Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Terimakasih



Sepertiga malam ini terasa dingin, hingga menyelinap kedalam dada yang sedang sesak. Suara pertengkaran kucing mendengungkan gendang telinga, ingin rasanya aku tertidur kembali untuk melupakan malam ini. Namun di sela sela mataku yang mulai akan tertutup kembali untuk melanjutkan perjalanan  menuju sebuah mimpi, tiba tiba panggilan masuk membangunkan dengan suara khas nan lirih syahdu yang membuatku terkagum akan di buatnya. Ya dialah A Ir, seorang laki laki yang saat ini sedang dekat denganku. Dialah satu satunya mahluk yang saat ini selalu berusaha keras untuk membangunkanku di sepertiga malam, padahal dia tak pernah tahu kalau sebenarnya aku selalu bangun lebih awal darinya. Tapi aku suka saat dia selalu menelponku di waktu itu, terlihat sekali perjuangannya untuk selalu mengingatkanku kepada sang pemilik semesta. Singkat cerita aku tidur kembali sampai adzan subuh berkumandang. 

Tiba tiba, panggilan merdu adzan subuh membangunkanku dari lelapnya tidur malam ini, kemudian aku terbangun dan beranjak dari tempat kenyamananku untuk menjalankan ibadah dua rakaat, setelah selesai akupun tidur kembali, hihihi… itulah aku dengan kebiasaan burukku kalau libur. Coba bayangkan kurang lebih 1 bulan aku menjadi seorang pengangguran, tidak ada aktivitas pergi pagi pulang malam lagi karena sibuknya dunia kampus yang membuatku terkadang lupa akan waktu pulang ke rumah. Ya untuk mengganti kebiasaanku selama di kampus, aku tidur, dan lucunya setiap pagi dia selalu video call dan menyuruhku untuk solat, padahal aku udah solat subuh, selalu telat emang kalau membangunkanku, tapi dari situlah aku merasa menjadi seorang wanita yang paling beruntung bisa di pertemukan dengannya, aku selalu bersyukur dengan keadaanku saat ini, dimana saat aku jauh dengan kedua orangtua, dan sudah jarang lagi mendengar omelan mamah, ada dia yang menggantikan mamahku untuk selalu mengingatkanku banyak hal, kalau di bilang dia itu begitu cerewet, apalagi jika aku udah melakukan kesalahan dia tiba tiba suka berubah seperti kakek lampir yang bertaring dan bertanduk, mulutnya tak henti henti untuk menasehati, tapi dia begitu manis dan membuatku tenang.

Entah berapa ribu ucapan terimakasih yang harus aku katakan kepadanya atas segala bentuk perhatian dan kasih sayang tulus kepadaku, meski terkadang aku tak pernah suka kalau dia marah marah dan ngomel dengan keras kepadaku kalau aku salah, bahkan aku enggan untuk mendengarkan nasihatnya, padahal di balik semua ucapannya itu terdapat sejuta makna kebaikan untukku. Terimakasih tuhan, engkau telah memberikan orang yang selalu setia menemani setiap perjalanan hidupku.

Post a Comment for "Terimakasih "