruskah suatu keputusan diundurkan sampai terkumpul fakta-fakta yang memadai? ). Jika masih banyka fakta yang dibutuhkan, ulangi 1 dan 2 sampai gabungan fakta dapat dianalisa.
4.         Tentukan siapa yang dapat dipercaya untuk membuat keputusan yag “benar”
5.         Tentukan bagaimana proses mengambil keputusan
6.         Periksa setiap konsekuensi dari sudut pandang yang berbeda terhadap proses pengambilan keputusan
7.         Kembangkan strategi untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam kebijakan imu dan teknologi
Peter Rubba mengemukakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.         Kembangkan dasar-dasar STS yang kuat atau pengantar ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang yang diminati
2.         Periksa/teliti hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat sesuai dengan isu atau masalah yang sedang dipelajari
3.         Periksa/teliti tanggungjawab-tanggugjawab moral yang terlibat dengan isu atau masalah yang sedang dipelajari
4.         Selidiki dan pertimbangkan berbagai alternatif pemecahan
5.         Pilihlah alternatif-alternatif yang paling diharapkan, paling mungkin dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral
6.         Kembangkan dan lakukan rencana kegiatan STS untuk memepengaruhi keputusan-keputusan dalam bidang yang cocok, seperti kewarganegaraan, konsumen, hokum, pisik, poitik,energi, lingkungan dan lain-lain.

VI. Kurikulum STS
Banyak kurikulum STS yang berkembang sekarang ini yang dapat kita temukan di berbagai sekolah atau Perguruan tingg di berbagai Negara. Akan tetapi ada beberapa cirri umum yang sama dari usaha kurikulum tersebut yaitu:
1.    Programnya diorganisir sekitar isu atau masalah social yang penting (seperti untuk tingkat yang lebih rendah adalah masalah local dan sederhana, untuk kelas atau tingkatan yang lebih tinggi adalah masalah-masalah global dan kompleks), dan bersifat inter disipliner.
2.    Materi tidak perlu “dikuasai secara tuntas, hanya materi yang merupakan keterampilan dasar saja yang perlu “dikuasai secara tuntas”, sebab materi tersebut lebih cenderung “diselidiki”ketika proses dan ketuntasan materi itupun hanya dalam batas “ingin mengetahui” saja terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan oleh isu tersebut.
3.    Peran guru adalah membantu memperjelas isu atau masalah dalam rangka membimbing proses penyelidikan (memisahkan fakta dari opini) sehingga bias dilakukan pengulasan terhadap isu dengan cermat yaitu dari berbagai pandangan yang berkonflik).
4.    Peran siswa adalah menyelidiki, menganalisa, mempertimbangkan dan memperdebatkan isu/masalah tersebut.
5.    Proses STS membutuhkan perencanaan yang terpadu dan kerjasama antara guru dengan siswa dan diantara par siswa sendiri.
6.    Evaluasi dilakukan terhadap siswa agar mereka menggunakan keterampilan berpikir tahap tinggi, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kritis analitis, pertimbangan-pertimbangan yang matang secara moral. Dalam evaluasi ini jarang ada jawaban yang mutlak benar atau mutlak salah, jawaban lebih bersifat jawaban kreatif yang didukung dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara materil dan moral lalu didokumentasikan.
7.    Bahan-bahan belajar mengajar bukan hanya sekedar buku sumber (teks-book) tetapi juga meliput dokumen-dokumen penting seperti surat kabar, majalah, tv, radio, hasil wawancara, penelitian dan lain-lain.
8.    Strategi mengajar yang utama adalah teknik bertanya tingkat tinggi, baik yang dilakukan oleh guru maupun yang dilakukan oleh siswa dalam rangka melakukan penyelidikan masa depan.
9.    Proses STS harus melibatkan imajinasi, perencanaan, dan merealisasikan berbagai alternative yang dikehendaki secara moral berdasarkan pemahaman masa lalu dan masa kini.
10.               Proses  STS sebaiknya menekankan perkembangan “keterampilan belajar” tahap tinggi, seperti:
·         Mengamati
·         Mengetes
·         Menganalisa
·         Merancaang
·         Memvisualisasi
·         Memodelkan
·         Menghitung
·         Menciptakan
·         Mengkomunikasikan
·         Mengelola
·         Pengambilan keputusan
·         Mengukur
·         Pemecahan masalah
·         Meramal
·         Mempertanyakan
·         Mendiagramkan
·         Menghipotesis
·         Menggrafikkan
·         Menafsirkan data
·         Mencobakan
·         Mengkontruksi model
·         Mengkritik
·         Mempertimbangkan
·         Memperhitungkan

