Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ketulusan Nuraniku Yang Ingin Bercerita



Semesta begitu cerah, secarah hatiku di hari ini. Aku bahagia dengan apa yang aku miliki saat ini, meskipun jauh dari kata mewah tapi aku bersyukur dan selalu menikmati setiap perjalanan kehidupan yang telah aku lewati. Karena kebahagiaan sesungguhnya dapat kita peroleh dengan cara sederhana. Kesederhanaan yang menyatu dengan dirimu menjadi salah satu alasan bahagaiaku dan syukurku. Itulah ketulusan nuraniku yang mengantarkan sebuah tulisan ini. 

Perlu kita sadari bersama, bahwa sebenarnya ketika dua insan antara laki laki dan perempuan di pertemukan entah dengan sengaja atau tidak disengaja, entah dalam kurun waktu yang singkat atau harus menunggu lama dalam penantian, percayalah sang maha pemilik waktu dan semesta  yang telah merencanakan  semua itu. 

Perihal mencintai dan dicintai, keduanya jelas berbeda. Namun jika aku harus memilih, aku akan memilih mencintaimu meski aku tahu kamu tidak mencintaiku. Mencintai seseorang dalam sabar dan ketulusan serta di barengi doa ikhlas maka semua sabar, penantian dan harapan akan menjadi sebuah kenyataan.

Ada hal yang tidak pernah ku sangka, hal yang tidak terduga sebelumnya sampai saat ini, bahkan saat kali pertamanya kamu mengungkapkan rasa yang tersimpan dalam ruang hatinya terhadapku, seolah hari itu seperti aku mendengar Guntur di siang hari tanpa hujan dan badai. Kaget, sedikit cemas atas apa yang terjadi pada hari itu namun disisi lain aku bahagia, karena ternyata orang yang selama ini aku cintai dalam sabar dan doa memiliki perasaan yang sama. Akan tetapi, di satu sisi lainnya aku takut. Aku takut kamu hanya sekadar mencintaiku, aku takut menjadi pelampiasan untuk melupakan masa lalumu.

Semesta siang itu cerah dengan gradasi biru dan awan putih yang terlihat lembut, di barengi alunan musik yang menyentuh hatiku. Seolah bumi ini mendukung situasiku, namun aku masih dalam keadaan gugup dan kaku terhadap keadaan. Sampai akhirnya aku menemukan titik ketenangan “bahwa sebenarnya apa yang terjadi hari ini berkat usaha keras menantimu dalam kesabaran dan doa ikhlas dalam setiap sujudku.

Kisahku ini sebenarnya memang sulit, banyak sekali lika liku yang harus aku lalui, namun intinya setiap langkah kehidupan yang di lalui selalu jadikanlah sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Aku bahagia dan bersykur dapat di pertemukan dan di persatukan denganmu. 


Tasikmalaya,Juni 2018

Post a Comment for "Ketulusan Nuraniku Yang Ingin Bercerita"