Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Aku Membiarkan Kesempatan Berlalu atau Kesempatan tidak Akan Aku Biarkan Berlalu ?


Apa kabar teman-teman ? aku doakan semoga siapapun yang membaca tulisanku selalu bahagia. Untuk kali ini, aku akan bercerita tentang kisah yang sedang aku alami saat ini, tepat di bulan kedua setelah Januari, yups Februari. Bulan dengan penuh drama yang telah aku lewati bersama waktuku.

Sebenarnya, tujuan aku menulis kisahku ini karena aku butuh banget motivasi untuk menentukan pilihan antara maju atau tidaknya mengikuti kegiatan pilmapres dikampus. Intinya saat ini aku sedang berada pada level kegalauan yang aku sendiri juga bingung harus mengawalinya dari mana. Mungkin sebagian teman-teman ada yang sudah tahu apa itu pilmapres dan ada juga yang belum tahu, nah aku kasih tahu sekarang : pilmapres itu semacam kegiatan rutin tahunan yang diadakan dari kementrian pendidikan Indonesia untuk mencari mahasiswa berprestasi di tingkat Nasional, tapi jangan dianggap susah, jangan juga dianggap mudah yah biasa sajalah. Untuk mencapai puncak nasional apa sih yang harus dilakukan ? mau tau kan ? untuk tahap pertama kita itu di seleksi tingkat prodi dengan persyaratan harus membuat karya tulis ilmiah tentang SDGs, sertifikat toefl (jika ada), sertifikat prestasi, dan minimal harus menguasi bahasa asing, sedangkan aku ,iya aku sama sekali tidak pernah mengerti bahasa asing minimalnya bahasa Inggris saja dulu. Aku maju juga bingung karena kemampuan berbahasa asing menjadi penilaian 25 persen, coba bayangkan bagaimana jika aku melanjutkan pilmapres? mau tau setelah itu ngapain lagi, jika semua berkas persyaratan sudah teerkumpul langsung deh persiapan untuk presentasi karya tulis ilmiah yang kita buat kepada dewan juri dan harus siap dengan pertanyaan yang diberikan juri, terkadang dewan juri memberi pertanyaan dengan menggunakan bahasa Inggris, tidak pernah selintaspun terbayang jika aku maju, takut. Setelah selesai semuanya biasanya langsung diumumkan siapa yang berhak atau yang lolos untuk ikut seleksi pada tahap kampus, apalagi kampusku ini kampus daerah Tasikmalaya cabang dari UPI Bandung, jadi masih ada lagi seleksi setelah tahap kampus daerah ini yaitu seleksi di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, untuk menentukan siapa yang berhak maju ke tingkat nasional, karena setiap universitas itu hanya mengirimkan satu mahasiswa terbaiknya. 


Entah kenapa juga, jari jemariku sepertinya tak pandai dan lihai untuk menulis yang berbau ilmiah, karena aku belum terbiasa jadinya terkadang suka kebingungan untuk menuliskan karya tulis ilmiah dan pada akhirnya skak deh di tempat. Maafkan aku wahai diri, aku membiarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja, aku robek bagian latar belakang yang sudah aku susun sedemikan rupa tapi sayangnya waktu pengumpulan persyaratan telah berakhir. 

Namun berhubung pendaftar baru ada 3 orang dari prodiku yaitu prodi PGSD dibukalah kembali pendaftaran sampai tanggal 11 Februari 2019, menurut teman-teman aku maju atau jangan ?
Walaupun aku tahu, orang-orang gagal adalah ia yang tidak mencoba, namun bagi aku prestasi itu bukan hanya dilihat dari kegiatan seperti itu kan teman-teman ? prestasi wujudnya banyak kan, dan bisa apa saja ketika seseorang sudah mencapai titik apa yang ingin ia capai ? sepakat tidak ?

Dari bulan Januari akhir sampai Februari 2019, Chairunnisa dia adalah salahsatu sahabatku yang sebenernya pinter, cerdas banget bahasa Inggrisnya, dia sudah sempat mau maju, sudah diskusi judul dan sebagainya namun pada akhirnya nasibku dengannya sama, kita berhenti ditengah perjalanan karena waktu yang terburu-buru. Saat ini juga aku masih dalam kegalauan melanjutkan atau tidaknya? 

Aku bukan orang yang memaksakan, meskipun tuntutan datang melewati telinga kanan dan kiriku namun ketika aku tidak mampu yasudah tak usah dipaksakan. Tapi jujur aku butuh motivasi maju atau tidaknya ( Bantu aku untuk memilih dua pilihan ini ?

Aku Membiarkan Kesempatan Berlalu atau 
Kesemptan tidak Akan Aku Biarkan Berlalu ?

Tasikmalaya, 2019
Tika Marwati

Post a Comment for "Aku Membiarkan Kesempatan Berlalu atau Kesempatan tidak Akan Aku Biarkan Berlalu ?"