     Kurikulum STS ini biasanya terdiri dari serangkaian unit pelajaran dengan judul seperti berikut:
·           Teknologi dan nilai
·           Lingkungan manusia
·           Teknologi dan kebebasan
·           Etika dan teknologi
·           Teknologi dan kondisi kemanusiaan
·           Pertanggungjawaban dan kemanusiaan
·           Menciptakan masa depan masyarakat
·           Teknologi dalam sastra
·           Saling ketergantungan global
·           Mesin dan kemanusiaan’MAanusia dan perjuangan hidupnya
·           Bumi sebagai pesawat ruang angkassa
·           Dan lain-lain
Tentu saja setiap unit memusatkan perhatian pada isu-isu ilmu pengetahuan dan teknologi yang terpilih dan erat pengaruhnya terhadap masyarakat. Melalui penyelidikan-penyelidikan yang seksama terhadap isu tersebut, para siswa didorong untuk membuat keputusan yang matang secara moral dan dapat dipercaya, sehingga mengurangi konsekuensi negative dan meningkatkan konsekuensi positif bagi sebagian besar manusia.
Secara umum, usaha kurikulum melakukan upaya untuk melihat hubungan antara terobosan ilmu pengetahuan, kemajuan dalam bidang teknologi dihubungkan dengan kondisi manusia yang bersifat ideologis dan sosiologis, yang dilukiskan dalam diagram di bawah ini.
 









VII. Strategi Mengajar STS
     Kelas STS umumnya diorganisir dalam kelompok kecil atau individual disesuaikan dengan topik penelitian sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pertama-tama siswa mengumpulkan data pendahuluan yang berhubungan dengan aspek-aspek teknologi dan social sehubungan dengan masalah yang dibahas, lalu membuat pertanyaan penelitian atau hipotesa, lalu mengumpulkan dan menganalisa data yang lebih mendetail, dengan data atau menjawab pertanyaan penelitian, akhirnya membuat kesimpulan dalam bentuk generalisasi.
Dibawah ini akan ditampilkan berbagai topik disertai beberapa contoh pertanyaan pendahuluan yang memungkinkan untuk melibatkan siswa pada proses STS.
UNTUK SISWA SLTA ATAU UNIVERSITAS
TOPIK
PERTANYAAN PENDAHULUAN
Keamanan Nasional
·         Mampukah TNI dan Polisi menghadapi disintegrasi/pemisahan wilayah dari Negara RI?
·         Apakah konsekensi positif dan negative dicabutnya doktrin dwifungsi ABRI?
·         Perlukah adanya kerjasama militer di kawasan ASEAN?
·         Bagaimanakah sikap RI menghadapi politik luar negeri Australia?
·         Haruskah Negara Indonesia membangun industry senjata yang modern?
·         Apakah konsekuensi positif dan negative wilayah ASEAN sebagai daerah bebas Nuklir?
Perkembangan Sumber Daya Alam
·         Sampai sejauh manakah perkembangan Nasional RI tergantung dari hasil eksploitasi sumber-sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui?
·         Sampai sejauh manakah kontraktor asing diberi peluang kontrak eksplotasi Sumber Daya Alam RI?
·         Bagaimanakan upaya yang harus dilakukan agar Negara, daerah dan kontraktor asing sama-sama merasa diuntungkan dengan eksploitasi sumber daya alam tersebut? (baca  artikel pada bab ini)
·         Sampai sejauh manakah rakyat/DPR atau lemabaga-lembaga masyarakat dilibatkan dalam memutuskan pengeksplotasian sumber-sumber kekayaan alam?
·         Bagaimanakah upaya-upaya yang harus dilakukan agar sumber-sumber kekayaan alam tersebut bias dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama?
Produksi makanan dan pendistribusiannya
·         Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan RI dalam menciptakan swasembada pangan (beras, kedelai, jagung, gandum, dan sebagainya)
·         Produk bahan pangan apakah yang harus jadi andalan RI dilihat dalam peta kemampuan produksi ASEAN?
·         Mengapa diantara Negara ASEAN ada yang swasembada pangan sementara di Negara lain merasa kekurangan?
·         Bagaimana tanggungjawab diantara Negara ASEAN dalam emmenuhi kebutuhan pangan masing-masing Negara?
·         Apakah tanggung jawab RI dan Negara ASEAN lainnya terhadap rakyat Ethiopia yang kelaparan akibat pemerintahan yang korup, kekeringan dan perampokan?

UNTUK SISWA SLTP
TOPIK
PERTANYAAN PENDAHULUAN
Keamanan
·         Apakah peran polisi dan TNI dalam memberika perlindungan terhadap rakyat dari kejahatan?
·         Berapa banyak wewenang yang harus dimiliki TNI dan atau Polisi dalam menerapkan peerlindungan untuk warga kota Bandung?
·         Sejauh manakah kegiatan warga masyarakat untuk melindungi dirinya dari kejahatan?
·         Berapakah anggaran yang harus dikeluarkan untuk mendukung kegiatan polisi dalam menjamin keamanan daerah? (dari pusat, dari propinsi dan dari kabupaten)
·         Apakah perlindungan di daerah merupakan merupakan tanggung jawab nasional, propinsi atau daerah setempat?
·         Masalah apakah yang akan timbul bila warga setempat diberi wewenang penuh untuk mengamankan wilayah dan miliknya?
·         Apakah masalah yang terjadi dalam bidang keamanan di sekolah kita?
·         Bagaimana cara kita membantu agar sekolah kita jadi aman?
·         Bagaimanakah pengaruh obat-obatan terhadap keamanan di lingkungan dan sekolah kita?
Sumber Kekayaan Alam
·         Negara kita merupakan Negara penghasil kayu berkualitas dan membutuhkan dana untuk pembangunan, bagaimana cara memanfaatkan kayu tersebut?
·         Apakah yang terjadi di Negara tetangga tentang pengelolaan sumber-sumber alamnya? ( baca artikel dalam bab ini)
·         Bagaimana situasi industry perkayuan di Negara RI?
·         Masalah apakah yang timbul akibat industry perkayuan di Negara RI?
·         Apakah upaya-upaya pemerintah dalam melakukan penghutanan kembali?
·         Apa yang dapat kita lakukan di sekolah kita untuk mendukung penghijauan atau penghutanan kembali?

