Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Macam-Macam, Instrumen Penelitian Korelasi



1. Macam-Macam Penelitian Korelasi

a. Penelitian Hubungan
Penelitian hubungan, relasional, atau korelasi sederhana (seringkali hanya disebut korelasi saja) digunakan untuk menyelidiki hubungan antara hasil pengukuran terhadap dua variabel yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat atau derajat hubungan antara sepasang variabel (bivariat). Lebih lanjut, penelitian jenis ini seringkali menjadi bagian dari penelitian lain, yang dilakukan sebagai awal untuk proses penelitian lain yang kompleks. Misalnya, dalam penelitian korelasi multivariat yang meneliti hubungan beberapa variabel secara simultan pada umumnya selalu diawali dengan penelitian hubungan sederhana untuk melihat bagaimana masing-masing variabel tersebut berhubungan satu sama lain secara berpasangan.
Dalam penelitian korelasi sederhana ini hubungan antar variabel tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. Nilai koofisien  korelasi merupakn suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami tingkat hubungan tersebut. Nilai koefisien bervariasi dari -1,00 sampai +1,00 diperoleh dengan menggunakan teknik statistik tertentu sesuai dengan karakter dari data masing-masing variabel.
Pada dasarnya, desain penelitian hubungan ini cukup sederhana, yakni hanya dengan mengumpulkan skor dua variabel dari kelompok subjek yang sama dan kemudian menghitung koefisien korelasinya. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian ini, pertama-tama peneliti menentukan sepasang variabel yang akan diselidiki tingkat hubungannya. Pemilihan kedua variabel tersebut harus didasarkan pada teori, asumsi, hasil penelitian yang mendahului, atau pengalaman bahwa keduanya sangat mungkin berhubungan.

b. Penelitian Prediktif
Dalam pelaksanaan di bidang pendidikan, banyak situasi yang menghendaki dilakukannya prediksi atau peramalan. Pada awal tahun ajaran baru, misalnya, setiap sekolah karena keterbatasan fasilitas, seringkali harus menyeleksi para pendaftar yang akan diterima menjadi calon siswa baru.
Penelitian korelasi jenis ini memfokuskan pada pengukuran terhadap satu variabel atau lebih yang dapat dipakai untuk memprediksi atau meramal kejadian di masa yang akan datang atau variabel lain (Borg & Gall dalam Abidin, 2010). Penelitian ini sebagaimana penelitian relasional, melibatkan penghitungan korelasi antara suatu pola tingkah laku yang kompleks, yakni variabel yang menjadi sasaran prediksi atau yang diramalkan kejadiannya (disebut kriteria), dan variabel lain yang diperkirakan berhubungan dengan kriteria, yakni variabel yang dipakai untuk memprediksi (disebut prediktor). Teknik yang digunakan untuk mengetahui tingkat prediksi antara kedua variabel tersebut adalah teknik analisis regresi yang menghasilkan nilai koefisien regresi, yang dilambangkan dengan R.
Perbedaan yang utama antara penelitian relasional dan penelitian jenis ini terletak pada asumsi yang mendasari hubungan antar variabel yang diteliti. Dalam penelitian relasional, peneliti berasumsi bahwa hubungan antara kedua variabel terjadi secara dua arah atau dengan kata lain, ia hanya ingin menyelidiki apakah kedua variabel mempunyai hubungan, tanpa mempunyai anggapan bahwa variabel yang muncul lebih awal dari yang lain. Oleh karena itu, kedua variabel biasanya diukur dalam waktu yang bersamaan. Sedang dalam penelitian prediktif, di samping ingin menyelidiki hubungan antara dua variabel, peneliti juga mempunyai anggapan bahwa salah satu variabel muncul lebih dahulu dari yang lain, atau hubungan satu arah. Oleh karena itu, tidak seperti penelitian relasional, kedua variabel diukur dalam waktu yang berurutan, yakni variabel prediktor diukur sebelum variabel kriteria terjadi, dan tidak dapat sebaliknya.

