Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Aku Hampir dipatuk Ular, tapi Allah Selalu Sayang Aku


#Kisah Part 2
Hallo, apa kabar teman-temanku yang sedang membaca tulisan ini, semoga selalu bahagia dan dalam keadaan sehat, setelah kurang lebih satu bulan lalu aku menulis tentang kisah hidupku yang hampir saja terkena tipu, kali ini aku mau berbagi tentang kisah hidupku yang hampir saja dipatuk ular, ceritanya sedikit berbeda dari cerita sebelumnya, jika sebelumnya Allah memberikan aku kesempatan untuk menjaga uang beasiswaku, kali ini Allah memberikan kesempatan untukku bernafas didunia ini.
Sesuatu hal yang menjadi kesekian kalinya Allah menunjukkan kasih sayang kepadaku, entah apa yang terjadi denganku tanpa kebesaran sang pemilik ragaku ini. Bersyukur aku ucapkan atas segala pertolongaNYA.
Semesta siang itu panas akibat pancaran terik mentari, tepatnya dihari Senin tanggal 4 Februari 2019. Seperti biasanya rumah dimana tempat aku berlabuh dan berteduh keadaanya sepi, hanya ada dua orang mahluk bernafas disini, aku dan mamah. Pada saat itu mamah kebetulan sedang istirahat karena pagi tadi baru pulang studytour dengan rombongan sekolahnya, sehingga satu-satunya yang melakukan aktivitas hanya aku. Seperti biasa pagiku diawali dengan menjalankan ibadah subuh dua rakaat setelah itu beres-beres rumah, dan kira-kira tepatnya mentari diatas kepalaku sekitar pukul 12.00 setelah aku mengangkat jemuran, aku turun menyimpan ember ke tempat cucian, kebetulan emang posisi tempat mencuci itu berhadapan dengan kamar penyimpanan baju, saat aku jongkok, tiba-tiba ada suara sssst dan suara kaca yang seperti di ketuk, saat aku menengoknya ternyata itu ular yang siap untuk mematukku dengan keadaanya yang seolah berdiri tepat dihadapan mataku, saat itu juga aku terkejut dan menangis, untungnya pintu kamar itu keadaanya tertutup dan bersyukur ular itu didalam kamar, ular itu hanya mematuk kaca bukan mematukku, aku ngga tahu apa jadinya aku jika ular itu berada diluar kamar, mungkin saja sudah mengeluarkan bisanya pada seluruh tubuhku.
Dari kejadian ini, aku bisa mengambil hikmahnya bahwa setiap doa yang aku panjatkan tidak selamanya akan terwujud, doa yang menurutku itu terbaik tetap hanya Allah lah yang menentukan kalau itu terbaik untukku. Terkadang aku banyak mengeluh karena setiap doa dan harapku tak pernah terwujud, namun ternyata Allah mewujudkan doaku dalam bentuk pertolongan dan pemberian yang lain.
Siapapun kamu yang yang masih membaca tulisanku, mari kita tanamkan dalam diri kita rasa syukur atas segala kenikmatan yang telah sang pencipta berikan untuk kita pada setiap hembusan nafas yang telah dan sedang kita nikmati.

Tika Marwati
Tasikmalaya, Februari 2019

Post a Comment for "Aku Hampir dipatuk Ular, tapi Allah Selalu Sayang Aku"