Produksi dan Pendistribusian makanan
·         Apakah permasalahan pokok produksi pangan di Jawa Barat? (kekeringan, banjir, pupuk, luas lahan, harga dasar dan lain-lain)
·         Sampai sejauh manakah para petani bias memenuhi kebutuhan dirinya dan dapat mendukung swamsembada pangan?
·         Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan agar petani merasa untung sementara harga pangan terjangkau oleh rakyat banyak?
·         Bagaimana cara yang harus dilakukan agar produksi pangan lebih meningkat?
·         Bagaimana cara yang harus ditempuh agar harga pangan dan penyediaan pangan disetiap pulau merata?
·         Apakah sebabnya bahwa makanan/pangan di daerah atau pulau tertentu langka/mahal, bagaimana cara menanggulanginya?
·         Bagaimana pengaruh penggunaan insektisida terhadap produksi pangan dan pelestarian lingkungan?

     Dari contoh topik-topik tersebut, siswa/pembaca harus menggunakan salah satu STS yang disarankan untuk menemukan fakta-fakta yang mendukungnya, baik fakta yang berbentuk teknologi, kemanusiaan, politik, ekonomi, budaya, militer dan sebagainya. Lalu dari fakta-fakta tersebut mengembangkan berbagai alternative pemecahan baik berupa hipotesa maupun pertanyaan penelitian, setelah itu mengembangkan kemungkinan konsekuensi dan tahap alternatif pemecahan dengan pertimbangan-pertimbangan moral yang dilandasi etika kemanusiaan, Pancasila, agama atau nilai-nilai luhur lainnya, setelah itu mempertimbangkan proses pembuatan kebijaksanaan untuk kepentingan masa depan yang secara moral bersifat etis, lalu merancang strategi untuk mempengaruhi keputusan kebijaksanaan yang akan dilakukan oleh lembaga/personil yang berwenang dengan memperhatikan masa depan yang diinginkan.
Salah satu strategi yang sering digunakan dalam STS adalah “Future Invention” dalam hal ini siswa bekerja untuk menemukan masa depan yang diinginkan berdasarkan data-data yang diteliti dengan baik dihubungkan dengan topik tertentu. Dalam fase akhir, siswa merencanakan dengan akurat apa yang “akan” mereka lakukan 6 bulan berikutnya untuk merealisasikan tujuannya. Untuk melewati proses tersebut para siswa bias menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.
1.         Memilih topik.
2.         Memilih jenis karier (tujuan karier) di dalam topik tersebut.
3.         Meneliti topik tersebut sesuai dnegan criteria yang diterapkan dan menggambarkan situasi dari sudut pandang karier yang telah terseleksi.
4.         Meramalkan sasaran yang diinginkan untuk 10 tahun mandating.
5.         Menggambarkan sasaran-sasaran tersebut berdasarkaan istilah-istilah yang dapat diukur.
6.         Menetapkan perubahan-perubahan yang diharpkan untuk merealisasikan sasaran-sasaran tersebut.
7.         Menganalisa setiap perubahan dan memproyeksikan konsekuensi-konsekuensi positif dan negative untuk setiap perubahan.
8.         Mengembangkan rencana untuk 5 tahun dalam rangka menyelesaikan salah satu perubahan tersebut, dan menggambarkan peran anda dalam membantu mencapai setiap sasaran.
9.         Siapkan waktu 6 bulan untuk mengevaluasi peran actual anda dalam membawa perubahan kaearah masa depan yang lebih diinginkan.
Proses “Future Invention” akan digambarkan lebih terperinci pada kegiatan/diakhir bab ini.
Untuk membantu para siswa memikirkan masa depan di bawah ini akan ditampilkan diagram “Human Extender” yang dapat digunakan untuk menstimulasi pikiran. Kita sekarang berada dalam dunia layanan sibernetik, silicon, dan informasi. Digram tersebut sedikitnya menggambarkan kemajuan manusia dari waktu ke waktudalam menampilkan tugas tertentu.
Kemajuan teknologi pada item-item tersebut ditelusuri sejak 3-4 juta tahun yang lalu sampai pertengahan abad 20 tahun masa yang akan dating dari sekarang. Pada setiap tahap, perubahan yang disebabkan kemajuan teknologi telah tumbuh semakin kompleks dan perubahan tersebut berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik terhadap sifat kehidupannya maupunn terhadap nilai yang dipegangnya. Sedangkan perubahan tersebut dirasakan semakin cepat.
Apa yang akan terjadi pada 10 – 15 tahun mendatang? Sampai sejauh manakah kapasitas manusia untuk menyerap perubahan yang mempengaruhi susunan dasar kehidupan? Sampai sejauhmanakah teknologi bias atau seharusnya berkembang? Karena “Human Extender” semakin canggih dan membuat keputusan harian yang semakin canggih pula, sampai batas manakah manusia akan menghentikan keputusannya? Kita menyadari, melalui teknologi manusia telah menciptakan extender-extender fisik yang sangat maju, ia telaah membuat dirinya lebih kuat, dengan bantuan Derek ia dapat mengangkat puluhan ton baja, ia mampu membawa beban yang berat dalam jarak yang cukup jauh dengan bantuan Truk, ia dapat berekreasi ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa.
Perkembangan “Human Extender” di Negara Maju
3-4 Juta Tahun Lalu
3000-4000 Tahun lalu
300-400 Tahun lalu
30—40 Tahun lalu
15-20 Tahun
Dari Alam
Kerja Tangan
Mekanisasi
Sibernetik
Intelegensi Buatan
Batu
Perunggu/Besi
Baja
Silikon
Bio Protein
Nomaden
Pertanian/Perdagangan
Produksi
Jasa/Informasi
Otak Dunia
Individual/kelompok
Lokal
Antar Negara
Internasional/Dunia
Global
Komunikasi Dasar
Sistem Bahasa/Angka
Sistem Komunikasi
Pemprosesan Angka
 


