Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Di Galeri Hijau Tua


Sebelum geremis menetes, naya bertanya
kenapa galeri itu berwarna hijau tua ?

di kota Yogyakarta
dibawah gelambir langit
yang melaju ke utara
kita berjalan seakan kafilah
yang mulai kehilangan arah
aku memilih rute ke  timur kota
dan kau memilih menghindar
dari gerimis yang sebentar lagi
hendak menetes di alis tipismu

di galeri hijau tua itu
tak ada apa-apa
selain kemurungan
selain jejak kegelisahan
tujuh matahari
dan seorang lelaki
yang mencintai
tubuhnya sendiri

sebelum gerimis menetes
digaleri kedua, diantara arca
dan philodendorn berlubang
yang merambat ke angkasa
aku mencium semerbak akrilik
yang terlepas diatas kanvas
hingga tubuh putihnya itu
seperti menyimpan pertempuran
cakar seribu satu serigala
aku ingin bertanya padamu, naya
kenapa kau lebih memilih bertanya

di kota Yogyakarta
gerimis yang mungkin kekal
dan gelambir langit itu
kini bergelayut diantara kata-katamu
dan seluruh penyesalan seorang penyair
yang hanya berkhotbah
tanpa mencium amis darah

Ahmad Faisal Imron
2016

Post a Comment for "Di Galeri Hijau Tua"