Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Proses Pengembangan Media Pembelajaran Cetak (printed) dan Non Cetak (elektronis)



Proses Pengembangan Media Pembelajaran Cetak (printed) dan Non Cetak (elektronis)

Konsep Desain Pengembangan Media Pembelajaran
Desain media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu dalam praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.
Komponen Utama Desain Pembelajaran :
  • Tujuan Pembelajaran
  • Pembelajar
  •  Analisis Pembelajaran
  • Strategi Pembelajaran
  • Penilaian Belajar

Pengembangan Media Pembelajaran
Media Berbasis Audio
Media audio, merupakan suatu media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan melaui indera pendengaran. Contohnya bahasa puitis, musik dan suara yang merdu.

Media Berbasis AudioVisual
Media audio visual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat. Contohnya rekaman video dan film.

Media Berbasis Grafis
Media grafis adalah media yang dihasilkan dengan cara dicetak melalui teknik manual atau dibuat dengan cara menggambar atau melukis, teknik printing, dan sablon. Contohnya lukisan.

Proses Pembuatan Media Pembelajaran
Menurut Prof. Dr. H. Aminudin Rasyad :
  1. Menganalisis keperluan dan karakter siswa.
  2. Merumuskan tujuan intruksional dan operasional.
  3. Merumuskan butir-butir materi secara rinci.
  4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
  5. Menulis naskah media atau Menyusun media yang digunakan.
  6. Mengadakan test dan revisi.

Beberapa Contoh Proses Pembuatan Media Pembelajaran
Flashcard
Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25x30cm.
Gambar - gambarnya dibuat menggunakan tangan, foto atau memanfaatkan gambar yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran-lembaran flashcard.
Cara Pembuatan
  1. Siapkan kertas yang tebal seperti kertas duplek atau dari bahan kardus.
  2. Kertas tersebut diberi tanda dengan pensil atau spidol dengan menggunakan penggaris.
  3. Potong-potonglah kertas duplek tersebut dengan menggunakan gunting.
  4. Jika objek gambar akan langsung dibuat dengan tangan, maka kertas alas tadi perlu dilapisi dengan ketas halus untuk menggambar, misalnya kertas HVS atau kertas karton.
  5. Mulailah menggambar dengan menggunakan alat gambar.
  6. Gambar-gambar tersebut dipotong sesuai dengan ukuran, lalu ditempelkan menggunakan perekat.

Cara Menggunakan
  1. Kartu-kartu yang sudah disusun dipegang setinggi dada dan dihadapkan ke depan siswa.
  2. Cabutlah satu persatu kartu tersebut setelah guru selesai menerangkan
  3. Berikan kartu-kartu yang telah diterangkan tersebut kepada siswa yang duduk dekat guru.

Kelebihan
  1. Mudah dibawa
  2. Praktis
  3. Gampang diingat
  4. Menyenangkan

Flanelgraf
Flanelgraf adalah media pembelajaran yang berupa guntingan-guntingan gambar atau tulisan yang bagian belakangnya dilapisi ampelas. Guntingan tersebut ditempelkan pada papan yang dilapisi flanel yang berbulu sehingga melekat.
Cara Pembuatan
  1. Siapkan papan yang berfungsi untuk menempelkan gambar-gambar.
  2. Siapkan alat dan bahan untuk membentuk gambar yang diinginkan.
  3. Siapkan gambar yang sudah dibentuk dan dilapisi dengan bahan flanel yang akan ditempelkan pada papan.

Cara Menggunakan
  1. Mulailah penyajian dengan bercerita terlebih dahulu lalu mulai masuk ke pelajaran yang pokok.
  2. Libatkan siswa dalam penyajian, mintalah salah seorang siswa untuk tampil kedepan mengulangi penyajian lalu dilanjutkan dengan diskusi.
  3. Menilai alat dan penyajian, apakah gambar-gambar sudah jelas, apakah penyajiannya tampak menarik, apakah dipahami isi pesan yang disajikan.

Kelebihan
  1. Gambar-gambar yang disajikan dapat menarik perhatian siswa
  2. Gambar-gambar dapat ditambah dan juga dikurangi jumlahnya
  3. Pembelajaran dapat diatur sesuai kebutuhan yaitu individual atau secara kelompok.

Microsoft Power Point
Microsoft Power Point merupakan program aplikasi populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi. Bersifat multimedia gabungan beberapa unsur yaitu teks, gambar, animasi dan video.
Kelebihan
  1. Penyajian menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
  2. Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
  3. Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik
  4. Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-ulang.
  5. Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
  6. Dapat disimpan dalam bentuk data CD/Disket/Flashdisk.

Kekurangan
  1. Harus ada persiapan yang cukup menyita waktu dan tenaga.
  2. Jika layar monitor yang digunakan terlalu kecil, maka kemungkinan besar siswa yang duduk jauh dari monitor kesulitan melihat sajian bahan ajar yang disajikan.
  3. Pendidik harus memiliki kemampuan untuk mengoprasikan program ini.

GBPM (Garis Besar Pembelajaran Media)
GBPM merupakan petunjuk yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah dalam penulisan naskah program media. GBPM dibuat dengan mengacu pada analisis kebutuhan, tujuan, dan materi. Untuk program media, GBPM disusun setelah dilakukan telaah topik yang akan dibuat programnya. Kegiatan telaah topik ini perlu dilakukan, karena tidak semua topik yang ada dalam GBPP cocok untuk dibuat media tertentu seperti video atau radio.
Tips dalam pengembangan GBPM
  1. Topik Program, Merupakan salah satu bagian dari pokok bahasan. Satu pokok bahasan dapat dikembangkan kedalam beberapa topik.
  2. Judul Program, Dari topik yang telah ditelaah dan dipilih, kemudian ditentukan judul program. Judul dibuat menarik namun tidak menyimpang dari pokok bahasan.
  3. Sasaran adalah mereka yang menjadi target dari program yang disajikan. Tujuan pembelajaran:
  4. Tujuan Pembelajaran Umum dan Tujuan Pembelajaran Khusus atau indikator dirumuskan sesuai dengan pengembangan, pendalaman, ataupun pengayaan materi didalam GBPM.
  5. Pokok materi merupakan hasil jabaran dari tujuan pembelajaran khusus juga dari indikator
  6. Penentuan format sajian berdasarkan jumlah materi yang disajikan, yang mengacu ke daya tarik sasaran
  7. Lama program terbatas. Umumnya untuk program media pembelajaran jenis video atau TV, sound slide, program radio, berlangsung sekitar 15-20 menit. Lebih dari itu perhatian penonton sudah tidak terfokus pada isi sajian

Teknik Pembuatan Naskah Media Cetak dan Non Cetak
  1. Naskah Media Grafis.
  2. Media grafis adalah media yang dihasilkan dengan cara dicetak melalui teknik manual atau dibuat dengan cara menggambar atau melukis, teknik printing, sablon, atau offset.
  3. Langkah-langkah Merancang Naskah Media Grafis:
  4. Mengidentifikasi program
  5. Mengkaji literatur
  6. Membuat naskah
  7. Produksi

Software yang bisa digunakan untuk membuat media
  1. Corel Draw adalah aplikasi design grafis yang digunakan untuk membuat berbagai macam desain seperti logo, kartu nama, kalender, foster, stiker, dan lain-lain yang terkenal dalam dunia digital.
  2. Adobe flash adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe System

Post a Comment for "Proses Pengembangan Media Pembelajaran Cetak (printed) dan Non Cetak (elektronis)"