Pemprosesan Kata
Pemrosesan Informasi
 


Pemrosesan Fikiran
Alat-alat yang ditemukan di Alam
Alat-alat primitive yang ditemukan mnusia dan mesin yang digerakkan energi Alam
Mesin-mesin kompleks dan alat yang digerakkan oleh energy yang dibuat/diciptakan
Mesin-mesin yang dapat diprogram dan digerakkan oleh energy buatan
Mesin-mesin berfikir dengan sumber energi yaang dapat di hasilkannya sendiri
Perluasan-perluasan fisik

Perluasan Mental
Perluasan Fikiran ??


Perluasan-perluasan Perasaan


 





     Manusia juga telah menciptakan extender-extender pikiran yang sangat maju, dengan computer generasi 1 dia dapat memproses angka, dengan computer generasi 2 dia dapat memproses kata, dan computer generasi ke 3 dia dapat memproses informasi, sebentar lagi akan muncul computer generasi ke 4 yang akan memproses pikiran dan sekarang masih dalam tahap eksperimen dengan chip-chip kompputer bio-protein yaitu chip yang dibuat dari bahan dasar makhluk hidup yang dapat mempormulasi kembali dirinya sendiri ketika tugas-tugas baru di sampaikan.
Extender-extender perasaan atau emosional sedang disempurnakan dengan cepat diantaranya untuk kepentingan mengatasi depresi dan mempertingg rasa senang atau menimbulkan rasa kebaikan. Apakah manusia memang benar-benar membutuhkan alat seperti itu? Sampai pada batas manakah kita akan tetap sebagai manusia? Sampai batas manakah kita tidak dianggap lagi sebagai manusia? Apakah dasar-dasar kemanusiaan kita?
STS Future adalah model Pendidikan Nilai yang berusaha membantu siswa untuk waspada dan tanggap terhadaop posisi dirinya dalam hubungannya dengan teknologi yang sedang berubah, dan membantu siswa untuk menstimulasi pikirannya sehingga produktif, kreatif dan matang secara moral dalam memahami dimana posisi kita, mau kemana kita pergi dan bagaimana cara kita sampai kesana?

LEMBAR KEGIATAN 1
Future Invention
(Rekayasa Masa Depan)

            Proses ini dapat disesuaikan untuk tiap tingkatan, paling tidak untuk tingkat SLTP ke atas. Proses yang mirip sering pula digunakan dalam dunia bisnis dan industry dan lembaga-klembaga pendidikan untuk menetapkan tujuan dan sasaran jangka panjangnya.
Proses ini akan berjalan dengan baik apabila setiap individu yang menjadi partisipan memberikan respon kepada setiap langkah dan kemudian mendiskusikannya dnegan anggota lain dalam kelompok kecil (sekitar 4-5 orang).
Future Invention didasarkan pada premis sebagai berikut.
1.        Kita dapat dan harus mempengaruhi asa depan, bila tdak maka kita akan jadi korban masa depan dan diatur orang lain yang mungkin tidak kita inginkan.
2.        Setiap individu mampu mempengaruhi masa depan tetapi memerlukan perencanaan yang cermat terhadap setiap konsekuensi dari berbagai alternative yang tersedia (positif maupun negative)
3.        Setiap warga mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral untuk mempengaruhi masa depan kearah alternative yang diinginkan damn menguntungkan bagi kemanusiaan.
Lembaran tanggapan dibawah ini tidak akan mencukupi untuk mengerjakan lembaran kegiatan I, oleh karena itu diharapkan anda menyiiapkan kertas tersendiri untuk mengerjakannya, kerjakanlah bersama teman anda!
Langkah 1
            Identifikasi pokok permasalahan atau topik yang anda minati untuk dibahas sehubungan dengan kepentingan umum, seperti pendidikan, kesehatan, perkembangan ekonomi dan lain-lain.

