Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pendekatan PAKEM


       Asmani  Jamal Ma’mur (2011:59) mengemukakan bahwa:
“PAKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik   mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. Sementara, guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar, termasuk pemanfaatan lingkungan, supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif”.
Sedangkan Syah Muhibbin (2009:1) berpendapat bahwa :
PAKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Pendapat lain dikemukakan oleh Karim (2006:34) bahwa “Pakem sebagai singkatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan pendekatan pengajaran yang mendudukkan siswa sebagai pelaku utama kegiatan pembelajaran”.
Sementara itu, sumber lain menyebutkan bahwa PAKEM merupakan strategi pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman siswa, dengan penekanan pada belajar sambil bekerja (learning by doing)
Jadi berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah salah satu bentuk pendekatan dalam pembelajaran yang didalamnya terdapat pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang dapat mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahaman siswa.
a.    Peralihan yang mendasari PAKEM
Menurut Syah Muhibbin (2009:2) PAKEM  dikembangkan berdasarkan beberapa perubahan/peralihan, yaitu:
1)   Peralihan dari belajar perorangan (individual learning) ke belajar bersama  (cooperative learning)                                                                                                                                                                                                                                                                                      
2)   Peralihan dari belajar dengan cara menghafal (rote learning) ke belajar untuk memahami (learning for understanding);                                                                                                                                                                       
3)   Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan  (knowledge-transmitted) ke bentuk interaktif, keterampilan proses dan pemecahan masalah;      
4)   Peralihan paradigma dari guru mengajar  ke siswa belajar;
5)   Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assessment seperti portofolio, proyek, laporan siswa, atau penampilan siswa.

Dasar peralihan tersebut di atas sesuai dengan  PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19, ayat (1) yang berbunyi:
“Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.

Post a Comment for "Pendekatan PAKEM"