Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

PELATIHAN ASISTEN LABORATORIUM PGSD UPI KAMPUS TASIKMALAYA


“Sekat tidak menjadikan kita berjarak, justru sekat menjadikan kita semakin dekat”
Apa kabar teman-teman ? semoga siapapun yang membaca tulisan ini selalu dalam keadaan sehat dan aku doakan semoga selalu bahagia, sejahtera dan sentosa sepanjang masa :D. Saat ini aku ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dari hasil duduk duduk bermanfaat meskipun sedikit penat tapi aku bersyukur. Namun sebelumnya, aku ingin perkenalan dulu karena takutnya ada orang baru yang membaca tulisan ini dan tidak tahu siapa nama aku. Perkenalkan nama aku Tika, tinggal di Kawalu Tasikmalaya, saat ini aku duduk di bangku semester 6 jurusan PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Kenapa aku bersyukur ? ya karena hingga detik ini nafasku masih berhembus, jantungku masih berdetak, hatiku masih berdetik, nadiku masih berdenyut, otakku masih sanggup untuk berpikir ko, mataku masih bisa melihat keluarga baru, telingaku masih bisa mendengar, tanganku masih bisa bergerak, kakiku masih kuat untuk melangkah, apa lagi yang belum yah ? pokoknya apapun yang aku dapatkan aku selalu menikmatinya, itulah alasan bahwa setiap detik itu harus kita syukuri dan aku bersyukur karena kenikmatan itu masih ada dalam jiwaku, seandainya nafasku berhenti mungkin kemarin dan hari ini, aku tidak akan duduk di ruang berAC auditorium UPI Kampus Tasikmalaya dan bisa berkenalan dengan teman-teman baru yang akan menjadi keluarga baruku, hal itu indah bukan ? maka nikmat tuhan mana lagi yang dapat kita dustakan.

Tadi aku udah basa-basi di atas untuk sedikit bertafakur dan bersyukur bahwa manusia itu tidak ada apa-apanya tanpa usaha dan doa.


Rabu 30 Januari 2018 merupakan hari bersejarah dalam hidupku dengan penuh pengalaman dan menjadikan aku untuk introfeksi diri, Auditorium menjadi saksi bahwa pundakku menerima sebuah amanah baru untuk memulai pertarungan di dunia yang aku minati sesuai dengan keinginin hati, “Aku diterima sebagai keluarga laborty dan masuk laboratorium bahasa”. Kemarin adalah hari pembukaan dengan di lengkapi pematerian yang disusun oleh orang-orang hebat yaitu asisten laborty periode 2017/2018 yang mempersiapkan  ini untukku, untukmu juga untuk kita semua calon asisten laboratorium baru periode 2018/2019 dimana kegiatannya cukup menarik dan sedikit santai tidak ada aturan yang begitu ketat yang penting kitanya taat, dan itulah yang aku suka dari keluarga laborty. Hari pertama ceritanya semua calon aslab itu kumpul pukul 06.30, namun pada faktanya kebiasaan burukku masih melilit dalam diriku, aku kesiangan aku hadir pukul 07.06 karena angkotnya ngetem dan aku ngga bisa ngeburu-buru sopirnya, karena kasian soalnya udah sedikit tua, namun ketika aku sampai di lokasi panitia itu tersenyum dan tidak ada sedikitpun menyindir atau apalah, mereka seolah mengerti padahal belum terlalu mengenal aku, hal itu yang membuat aku mulai merasa ada kenyamanan bersama anak-anak laborty. Setelah kita bercuap-cuap dilapangan kita diarahkan ke ruang auditorium untuk melaksankan pembukaan, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Upi Kampus Tasikmalaya Ibu Epon Nura’eni sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini, Ketua Prodi PGSD Bapak Dindin Abdul Muiz Lidinillah, tim pengembang laboratorium yaitu Ibu Karlimah, Bapak Ghullam Hamdu, Ibu Seni Aprilia dan Alm Bapak Asep, juga dihadiri oleh setiap ketua laboratorium. Setelah acara pembukaan berlalu lanjutlah pematerian yang membuatku ngantuk,suntuk namun jangan salah aku masih semangat dan mendengarkan meski mata dan tangan malah bercanda dengan teman sekelas Alfin dan Mpiw. Sedikit demi sedikit ilmunya aku serap kedalam otak, jadi ketika pematerian itu ada beberapa ilmu baru yang diberikan pemateri mulai dari kisah, sejarah, perjuangan, pengorbanan dan rintangan sampai terbentuknya Lab, kemudian materi tentang era 4.0 yang harus dimiliki anak laborty, salah satunya  kita itu harus berjalan beriringan dengan zaman, jadi pikiran, hati, tenaga perlu kita update untuk mengembangkan suatu kompetensi dalam diri pribadi ataupun suatu laboratorium, masih banyak sebenarnya materi yang disampaikan oleh pemateri tentang digital, ruang lingkup lab dan lainnya, tapi yang aku ingat hanya segitu-gitunya hehehe.
Satu hal lagi “ternyata lab itu kaya” kita saja di kasih asupan pagi dan siang agar bertenaga, makanya kita harus bangga menjadi bagian dari mereka, ingat jangan membuat kecewa teman-teman labnya yah. Dilanjutkan setelah beres kegiatan ada sesi diskusi membuat infografis yang dapat dijadikan sebagi media pembelajaran di sekolah dasar sesuai dengan lab nya masing-masing.