Topik
____________________________________________________________________
(misalnya pendidikan)

Langkah 2
             Dari pokok permasalahan atau topik yang dipilih, tentukanlah jenis karier yang anda inginkan, dan tetapkanlah posisi yang anda harapkan pada karier yang anda pilih untuk masa 15 tahun mendatang.
Jadi guru sejarah di SMU, atau menjadi kepala sekolah di salah satu SMU Ngeri di Kodya Bandung atau menjadi Kepala Kanwil Diknas Kabupaten, atau menjadi Menteri Pendidikan Nasional.
            Apakah pilihan anda tersebut realistis?
            Untuk menetapkan/memilih karier, gunakanlah diagram dibawah ini.

APA YANG SAYA INGINKAN DALAM HIDUP INI
Pada setiap item, tulislah pertanyaan singkat tentangg apa yang anda ingin capai dalam waktu 15 tahun
ITEM
APA YANG INGIN SAYA CAPAI
Keinginan dalam bidang ekonomi
:
Keinginan dalam gaya hidup
:
Keinginan dalam prestise
:
Keinginan dalam keluarga
:
Keinginan dalam membantu orang lain
:
Keinginan dalam perumahan
:
Kota yang ingin anda tempati
:
Dan lain-lain
:

            Analisa keinginan-keinginan anda tersebut, dan pilihlah yang menjadi prioritas, keinginan mana yang paling penting bagi anda? Dan keinginan mana yang layak anda tanda? Apakah anda konsisten dengan pilihan keinginan anda? (misalnya saja keinginan dalam bdang ekonomi akan membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mewujudkannya, hal ini harus dipertimbangkan dengan keinginan dalam bidang keluarga yang sama-sama membutuhkan waktu yang banyak pula)

Pilihlah posisi karier anda berdasarkan hasil analisa anda!
Posisi karier yang dipilih
____________________________________________________________________
(Dosen UPI Bandung misalnya)

Langkah 3
            Berdasarkan peran yang dipilih, telitihlah topik tersebut (dosen UPI Bandung) berdasarkan deskripsi situasi saat ini.
  • Berapa banyak siswa SMU yang masuk/diterima di UPI (dari Jawa Barat atau dari propinsi lain)
  • Berapa banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan studinya di UPI tiap tahun
  • Berapa banyak lulusan UPI yang nilainya memenuhi syarat untuk menjadi dosen.
·         Berapa banyak lulusan UPI yang nilainya memenuhi syarat menjadi dosen dapat diterima menjadi dosen di UPI tiap tahun.
·         Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk menjadi dosen baru di UPI tiap tahun.
·         Apakah menjadi dosen UPI memiliki jaminan ekonomi yang cukup untuk hidup saya?
·         Apakah menjadi dosen UPI akan menjadikan saya memiliki harga diri yang baik?
·         Bagaimanakah pandangan-pandangan masyarakat terhadap lulusan UPI
-          Mendiknas
-          Rektor  UPI
-          Rektor ITB
-          Kankanwil Jabar
-          Pemd dan lain-lain
·           Apa yang harus dipersiakan oleh siswa SMU bila ingin menjadi mahasiswa UPI
·           Apakah yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa UPI bila ingin menjadi dosen di UPI
·           Apakah konsekuensi positif dan negatifnya bila saya memilih karier menjadi dosen UPI
Kriteria anda untuk mencapai posisi karier
:

Langkah 4
            Pertahankanlah cita-cita yang diinginkan untuk dicapai dalam waktu 10-15 tahun mendatang. Sebagai contoh dalam criteria yang anda tetapkan di atas, berapa banyak sebaiknya penerimaan dosen di UPI setiap tahun? Bagaimana sebaiknya mereka dipersiapkan? Kemanakah seharusnya siswa SMU bila ingin menjadi dosen di UPI? Persiapan ujian EBTANAS seperti apakah yang harus dipersiapkan oleh siswa SMU bila cita-cita seperti itu ingindicapai? Biarkanlah imajinasi anda menjelajahi bidang tersebut, berfikirlah secara kreatif, bebas dan kosntruktif, anda jangan mundur untuk mencapai cita-cita tersebut karena kendala atau halangan ekonomi, politik atau sosial.
            Apakah yang anda inginkan secara moral untuk dicapai dalam kurun waktu 10-15 tahun kedepan?
Jika anda merasa kesulitan berpikir kreatif (kendala ini biasa dihadapi kebanyakan orang) gunakanlah latihan singkat di bawah ini pada kegiatan 5. Mudah-mudahan dapat membantu sehingga disadari tidak perlu harus berpikir konvensional, banyak cara untuk menghadapi kehidupan masa yang akan datanguntuk memcahkan masalah yang akan kita hadapi.
Peliharalah cita-cita/tujuan


Langkah 5
            Ambillah salah satu tujuan yang diharapkan, dan daftarkanlah ciri-ciri yang menggambarkan tujuan tersebut dalam istilah/pertanyaan yang dapat terukur.
Tujuan

Karakteristik yang dapat diukur
1.
2.
3.
Langkah 6
Analisislah cirri-ciri tujuan tersebut dan tentukan apa yang harus diubah (dalam pengertian sumber kemanusiaan, ekonomi, filsafat hidup, agama, kebijaksanaan, dan lain-lain) agar setiap cirri tujuan tersebut dapat diwujudkan.
Tujuan yang dikehandaki dari karakteristik tujuan


Bidang yang diubah (ekonomi, kebijaksanaan dan lain-lain)
Sifat Perubahan
1.
2.
3.
1.
2.
3.