c. Korelasi Multivariat
Teknik untuk mengukur dan menyelidiki tingkat hubungan antara kombinasi dari tiga variabel atau lebih disebut teknik korelasi multivariat. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan, dua diantaranya yang akan dibahas di sini adalah: regresi ganda atau multiple regresion dan korelasi kanonik.
Regresi ganda. Memprediksi suatu fenomena yang kompleks hanya dengan menggunakan satu faktor (variabel prediktor) seringkali hanya memberikan hasil yang kurang akurat. Dalam banyak hal, semakin banyak informasi yang diperoleh semakin akurat prediksi yang dapat dibuat (Mc Millan & Schumaker dalam Abidin, 2010), yakni dengan menggunakan kombinasi dua atau lebih variabel prediktor, prediksi terhadap variabel kriteria akan lebih akurat dibanding dengan hanya menggunakan masing-masing variabel prediktor secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, penambahan jumlah prediktor akan meningkatkan akurasi prediksi kriteria.
Korelasi kanonik. Pada dasarnya teknik ini sama dengan regresi ganda, dimana beberapa variabel dikombinasikan untuk memprediksi variabel kriteria. Akan tetapi, tidak seperti regresi ganda yang hanya melibatkan satu variabel kriteria, korelasi kanonik melibatkan lebih dari satu variabel kriteria. Korelasi ini berguna untuk menjawab pertanyaan, bagaimana serangkaian variabel prediktor memprediksi serangkai variabel kriteria? Dengan demikian, korelasi kanonik ini dapat dianggap sebagai perluasan dari regresi ganda,dan sebaliknya, regresi berganda dapat dianggap sebagai bagian dari korelasi kanonik (Pedhazur dalam Abidin, 2010). Seringkali korelasi ini digunakan dalam penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk meentukan apakah sejumlah variabel mempunyai hubungan satu sama lain yang serupa atau berbeda.

2. Langkah-Langkah Penelitian Korelasi

a. Penentuan Masalah
Langkah pertama dalam setiap penelitian harus dilakukan penelitian yaitu menentukan masalah yang akan menjadi fokus studinya. Variabel yang akan diteliti harus berdasarkan pengalaman atau teori yang pernah ada. Pada penelitian ini harus didasarkan pertimbangan baik secara teoritis maupun nalar bahwa variabel tersebut mempunyai hubungan tertentu. 
b. Peninjau Masalah atau Studi Pustaka
Setelah penentuan masalah adalah studi kepustakaan yang menjadi dasar untuk memperoleh landasan teori, kerangka pikir dan penentuan dugaan sementara sehingga peneliti dapat mengerti, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Macam-macam sumber untuk memperoleh teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah dan narasumber.
c. Penentuan Subyek
Subyek yang dilibatkan dalam penelitian korelasional ini harus dapat diukur dalam variabel variabel yang menjadi fokus pada penelitian. Subyek tersebut harus relatif homogen dalam faktor-faktor di luar variabel yang diteliti yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terikat. Untuk mengurangi heterogen peneliti dapat mengklasifikasikan subyek menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat faktor tertentu kemudian menguji hubungan antar variabel penelitian untuk masing masing setiap kelompok.
d. Mengumpulkan Data
Berbagai jenis instrumen dapat digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data setiap masing masing variabel. Instrumen yang bisa di pake .seperti angket, tes, pedoman interview dan pedoman observasi sesuai dengan kebutuhan. Data yang dikumpulkan dengan instrumen-instrumen tersebut harus dalam bentuk angka. Dalam penelitian korelasi pengukuran variabel dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sama.
e. Analisis Data
Dalam analisis data pada penelitian korelasional dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Sejalan dengan itu dapat digunakan analisis korelasi bila hanya melibatkan dua variabel. Jika melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya untuk menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih dapat digunakan untuk memprediksi variabel kriteria lebih baik jika digunakan secara sendiri-sendiri, seperti teknik analisis regresi ganda, analisis kanonik yang bisa digunakan. 

3. Instrumen Penelitian Korelasi
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011:148) dalam (Andi Ibrahim, 2018). Adapun penelitian yang digunakan pada penelitian korelasi yang berfungsi sebagai alat pengumpul  data adalah ujian atau tes dan dokumentasi.

a. Tes
Tes sebagai instrumen pengumpulan data berisi serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegnsi, kemampuan, minat bakat yang dimiliki individu atau kelompok.
b. Tes Pilihan Ganda
Menurut Grounland (1984), bentuk tes pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur kemampuan ingatan, pemahaman dan penerapan yang lebih komplek. Bentuk tes pilihan ganda juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dan dapat dinilai secara objektif.
c. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data berdasarkan dokumen-dokumen tertulis seperti buku-buku, buku harian dan dokumen dan lain-lain. Dalam penelitian korelasi ini peneliti menggunkan daftar nilai hasil belajar mahasiswa sebagai sumber data tertulis yang diolah.

4. Kelemahan dan Kelebihan Penelitian Korelasi

a. Kelebihan
1. Kemampuannya untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama-sama ( simultan )
2. Mampu memberikan informasi tentang derajat ( kekuatan ) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.

b. Kekurangan
1. Hasilnya hanya menidentifikasi “apa sejalan dengan apa”, tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kasual ( sebab akibat )
2. Jika dibandingkan dengan eksperimental, penelitian korelasi itu kurang tertib, ketat, karena kurang melakukan control dengan variabel bebas.


DAFTAR PUSTAKA

Andi Ibrahim, A. H. (2018). Metodologi Penelitian. Gunadarma Ilmu.
Dra Nurul Zuriah, M. (2007). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Gozali, T. S. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.


Post a Comment for "Macam-Macam, Instrumen Penelitian Korelasi"