Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cinta juga Perlu Etika dan Estetika


Cinta itu bukan hanya sekadar mengumpulkan kata, lalu merangkainya menjadi kalimat bermakna, tapi cinta adalah tentang rasa
Cinta tidak hanya menggunakan logika, melainkan etika dan estetika
Ketika banyak orang bilang cinta itu membuat kita lupa, saya rasa itu fakta
Ketika banyak orang bilang cinta itu berwarna, saya rasa itu dusta
Ketika banyak orang bilang cinta itu membuat bahagia, saya rasa cinta itu memberikan luka
Ketika banyak orang bilang cinta itu mampu bertahan lama, saya rasa cinta itu fana
Ketika banyak orang bilang cinta itu menjadikan kita tertawa, saya rasa cinta itu menjadikan kita kecewa
Intinya, semua orang memiliki kebebasan untuk mendefinisikan cinta. Terkadang saya suka aneh, entah itu terjadi pada diri saya,ataupun kalian yang baca tulisan ini, pernah ngga sih kalian merasakan sesuatu hal yang sama dengan apa yang pernah aku rasakan, misalnya begini : kita bertemu dengan laki-laki baik itu di dalam kampus ataupun diluarkampus, tiba-tiba kita saling menatap, memandang lalu kepoin orang itu dengan nyari tahu akun sosial medianya atau tidak kita bertanya pada temen kita barang kali temen kita kenal, ketika kita dapat nomor kontaknya atau orang itu dapat nomor kontak kita, terus tiba-tiba dia ngechat, menjalin komunikasi dengan intens, telponan, selalu menanyakan kabar, lalu kita ketemua disuatu tempat makan berdua, nonton berdua, pokoknya menjalani hubungan berasa memiliki ikatan, hubungan berjalan harmonis, tapi tidak ada kejelasan yang pasti, tapi kadang kita mau saja terjebak dengan keadaan seperti itu, dengan alasan “dia baik, dia perhatian” , nah tiba-tiba kurang lebih hubungan itu berjalan sampai kurang lebih 6 bulan, laki-laki yang biasa menghubungi kita, selalu menanyakan kabar kita, selalu memperhatikan kita, tiba-tiba dia jalan dengan perempuan lain, apa yang kita rasakan ? apa yang terjadi dengan hati kita? kita nangis kita memeluk teman kita, kita bersandar kepada sahabat sahabat kita, menceritakan apa yang terjadi dengan kita. Ketika tengah malam kita merenung kita baru sadar bahwa hati kita sudah disakiti, sudah di khianati dari situ kita baru mikir, dari situ kita baru sadar, dari situ kita baru benar-benar merasakan kalau saat tidak ada cinta yang sempurna kecuali cinta sang maha pemilik semesta, pada saat kita terluka, barulah kita ingat Allah, pada saat kita khianati, disakiti, barulah kita mengingat Allah, kita berdoa memohon yang terbaik untuk hubungan kita.
Saatnya kita merenung, apa yang terjadi pada setiap langkah perjalanan kita adalah takdir, saatnya kita menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada cinta yang abadi kecuali cintaNYA sang pemilik hati, tidak ada cinta yang tulus kecuali sang menciptakan ketulusan. Kita bayangkan dan perhatikan seberapa sering kita mengeluh, seberapa banyak kita melupakan Allah, tapi satu hal yang selalu Allah berikan pada kita, Allah selalu memaafkan kita dengan semua kesalahan yang sudah kita lakukan baik itu disengaja ataupun tidak, Allah selalu ada tidak pernah setengah detikpun meninggalkan kita, maka nikmat tuhan mana lagi, yang dapat kita dustakan ?

Post a Comment for "Cinta juga Perlu Etika dan Estetika"