Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cerita Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional (PPDN IV 2018)


Peserta PPDN IV 2018

Universitas Negeri Padang

Hai, salam kenal sahabat, semoga kita selalu menjadi mahluk yang senantiasa bersyukur dan berdoa.

Namaku Tika, aku lahir di Tasikmalaya. Anak pertama dari dua bersaudara. Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku di Kota Padang.

Apa yang aku lakukan di Kota Padang yah ? tiada lain adalah untuk menambah pengalaman, teman dan pengetahuan. Aku mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya, semester 4 yang mengikuti lomba Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional ( PPDN) ke IV yang Alhamdulillah tahun ini bertempat di Universitas Negeri Padang. 

Aku sangat bersyukur bisa menginjakkan kaki di ranah minang, dengan keadaan alam yang memanjakan mataku, tentunya hal ini menjadi pengalaman pertama untukku. Padang, yang katanya menjadi kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera  sekaligus ibu kota  dari provinsi  Sumatera Barat dengan masyarakatnya yang ramah, dan tanahnya yang kering namun aku sangat bahagia bisa berada di sini. Akan tetapi perlu kita ketahui, tentunya segala sesuatu itu tidak akan berdiri sendiri, tidak akan terlaksana tanpa kita memulai dengan niat yang tulus dan tanpa kita merasakan lelah dengan proses, hal itu telah aku lakukan tentunya dengan niat dan sebuah proses yang mengantarkanku  sampai ke Kota Padang. 



Bahagia, tentu jelas. Senang sudah pasti, hal yang tak pernah ada dalam sebuah list impianku bisa berada di sini, namun hadiah istimewa di berikan oleh sang pemilik hadiah kehidupan, Allah SWT.


Aku berangkat dari Tasikmalaya mewakili Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya dengan 7 orang sahabat yang luar biasa, yang mengikuti lomba PPDN juga, mereka menemani perjalananku, mereka memberikan suasana gembira dan bahagia.
Aku, Risma, Rifan itulah tim ku, kami bertiga mengikuti lomba media pembelajran dengan nama media “Rumah Seribu Jendela” mereka adalah dua mahluk yang selalu mau berjuang dan berusaha, tak pernah memikirkan seberapa banyak dan besar keringat dan tenaga yang sudah mereka keluarkan untuk mengikuti PPDN ini. Dari awal kita bertemu dan membentuk sebuah tim, tentunya bukanlah suatu hal yang mudah, akan tetapi dengan sedikit membutuhkan usaha agar aku mampu mengetahui karakternya. Kita bertiga terlahir dari rahim yang berbeda dan tidak menutup kemungkinan kepribadian kita juga berbeda, awalnya sempat ragu dengan mereka, namun ternyata tiga kepala ini dapat menyatu menjadi satu tim.

Jujur saja, kali pertamanya aku menemukan sahabat yang tak pantang menyerah, mereka selalu berusaha untuk memberikan motivasi satu sama lain. Terkadang kami selalu berdebat sampai menghabiskan waktu untuk menentukan perlengkapan media, berdebat untuk menentukan konsepan dan sebagainya, ya intinya itulah mereka dengan kesederhanaan dan ketulusannya. 

Hati kecil yang tak pernah berbohong, akan aku sampaikan di sini. Risma terimkasih kamu sudah menjadi bagian dalam cerita kehidupanku, kamu sudah ku anggap seperti adik kadang bisa seperti kakak, sikapmu yang sabar, pengertian, penyayang menjadi pelengkap untuk kisahku, maaf aku banyak mengecewakanmu. Dan kamu Rifan, terimakasih untuk ilmunya yang selalu anggap sepele namun ternyata itu sangat bermanfaat, terimakasih sudah mengikuti proses bersamaku, kamu yang pendiam tidak banyak berbicara namun sekalinya berbicara mematikan saraf otakku yang selalu menjadi penengah ketika aku dan risma berdebat, maaf aku sempat meragukanmu menjadi timku. 

Perjuangan kita yang entah berapa hari tidak tidur, mempersiapkan media sampai menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran yang berbalut dengan kesibukkan organisasi, karena kebetulan kita satu organisasi yaitu HIMA PGSD. Lelah selalu menyelimuti kita , namun kata menyerah menjadi kata yang anti dalam prinsip kita. Sempat ragu dengan semua yang telah di kerjakan, namun semua ku serahkan kepada sang pemilik kekuasaaan.

Semoga kalian selalu di berikan kesehatan, dan satu hal yang perlu di catat dan di ingat bahwa perjuangan kita belum selesai sampai di sini.
Mari kembali ke cerita Padang, rasanya seperti mimpi aku dapat naik pesawat berada di atas awan, sungguh besar kuasaNYA. Berjuang itu perlu, proses itu di nikmati.
Padang dengan makanan yang bernuansa pedas menjadikan perutku tak bersahabat pada waktu itu, Padang dengan rumah adatnya yang bagus dan indah, yang biasanya aku hanya melihat di google namun kala itu aku dapat melihatnya dengan langsung.

Panitia super kece, hebat sekali menerima dan melayani kami dengan penuh cinta dan ketulusan, mereka melayani peserta PPDN kurang lebih sekitar 150 orang dari setiap universitas di Indonesia tentunya membutuhkan kesabaran, semoga lelahnya menjadi lillah.

Singkat cerita, tibalah di hari terakhir aku berada di Kota Padang, yaitu dengan pelaksanaan lomba media pembelajaran yang bertempat di Aula FIP Universitas Negri Padang yang menjadi saksi perjuangku. Sempat putus asa dan pasrah saat melihat media dari universitas lain bagus dan canggih, mereka semua hebat namun semuanya aku serahkan kepada Allah Swt. Dan tibalah di malam puncak penutupan Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional ke IV sekaligus pengumuman lomba lomba, hal yang tak pernah menyangka, entah ini sebuah mimpi atau apa, nomor lot 30 Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya di panggil sebagai juara 3 lomba media pembelajaran tingkat Nasional 2018, dengan berlinang air mata dan rasa syukur yang aku panjatkan atas hadiah yang begitu istimewa ini, sungguh proses yang yang tak pernah membohongi hasil.



Hal itu tidak terlepas dari dukungan orangtua, dosen, sahabat dan tentunya kamu yang menemaniku selama pengerjaan media. Terimakasih untuk semunya semoga tulisan ini dapat memotivasi teman teman yang membacanya, bahwa hidup itu tidak hanya sekedar hidup, jika hidup hanya sekedar hidup maka babi di hutan pun hidup, Buya Hamka.

Mari berproses, sebesar apapun ujiannya ketika kita mengawalinya dengan niat maka semua tidak aka ada yang sia sia. 

Semangat itu di bangun, bukan di cari, jadi bangunlah semangat setiap hari.

Hati boleh bersedih, jiwa boleh lelah namun yang tak boleh adalah menyerah.

Jika kita mengatakan tidak sebelum mencoba, maka sudah jelas gagal.

Semangat PPDN V


Tasikmalaya, Mei 2018
Tika Marwati

Post a Comment for "Cerita Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional (PPDN IV 2018)"