Langkah 7
            Analisa setiap perubahan. Apakah konsekuensi positif dan negatif setiap perubahan dihubungkan dengan cita-cita menjadi dosen UPI? Bagaiaman konsekuensi perubahan tersebut terhadap sosial atau  ekonomi?  Misalnya saja dengan meningkatkan dana untuk mempersiapkan kandidat calon dosen apakah akan mengganggu alokasi lain? Masalah apa yang mungkin timbul bila ada relokasi untuk pembinaan calon dosen terhadap program lainnya?

Perubahan
Konsekuensi
Positif
Negatif
1.
2.
3.




Langkah 8
            Piihlah salahsatu bidang yang diubah dan kembangkanlah rencana kegiatan 5 tahun kedepan untuk mempengaruhi arah perubahan tersebut kearah mas depan yang lebih diinginkan. Mulailah dengan menetapkan sasaran yang akan diselesaikan 5 tahun yang akan datangdan tetapkanlah peran anda dalm membantu merealisasikan sasaran tersebut, lalu tetapka sasaran yang akan dicapai dalam 4 tahun dan bagaimana peran anda? Kemudian tetapkan sasaran 3 tahun, sasaran 2 tahun dan sasaran 1 tahun dan peran anda dalam mencapai sasaran tersebut sejak sekarang akhirnya tetapkan sasaran yang akan dicapai dalam 6 bulan kedepan untuk memeulai pencapaian sasaran 5 tahun tersebut.
Gambarlah dengan cermat apa yang akan anda lakukan!
Masa Depan
Sasaran
Peran Saya
5 tahun
4 tahun
3 tahun
2 tahun
1 tahun
0 tahun



Langkah 9
            Buatlah catatan untuk 6 bulan mendatang, evaluasi peran anda untuk membantu merealisasikan sasaran 6 ulan pertama!

LEMBARAN KEGIATAN 2
Dilema Masa Depan 1

Bacalah skenario di bawah ini dan jawablah pertanyaan yang menyertainya. Anda dapat mengerjakannya bersama dengan teman anda.
Manusia memiliki teknologi untuk memproduksi lebih dari 50% organ tubuhnya yang dapat menghasilkan sama baiknya atau bahkan lebih baik dari organ aslinya. Pada tahun 2000 ini, produksi organ tubuh buatan ini akan mencapai 70-80%, bahkan akan menghasilkan bagian otak, sistem syaraf dn sistem reproduksi.
Pertanyaan-pertanyaan (pertimbangan implikasi moral dan hokum dari setiap pertanyaan tersebut)
1.    Sampai batas manakah kita dapat disebut manusia?
     Berapa persenkah organ tubuh buatan dapat menggantikan organ tubuh asli sehingga seseorang masih diaggap pribadi sebelumnya?
2.    Bermoralkah seseorang yang menciptakan “pribadi yang berbeda”?
3.    Jika seorang bayi dilahirkan dengan sistem reproduksi yang tidak seperti “biasanya”, siapaka orangtua si bayi tersebut jika:
a.    Bayi tersebut merupakan hasil “transplantasi” (pemindahan sperma oranglain di kandung oleh seorang ibu)?
b.    Bayi tersebut merupakan hasil benih yang dibuat di laboratorium? (dikandung dalam rahim ibu)?
c.    Bayi tersebut merupakan hasil benih buatan yang dikandung dalam tabung (di lur si ibu)?
4.    Banyak ahli biogenetik yang meramalkan bahwa kita akan mampu meregenerasi kaki dan tangan yang rusak dalam tahun-tahun sekarang ini.
a.    Apabila kita meregenerasi bagian tubuh kita, apakah kita masih merupakan pribadi yang sama?
b.    Bila kita menggunakan bagian tubuh orang lain dan disatukan ke badan kita dengan cara pengoperasian, siapakah kita? (pribadi kita, dua pribadi yang menjadi satu atau menjadi  pribadi orang lain)?
5.    Pertanyaan-pertanyaan apakah yang mungkin timbul apabila organ tubuh yang diganti itu adalah otak manusia?
     Buatlah daftar pertanyaan sendiri!
6.    Ambillah aspek lain dari topic ini dan kembangkan pertanyan-pertanyaan yang sesuai dengan aspek tersebut!



LEMBAR KEGIATAN 3
Dilema STS 3

1.        Buatlah scenario dalam artikel yang berjudul “Pertambangan merusak Pulau Nauru di Pasifik” di bawah nanti!
2.        Gunakanlah proses STS dari Rubba atau Bloch untuk membahas situasi tersebut di sesuaikan dengan kondisi di Indoensia.
       Ikutilah langkah-langkahnya seketat mungkin sehingga pengalaman anda akan bertambah sebelum menggunakan model ini untuk kepentingan kelas anda.
3.        Dapatkah anda melaksanakan langkah terakhir yaitu tahap rencana tindakan/implementasi untuk diri sendiri dan bagaiamana peran yang mungkin anda lakukan untuk memecahkan maslaah yang ada di Indonesia. Nyatakan komitmen anda dengan jelas dan gunakanlah lembaran berikut untuk merencanakan aktivitas anda.