Ceritanya ini akhir cerita pada kisah hari pertama pelatihan.

Kamis, 31 Januari 2018 bertepatan dengan hari ini, tepat banget dimana aku sedang menulis tulisan ini , lagi dan lagi di hari kedua ternyata aku masih kesiangan hehe, ngga tau diri emang, ngga tau malu itulah aku tapi aku beruntung sekarang panitia menyuruh kita kumpul pukul 07.00 aku datang pukul 07.10 jadi kesiangannya 10 menit kalau hari pertama sampai 30 menit dan ada keberuntungan lagi, aku kesiangan ngga sendiri tapi ada temen kesiangan yang datang barengan karena kebetulan dijalan aku bertemu Mpiw, akhirnya kita bareng-bareng kesiangan. Masih adalah rasa malu dan degdegan tapi aku kagum sama mereka mereka yang hari ini depan meskipun aku kesiangan tapi mereka mempersilahkan aku langsung ke barisan dan tetap memberikan senyuman manis, dari sana aku merasa bahwa meskipun ada sekat antara panitia dan peserta dan ada sekat antara masing-masing lab, tapi aku merasa selalu dekat dan bisa bersahabat dengan mereka semuanya, karena pada akhirnya mereka semua akan menjadi satu keluarga. Ya seperti hari pertama di tes jargon, setelah itu masuk ke Auditorium kira-kira pukul 08.00 untuk melaksanakan pelantikan, sebenarnya aku masih takut untuk menerima amanah ini, tapi bagaimana lagi ini sudah sebuah takdir yang aku syukuri, nikmati dan jalani, berat memang ketika kita memegang suatu amanah tapi hal dari itu kita akan belajar banyak hal salahsatunya tanggungjawab. Setelah pelantikan dilanjutkan sesi foto bersama, lalu masuk ke labnya masing-masing.


Aku masuk ke lab bahasa dengan 8 sahabat Tika satu lagi Chair masih di Depok totalnya 9 orang asisten baru berdiskusilah disana, membicarakan masa depan kita lab bahasa, aku senang bisa mengenal mereka, dengan berbagai kepala dan karakter yang insya allah bisa saling melengkapi dan menutupi.

#Ceritanya ini akhir cerita dari cerita yang aku ceritakan, di tutup dengan penutupan dan musofahah, lalu pulang dan sampai dirumah.

“Dimanapun kita ditempatkan, tetap kita menjadi satu keluarga. Jangan hanya karena perbedaan nama, tempat kita jadi terkotak-kotakan justru dengan perbedaan itu kita harus menjadi satu kotak”.

Tasikmalaya, 31 Januari 2018
Tika Marwati

12 comments for "PELATIHAN ASISTEN LABORATORIUM PGSD UPI KAMPUS TASIKMALAYA"

  1. Waaahh quotes nya itu mantap kak, penuh makna.. Sukses kak

    ReplyDelete
  2. Kali-kali bikin cerita formal Tik. Wkwkwk
    Biar bantuin aku bikin berita acara. Wk

    ReplyDelete
  3. Wah ayu alhamdulilllah, makasih yah hihi😜

    ReplyDelete
  4. Waduh mba risma, gimana yah kayanya kalau yang formal formal harus guguru dulu ke mba wkwk

    ReplyDelete
  5. Ketika my photo terpampang di blog....
    My heart sangat kaget, tapi bangga😂 Bangga sama konten tulisannya sih. ..

    Semangkuy Tika. .!
    Jelejahi dunia dengan berbahasa!

    Weh jargon labbasnya kurang tik:"(

    ReplyDelete
  6. Aku masih belajar ri menulisnya hehe kamu juga lebih hebat mari kita kolaborasii aku juga udah ngunjungi blog kamu dan cerpennya bagus sangat. Mari berbahsa hehe

    ReplyDelete
  7. Ayooo sahabat tika, sri yuu ngvlog yuuu ayoo

    ReplyDelete
  8. Wah ada aa rifan mantap semangat baru untuk laborty

    ReplyDelete
  9. Lagi-lagi tokoh Mpiw diceritakan dalam cerpen diatas sebagai karakter yang iseng saat pematerian dan suka kesiangan.

    ReplyDelete
  10. Hai sobat, perlu anda ketahui bahwa tokoh Mpiw selalu hadir dalam setiap jejak, dua hari berturut turut kesiangan, saat pematerian malah membicarakan partai politik dan kesana kemari

    ReplyDelete