Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Takdir

Sophie masih penasaran dengan pengirim surat-surat aneh itu. Ia memusatkan  pandangannya ke kotak surat, sementara ia membaca Democritus. Namun untuk berjaga ia menuju gerbang taman. Tetapi, ketika menuruni anak tangga ia mendapati sebuah amplop putih di dalah satu anak tangga itu. 
Ia telah diperdaya hari ini! Ketika Shopie mengawasi orang misterius itu ternyata orang itu tahu. Sehingga ia tak meletakkan suratnya ke dalam kotak surat. Kemudian Sophie pergi ke kamar dan membuka surat itu yang di dalamnya terdapat catatan kecil yang berisikan 
Apakah kamu percaya pada takdir?
Apakah penyakit itu hukuman daripada dewa?
Kekuatan apa yang mengatur jalannya sejarah?
Pertanyaan pertama “Apakah kamu percaya pada takdir?”. Shopie tak begitu yakin. Namun orang-orang banyak yang mempercayai takdir. Seperti mempercyai halnya ramalan-ramalan dan takhayul. Namun, Sophie percaya akan satu hal. Democritus tidak percaya pada tkhayul. Dia adalah seorang materialis. Dia hanya percaya pada atom dan ruang hampa. 
Kemudian pertanyaan kedua yaitu “Apakah penyakit itu hukuman dari para dewa?”. Tentunya tidak ada seorangpun yang mempercayai hal itu. Namun, ia ingat bahwa orang beranggapan berdoa dapat membantu menyembuhkan enyakit. Jadi, walau bagaimanapun mereka pasti percaya bahwa Tuhan memiliki kekuasaan atas kesehatan orang-orang. 
Pertanyaan yang terakhir lebih sulit untuk dijawab. Ia memikirkan apa yang mengatur jalannya sejarah. Ia berpikir pasti itu orang-orang? Karena jika Tuhan atau Takdir berarti orang tak diberi kebebasan. 
Pikiran tentang kebebasan ini membuatnya memunculkan sebuh ide mengapa ia harus mengajak orang misterius ini bermain kucing-kucingan?. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat surat ajakan minum kopi di rumahnya. Dengan sebuah amplop merah jambu ia letakkan surat itu di dalam kotak surat. 
Pada malam hari, Sophie memandang kepada kotak surat itu saja. Ia berharap dapat melihat orang misterius itu. Pada akhirnya ia dapat melihat orang itu mengambil surat dari Sophie pada tengah malam. Dengan rasa takut dan cemas namun penasaran Sophie keluar rumah untuk mengambil surat untuknya di kotak surat. Namun, ia tahu bahwa itu bukanlah jawaban dari surat yang diberikan padanya. 
Keesokan harinya Sophie mendapatkan balasan dari orang misterius itu. Tetapi jawabannya mengecewakan Sophie. Bahwa orang tersebut menolak ajakan Sophie, katanya mereka akan bertemu namun nanti jika tiba waktunya. 
Tapi kembali pada para filosof. Kita telah mengetahui bagaimana mereka berusaha menemukan penjelasan alamiah bagi perubahan-perubahan yang terjadi di Alam. Sebelumnya semua ini telah dijelaskan melalui mitos. 
Takhayul lama telah dihapuskan. Dan melihat keberhasilan dalam bidang kesehatan dan politik. Orang Yunani sangat mempercayai fatalisme (apapun yang terjadi telah ditentukan) dan di negeri Skandinavia ditemukan adanya kepercayaan lagnadan atau nasib, dalam saga Islandia Edda.
Orang misterius itupun menceritakan mengenai peramal di Delphi, dan sejarah serta ilmu pengobatan yang di mana orang Yunani mempercayai percaya bukan hanya takdir yang mengatur kehidupan namun sejarahpun turut serta. Dan begitu seterusnya diceritakan oleh orang misterius itu kepada Sophie dalam suratnya. 
Sophie bangun dengan kaget seakan tak percaya ia melihat orang misterius itu. Dan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat filosof itu mengambil surat darinya. Ketika ia terbangun ia melihat sehelai selendang sutra merah yang berada di dekat temboknya yang bertuliskan kata Hilde . Hilde tapi siapakah hilde? Bagaimana mungkin jalan mereka selalu berselisih begini? 

Sumber :
Dunia Sophie

Post a Comment for "Takdir"