Lembar Perencanaan
Saya bermaksud untuk :   

Tugas spesifik
Waktu Penyelesaian
(Hari/tanggal/bulan/tahun)
Orang yang Terlibat
(Nama/jabatan)
1.
2.
3.
4.
5.
6.




                    
                     Pertambangan Merusak Pulau Naura di Pasific
Artikel Compass 1987 oleh GK. Nasir

NAURU: delapan puluh tahun lamanya perkembangan fosfat di Pulau Nauru Pasifik Selatan telah menjadikan kaya 5000 penduduk pulau kecil tersebut.
Ekspor fosfat Nauru akhir-akhir ini telah meningkatkan GNP $6400 perkapita pertahun, kira-kira sama dengan Oman, Hongkong dan Itali.
Tetapi pertambangan itu telah merusak seluas 8,2 mil persegi (21,3 km persegi) dari luas seluruh karang 26 mil (42 km) yang ada di selatan khatulistiwa, dan sekarang pemerintahnya menghadapi biaya perbaikan sebesar 1 triliyun dolar.
Lebih dari 5,5 mil persegi (14 km persegi) Naura menjadi tandus yang merusak bekas terowongan pertambangan dengan kedalaman antara 15-65 kaki (-20 meter).
Cadangan fosfat diperkirakan habis tahun 1995 dan pulau ini akan kehilangan sumber income utamanya. Pemerintahnya berharap menggantikan pertambangan dengan pertanian, akan tetapi mereka tidak mampu merehabilitas tananhya.
Berdasarkan hasil studi kelayakan akhir-akhir ini, biaya untuk menimbun terowongan bekas galian itu dengan tanah dan pasir impor setidaknya akan menelan biaya $240 juta .
Lahan lainnya di Naura itu subur berada di pesisir yang mengelilingi pulau tersebut dan lebarnya beragam antara 150-300 yard.
Naura tidak memiliki Ibu kota atau kota utama dan penduduknyamenyebar sepanjang garis pesisir, menyelip diantara lautan dan karang terjal setinggi 200 kaki (60 meter).
Di atas karang-karan terjal tersebut merupakan pusat dataran tinggi, selama berabad-abad kotoran burung telah bercampur dengan karang untuk membentuk batuan yang 90% berisi kapur fosfat, suatu pupuk yang amat berharga.
Pemerintah telah menghimbau negara-negarayang terlibat dalam pertambangan selama 8 dekade lalu, supaya bersama-sama menanggung biaya rhabilitasi, tetapi ikabarkan hanya sedikit sekali mendapat tanggapan. Negara-negara tersebut adalah Australia, Inggris, jerman Jepang dan Selandia Baru. Dikabarkan hanya Jepang yang menaruh “sejumlah simpati”.
Alternative:
Naura, sebelah timur Papua New Guinea dan sebelah utara kepulauan Salomon, ditemukan oleh Pelaut barat pada tahun 1978 dan diduduki Jerman pada tahun 1888.
Bangsa Jerman menemukan pertambangan fosfat pada tahun 1907 dan berlangsung hingga tahun 1913, nilai fosfat yang diangkut ke Eropa sebesar £945.000  dan bangsa Nauru dibayar sekitar setengah peni untuk setiap ton nya.
Pada saat pecah Perang Dunia ke 1 tahun 1914, Jerman menyerahkan pesemakmuran sebagai bagian dari Kerajaan Inggris.
Pulau ini ditempati Jepang pada Perang Dunia ke II dan mulai tahun 1947 samapi merdeka tahun 1968. Nura dikelola melalui perjanjian territorial anatara Australia, Inggris dan Selandia Baru.
Pertambangan fosfat dalam skala besar di daratan tinggi Naura dimulai tahun 1920 oleh The British Phospate Corporation (BPC) yang dioperasikan oleh 3 kekuatan persekutuan tersebut. Dalam 80 tahun yang lalu, lebih dari 75 ton telah ditambang dan diekspor besar-besaran ke Australia, Selandia baru dan Jepang.
Dalam upaya mencari alternative setelah habisnya fosfat di tahun 1995, 18 orang anggota Parlemen Naura telah membentuk komisi khusus untuk menyelidiki perehabilitasian pulau tersebut dan pendirian pertanian.
Komisi tersebut dibantu oleh seorang ahli Australia Prof. Barry Comel dari Manash University di Mealbourne. Menurut Connel, hanya Jepang yang telah menawarkan pemberian antuan untuk memperbaiki pulau yang terkuras tersebut.
“Bangsa Australia mengharapkan masalah tersebut tidk menjadi masalahnya, sementara Inggris nampaknya tidak bermaksud mengeluarkan uang satu sen pun meskipun Selandia Baru telah menunjukkan sedikit simpati, saya kira mereka tidak akan memberikan bantuan keuangan”, katanya.
Dia berkata bahwa komisi yang terdiri dari tiga orang itu boleh menggunakan catatan-catatan Jerman mengenai pertambangan fosfat dari tahun 1907-1913, akan tetapi prsoalannya berbenturan dengan pembagian/pemisahan bangsa tersebut setelah Perang Dunia II (Jerman Barat dan Jerman Timur).
Bila peehabilitasian ke Pemerintah Naura,”tetapi bukan hal sederhana pengapalan tanah yang berharga jutaan dolar”.
Para ahli ekonomi berpendapat   bila Naura mengupayakan sendiri peehabilitasian tersebut biayanya akan menghabiskan seluruh investasi luar negeri mereka, investasi tersebut akan menjadi sumber sangat berharg ketika fosfat sudah terkuras habis.
Standar kehidupan
Sumber pemasukan Nauru lainya hanyalah pelayaran dan penerbangan asing.
Penerbangan Nauru mengadakan jaringan kerjasama regional untuk jarak jauh yang meliputi Australia, Hongkong, Filipina, dan Taiwan, sedangkan jalur pelayanan Naura Pasifik melayani ke Australia, Jepang dan pelabuhan bagian barat Amerika.
Decade income pertambangan memberikan standar kehidpan, pelayanan sosial dan kesejahteraan yang tinggi untuk penduduk asli Naura. Perumahan gratis dan tidak ada pajak.
Kebanyakan income dari fosfat telah digunakan untuk biaya pendidikan dan kesehatan, khususnya setelah Nauru menghetikan BPC dan Nauru Phosphate Corporation mengambil alih kendali industry tersebut pada Juli 1970.
Sekolah adalah wajib bagi anak usia 6 sampai 16 tahun dan jumlah yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan pendidikan kejuruan meningkat, terutama di Australia, Selandia Baru dan Fiji.
Naura memiliki seorang dokter untuk setiap 700 orang dan memiliki satu tempat tidur rumah sakit untuk setiap 34 orang dan memiliki satu radio penerima untuk tiap 16 orang dan memiliki setengah lusin bioskop.
Pada awal tahun 1960-an Australia menyarankan bangsa Naura untuk meninggalkan pulaunya dan menawarkan kepulauan Curtis Australia di Pelabuhan Quessland kira-kira 300 mil (480 km) utara Brisbane.
Negara –negara anggota BPC menawarkan pembiayaan penuh permukiman kembali itu, ettapi bangsa Naura menolak tawaran itu ketika pemerintah Canbera menolak memberikan kemerdekaan kepada mereka di kepulauan Curtis trsebut.
Berkata salah seorang anggota Parlemen Naura “Bangsa Naura adalah suatu ras yang mempunyai kebanggan, kami ingin memelihara identifikasi nasional kami dan tinggal dimana kami beraada”.
Berdasarkan perkiraan Bank Dunia, populasi asli naura akan berjumlah dua kali lipat pada tahun 2010. Bila hanya alternative pengembangan pertambangan fosfat saja, maka perekonomian pulau ini akan merosot setengahnya dan standar kehidupan akan menurun secara drastis.

