Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Semesta yang Tak Pernah Marah, Ia Selalu Tabah dan Pasrah


Hidup bukan hanya tentang perjuangan, bukan hanya tentang perubahan pun bukan pula tentang pengorbanan, hidup melebihi dari itu, yang menuntut kita harus lebih kuat dari karang dilautan yang di hempas ombak juga angin. Terkadang dalam hidup kita dihadapkan pada ruang kebahagian, kesedihan, keceriaan, kegelisahan, kegundahan juga dihadapkan pada lingkup canda, tawa, suka, duka bahkan manis, pahitnya sebuah kehidupan. Itulah yang menandakan kita sebagai mahluk yang memiliki perasaan dan berbeda dari mahluk lainnya.
Ketika kita melakukan sesuatu hal yang menurut kita itu baik dan tepat, belum tentu menurut orang lain baik, hal itu yang perlu di perhatikan, akan tetapi sering kali kita mengharpkan apa yang menurut kita baik itu, dilakukan atau disetuji orang lain, padahal itu tidak bisa, kita tidak bisa memaksa kehendak orang lain, karena kadar baik dan buruk seseorang itu berbeda-beda.
 Saya bersyukur tuhan masih memberikanku nikmat untuk bernafas, melihat, berbicara, mendengar juga merasakan hal hal yang ada di sekitar. 21 tahun sudah saya lalui kehidupan yang masih sama, masih seperti ini tak ada perubahan, roda tak berputar, sampai aku berpikir untuk menyerah, pasrah menerima sebuah takdir. Tapi di sisi lain, saya mulai berpikir jika saya diam hanya menerima dan meratapi nasib kehidupan, maka tak ada bedanya saya dengan hewan peliharaan orang-orang, makan selalu bergantung pada sang pemelihara , jika sang pemelihara tak memberinya makan, maka yasudah hewan itu pun tak makan. Saya tak mau seperti itu. Maka berusahalah selama tenaga kita masih kuat untuk melakukannya. Berhenti untuk bergantung pada orang lain, karena tak ada gunanya dan pada akhirnya pun kita tetap akan berjalan sendiri, akan memiliki kehidupan masing-masing tanpa ditemani seorang sahabat, kerabat dekat sekalipun orangtua kita. 
Coba kita perhatikan semesta, lihatlah langit di atas sana. Tak pernah marah bukan? Meski kadang cuaca tiba-tiba mendung, panas terik, hujan disertai petir  bahkan hadirnya senja yang tak pernah menentu. Semesta begitu tabah dan setia pada bumi yang saat ini sedang kita tapaki, apa jadinya jika langit di atas terjatuh ke tanah ? mungkin kita pun akan musnah ? tapi sungguh luar biasanya langit, selalu sabar dan ikhlas apapun yang menimpa dirinya. Begitupun dengan kehidupan kita, cobalah mulai dari sekarang belajar dari hal-hal kecil yang sering kita jumpai, belajar untuk ikhlas pada sesuatu yang memang hanya sekedar mampir bukan untuk menetap, jangan memaksakan sesuatu hal yang bukan menjadi hak kita. Belajar untuk sabar meski orang-orang di sekitar mengambil hak kita, orang-orang disekitar kita mencela, mengejek bahkan mempermalukan kita, cukup berikan senyuman indah dan tetaplah dengan hati dingin. Begitu nano-nano nya kehidupan, karena tantangan kita dalam hidup bukan sekedar berjuang untuk sesuatu yang kita dambakan tapi kita perlu sabar dan berlapang dada dari sesuatu hal yang bukan tercipta untuk kita, baik itu rizki, karir bahkan jodoh.

Tasikmalaya, 20  Mei 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Semesta yang Tak Pernah Marah, Ia Selalu Tabah dan Pasrah"