Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Berfikir Sebelum Melakukan


Terkadang kita selalu menyesali apa yang sudah terjadi pada diri ini. Ingin rasanya mengembalikan pada posisi semula tapi apalah daya kita bukan mahluk yang mampu mengembalikan waktu untuk kembali pada masa yang kita inginkan. Sebuah penyesalan selalu hadir dipenghujung perjalanan kisah, bukan pada awal sebuah perjalanan di mulai, namun sering kali kita menyesali sesuatu hal yang sudah pernah terjadi sebelumnya, tapi anehnya kita tidak memperhatikan bagian awal perjalanan sebelum penyesalan itu terjadi, yaitu pada suatu keputusan.
Ketika kita sudah menetapkan sesuatu hal pada sebuah keputusan, tiba-tiba di akhir perjalanan terjadi penyesalan maka hal yang harus dilakukan adalah intropeksi ,memeriksa kembali diri sendiri apa yang sebenarnya terjadi, bukan malah bersikap diluar nalar dan akal pikiran seperti prustasi, depresi, mengurung diri dan paling fatal adalah ketika kita sama sekali tidak mau kembali untuk mencoba sesuatu yang baru, kita menyerah sebelum perang dimulai, itulah yang tidak harus dilakukan. Kuncinya adalah memikirkan secara matang apa-apa yang akan dilakukan sebelum menetapka agar sebuah penyesalan tidak terulang untuk kesekian kalinya. Tapi itulah manusia yang selalu merasa tidak puas dan kadang tergesa-gesa dalam menjatuhkan sebuah keputusan yang pada akhirnya menyesal dan menyesal.
Kita selalu menyalahkan takdir, menyalahkan atas segala yang terjadi pada kehidupan kita, harusnya kita tuh berpikir bahwa sebenarnya kita bukanlah apa-apa. Ketika kita menginginkan A, namun nasib berkata lain sering sekali kita menyalahkan sang pencipta bahwa tuhan itu ngga adil, padahal itu salah. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu menurut Allah itu baik, dan kita hanya manusia biasa yang sudah selayaknya menerima segala keputusan yang telah di tetapkan, terkecuali hal tersebut masih bisa di perjuangkan dengan ikhtiar. 
Selain hal itu, kita harus bisa membuka mindset atau mengubah pola pikir kita yang biasanya selalu berpikir bahwa takdir hidup kita ini sulit dan menderita tak pernah merasa bahagia, selalu gagal dalam bekerja, selalu merasa tidak puas dengan apa yang kita dapatkan, selalu merasa bodoh, coba deh sebelum pikiran kita kesana kita perhatikan tengok kiri kanan orang-orang yang ada disekitar kita, meraka yang tinggal di pinggir jalan tanpa ayah bunda, mereka berjalan tanpa alas kaki di atas aspal panas terik mentari coba bayangkan itu lebih menyesihkan bukan dari pada kita ? harusnya kita bersyukur bukan malah menyesali.

Tasikmalaya, Mei 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Berfikir Sebelum Melakukan"