                                                            GK. Nair adalah Jurnalis Freelance
                                                            Yang menulis perosalan Pasifik Selatan


LEMBAR KEGIATAN 4
Dilema STS Future 3

1.      Bacalah scenario di bawah ini, diskusikan pertanyaannya dengan sekelompok teman!
Setiap hari ilmuwan menemukan obat baru yang menjanjikan kemanfaatannya bagi umat manusia. Pertimbangkan konsekuensi-konsekuensi dari jenis obat  tersebut dengan teliti.
Ada obat yang akan memperpanjang masa hidup manusia tanpa efek negatif di masa tuanya, paling tidak akan menambah 25 tahun.

2.      Obat tersebut telah disempurnakan akan tetapi sangat mahal harganya dan hanya bisa diproduksi dalam jumlah terbatas (2 dosis setiap tahun).
Siapakah yang mendapat priorotas untuk mendapatkan obat tersebut (pemimin politik, olahragawan, ilmuwan, pemimpin perusahaan, bisnisman, orang yang dapat membayar paling mahal, tokoh agama)?
Adakah cara yang lebih adil untuk memutuskannya?
Bila ada sebagai pemilik yang mengembangkan perusahaan obat tersebut, apa yang akan anda lakukan?

3.      Apanila obat tersebut akan diprouksi dalam jumlah yang besar dan harganya murah, apakah konsekuensi-konsekuensinya.
·      Positif atau negatif
·      Pada penyediaan lapangan
·      Pada suplai makanan
·      Pada penyediaan permukiman
·      Pada masalah kependudukan
·      Pengaruhnya pada generasi muda
Bila anda sebagai pemilik perusahaan yang mengebangkan obat tersebut, dan bisa diprodukasi dalam jumlah yang banyak dengan biaya murah apa yang akan anda laukan?
Apa yang akan anda lakukan bila anda sebagai ilmuwan yang menemukan obat tersebut dan tidak setuju dengan kebijaksanaan pimpinan perusahan dimana anda bekerja?

Post a Comment for "Model Science, Technology And Society (STS)"