Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Mengubah Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin


Hallo guys, sudahkah kita bersyukur saat ini ? jika belum mari sejenak untuk merenung dan bersyukur atas apa yang sudah dan sedang kita jalani.
Tulisanku sudah lama tak muncul di blog pengetahuanku13, ada yang tahu ngga kenapa ? alasannya bukan lagi sibuk ataupun sedang banyak gangguan, melainkan males. Yaa males itulah sifat yang sedang menggerogoti pikiran, perasaan dan fisikku, entah kenapa tiga minggu terakhir ini bawaanya enggan untuk menulis, jangankan menulis, membuka leptop saja males hehe, ngga usah di tiru sifat burukku itu yah . . .
Kali ini aku akan mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan, dan siapa tahu teman-teman juga merasakannya.
Okeh, aku mau bertanya nih ? pernah ngga sih kalian punya mimpi, cita-cita, harapan atau apapun deh itu namanya, yang mimpi itu menurut kalian terlalu berlebihan bahkan tidak akan mungkin terjadi pada kehidupan nyata kalian ? jawabanku sih pernah, aku berharap semoga kalian tidak mengalami apa yang aku rasakan.
Sebentar lagi nih, kurang lebih 2 bulanan lagi, tepatnya pada bulan Agustus lah aku bakalan menjadi mahasiswa yang akan bergelut dengan dunia skripsi dan berhubungan dengan buku juga jurnal. Aku ngga pernah nyangka secepat inikah aku berjalan ? secepat inikah aku bisa berada di level ini ? astagpirullah, aku terlalu asyik menikmati dunia hingga kehidupan yang melaju pun tak terasa bergulir. Sejak pertama kali aku menyandang status mahasiswa, banyak sekali berbagai hal yang menurutku itu mustahil terjadi padaku, tapi setelah aku mencoba, mengalami kegagalan lalu mencoba kembali, gagal lagi, sempat menyerah tapi ngga jadi, akhirnya aku mencoba kembali dan hasilnya terwujud. Terkadang banyak manusia yang memiliki potensi besar dalam dirinya tapi rasa percaya dirinya bernilai 0 ya untuk apa ? banyak juga orang tidak memiliki potensi apa-apa tapi rasa percaya dirinya terlalu berlebihan ya sama nilainya 0, lalu untuk mendapatkan nilai  di atas 0 harus bagaimana ? yaa perlu seimbang antara keduanya. Jadi pada waktu itu, aku satu-satunya orang yang anti untuk mengacungkan tangan pada saat di kelas, aku satu-satunya orang yang enggan untuk berbicara dihadapan teman-teman karena minder, takut, dan ngga percaya diri. Hingga saat aku menjalani hari-hari yang begini-begini saja, aku mulai merasakan jenuh, bahkan aku menangis tak hentinya setiap malam, aku berdoa agar bisa berbicara di hadapan teman-teman, agar tanganku ngga gemetar ketika mencoba mengacungkan tangan, jujur saja ya guys, sebuah ketidakmungkinan yang mendarah daging dengan pikiranku seketika berubah menjadi sesuatu hal yang mungkin terjadi padaku. Mungin terlihat aneh ya, di saat mimpi teman-temanku itu terlihat wow ada yang ingin menjadi pegawai bank, guru, dokter dan banyak lagi, sedangkan aku ? aku pada saat itu hanya memiliki satu harapan yang menurutku itu sangat besar yaitu agar aku bisa berbicara di depan banyak orang, dan tentunya percaya diri. Setelah aku melewati fase yang mengerikan seumur hidupku yaitu ditertawakan saat aku mengangkat tanganku, di ejek saat aku mulai berbicara dihapan teman-teman kelas, disanalah seketika terbesit bahwa mimpi itu tidak cukup di wujudkan melalui doa melainkan usaha keras tanpa batas dan tanpa lelah. Dari kejadian ini aku sadar bahwa dunia perkuliahan tak lagi sama dengan dunia putih abu, dimana kita di tuntut untuk mandiri, kerja keras, bertanggungjawab dan berani. Tidak ada yang tidak mungkin ketika kita berusaha untuk mewujudkannya menjadi mungkin. Aku tahu belajar itu dengan siapa saja, dan dimana saja tak terpaku dengan dinding kelas yang bersekat. Setelah aku mengalami kegagalan beberapi kali, akhirnya harapanku untuk bisa berbicara di depan umum terwujud, aku mampu berbicara dengan lancer saat diberikan amanah sebagai bagian bidang acara, aku mampu berbicara saat aku menjadi ketua pelaksana Diksarkop ke 26 dan beberapa kegiatan lainnya yang menuntutku harus banyak berbicara untuk berbagi ilmu. Terimakasih pengalaman.

Tasikmalaya, Juni 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Mengubah Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin"