Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Surat Kecil Untuk Orang Tersayang

Surat Kecil untuk A Irfan
Usaha sama dengan proses dan akan berbanding lurus dengan hasil, itu benar adanya. Berbicara perilah perjuangan, setiap insan pasti pernah melakukannya akan tetapi tingkat keseriusannya akan berbeda, hal tersebutlah yang menjadikan adanya perbedaan baik dari keberhasilan maupun kegagalan.  Berbicara perihal kebaikan setiap insan memilikinya meski hanya sedikit, tapi belum tentu ketulusan dimilikinya, itulah manusia. 
Waktu berjalan seperti biasa namun terasa begitu cepat, itu pertanda bahwa kita terlalu nyaman di dunia fana ini. Ketetapan itu nyata dan pasti sedangkan perencanaan adalah ilusi. 
Perjuangkan apa yang layak diperjuangkan, selama kita masih memiliki kekuatan maka lakukan namun ketika kita sudah mencapai titik ketidakmampuan maka berhentilah, tinggalkan dan tak usah diperjuangkan, itulah pengorbananan.
*Ini Cerita Kita
Ada hal yang tak biasa aku lakukan sebelumnya, aku memperjuangkan hal yang selayaknya tidak aku perjuangkan, akan tetapi ketika aku sudah mencapai ketidakmampuan dalam memperjuangkan seseorang, tiba-tiba keyakinan hati yang menguatkanku untuk terus berjalan dan bertahan selalu tersimpan, meski seseorang itu menjatuhkan pilihannya untuk perempuan lain bukan untukku. Seiring berjalannya waktu dan ketulusan doaku hal yang tak pernah aku sangka sebelumnya tiba-tiba menjadi harapan nyata sebagai wujud ketulusan cinta dan kasih sayangku kepadanya, ya kamu. Laki-laki berdarah daging Rajadesa lahir hari Rabu 13 November 1996. Seperti nada yang berirama merdu menyejukkan kalbu, itulah yang aku rasakan pada saat aku seatap denganmu dalam kegiatan pengabdian, banyak hal yang aku dapatkan darimu. Pengabdian menjadikanku lebih dekat denganmu, lebih mengenalmu dan mengetahui perasaanmu terhadapku. Dua belas hari kita berada dalam satu bangunan sederhana, menjalankan aktivitas bersama, mencoba untuk saling mengerti dan memahami, mencoba untuk saling menjaga dan menyayangi layaknya sebuah keluarga, aku mendefinisikannya hal itu adalah anugrah, meskipun hanya sesaat. Terimakasih banyak ya Allah engkau telah mengirimkan laki-laki yang aku perjuangkan dalam hidupku, memberikan kesempatan kepadaku untuk mengenal lebih jauh tentang dirimu. Selang satu minggu setelah kegiatan pengabdian ada hal yang berbeda dan tak biasa dengan diriku, entah ini pertanda apa yang jelas aku merasa tenang. Aku seperti menemukan jarum di antara tumpukan jerami, sungguh sesuatu yang menakjubkan yang Allah berikan kepadaku, tiba-tiba seseorang yang aku perjuangkan seperti jarum yang aku dapatkan di antara jerami-jerami itu. Setelah aku berpikir bahwa kamu adalah ketidakmungkinan, namun nayatanya kamu adalah sebuah kenyataan, dan memang benar adanya, Allah itu maha segalanya, maha mendengarkan, mendengarkan kesedihan, keluhan dan doa yang selalu aku panjatkan. 
Aku bersyukur sudah melewati waktu 16 bulan denganmu, aku berharap kita tidak hanya dipersatukan dalam ikatan pacaran akan tetapi kita dipersatukan dalam ikatan yang halal sampai ajal memisahkan dan kembali dipertemukan setelah ajal menjemput kita.
Aku merindukanmu saat ini, sangat merindukanmu sungguh merindukan, aku tak tahu apa yang akan aku rasakan saat nanti jarak memisahkan kita, tapi percayalah dan berdoalah bahwa kita akan selalu bersama.
Maafkan aku yah sayang, selalu membuatmu kecewa dan terluka. Aku bersyukur bisa dipersatukan denganmu, dan aa adalah anugrah untukku.
Tika Marwati
23 Desember 2018

Post a Comment for "Surat Kecil Untuk Orang Tersayang"