Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Doa untukmu Terkasih



Saat ini aku belum bisa menjagamu
Saat ini aku belum mampu merawatmu 
Karena saat ini aku belum sepenuhnya milikmu
Saat ini aku dan kamu masih sepasang kekasih, belum syah
Tak lebih dan tak kurang, belum ada ijab kobul diantara kita, jadi bersabarlah wahai nurani.

Hari-hari aku lewati bersamamu, setiap hari kita bertemu dikampus dan memang betul kita hanya bertemu tak pernah berani untuk duduk berdua bahkan saling sapa itulah kita. Setiap hari makan berdua di luar kampus, saling membutuhkan satu sama lainnya. Saat aku bercanada kamu serius, saat kamu serius aku malah bercanda itulah moment yang membuat kita selalu berdebat.

Kamu selalu mengantarku pulang setiap hari tak pernah ada waktu satu haripun terlewati untuk menjemputku, di kala hujan ditengah-tengah perjalanan pulang kamu pasti menyuruhku membeli jas hujan, atau kalau aku malas kamu sendiri yang membelinya. kamu tahu ngga sih jas hujan ponco di rumahku banyak dan itu gara-gara kamu yang selalu membelikanku jas hujan setiap kali hujan turun.

Kamu masih ingat kan ? saat kamu menurunkan aku di tukang warung dekat rell kereta api yang di daerah pancasila itu ? ingat kan ? pasti ingat ? kala itu hujan deras dan aku ngga bawa jas hujan akhirnya dengan terpaksa kamu menurunkanku disana, dan kamu pergi entah kemana, ternyata saat kembali kamu membelikanku lagi jas hujan . Terimakasih sayang sudah mau peduli dan menjagaku. Sudah banyak waktu yang kita habiskan bersama, sudah banyak kertas yang aku tuliskan tentang kita, sudah banyak jalan cerita yang telah kita lalui dan aku bahagia memilikimu.

Aku tahu, aku tak pernah bisa menjaga emosiku, setiap kali ada permaslahan dengan temanku pasti marahnya ke kamu, maka dari itu aku minta maaf yah atas sikapku yang masih seperti ini, mulai dari sekarang aku akan belajar untuk sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi.

Oh iya, setelah solat subuh lalu aku tiduran kamu pasti selalu marah sampai aku hafal omongan kamu “ bangun jangan tiduran terus, kalah sama ayam, bangun tidur terus seperti ulat bulu” setiap kali aku tiduran pasti ucapan yang keluar dari mulutnya adalah itu, dan dari sanalah aku belajar menghargai waktu.

Saat aku tidur malam padahal tak pernah berkabar, pasti paginya ketahuan. Karena kamu bisa lihat mata aku kalau aku gadang, pasti kamu marah lagi dan aku pun hafal kamu bakal bilang apa, pasti yang kamu bilang “astagpirullah itu mata kaya panda, udah gadang yah ? dari sanalah aku belajar menjaga kesehatan.

Tapi hari ini, kamu terasa begitu jauh. Terlebih aku tinggal menunggu hitungan bulan untuk  berpisah, kita tak akan sering untuk jumpa karena kamu harus kerja dan aku harus tetap semangat dengan kuliahku. Maaf di saat kamu sakit aku tak ada, hanya doa yang aku panjakan agar kamu baik-baik saja disana. Kali ini aku akan setia pada detik untuk selalu menunggumu, sampai kamu benar-benar siap menikahiku. Aku berharap pada sang pencipta manusia Allah SWT semoga aku dan kamu bisa dipersatukan seperti halnya guru dan air bukan minyak dan air.

Aku bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadaku, termasuk kamu.

Dalam tawaku tersimpan kerinduan
Dalam benakku terbesit ketakutan
Dalam hati selalu aku kuatkan
Semoga kita bisa bertahan
Sampai ajal memisahkan

Tasikmalaya, Mei 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Doa untukmu Terkasih"