Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Teknologi Sebagai Harmonisasi Hubunganku



Mungkin sebagian besar sahabatku akan aneh, jika membaca sebuah kisahku.
Teknologi adalah alat canggih yang selalu mengikuti perkembangan zaman, teknologi menjadi sesuatu yang melekat pada diri setiap insan, mereka tidak pernah terlepas dari hal tersebut.

Kala itu hujan mengundang, menjadikan pertemuanku dengannya gagal. Sedikit kesal, namun tak perlu. Sudahlah lupakan.

Akhirnya aku bertemu dengannya pada 31 Agustus 2017, aku memberanikan diri untuk menjalin kisah asmara dengannya, tak ada ragu, tak ada risau. Kaki ku begitu bersemangat untuk melangkah, aku bersamanya pergi ke salah satu tempat makan, tepatnya di rumah makan ayam bakar Hen Hen. Sedikit tak percaya, namun inilah faktanya. 

Dia mengatakan suatu hal yang tak pernah ku pikirkan sebelumnya, di balik sikapnya yang cuek, dingin, dan acuh itu, ternyata sebagian jiwanya ada keberanian untuk mengungkap “ kamu mau jadi pacarku? “. Ya jujur saja aku kaget, aku pikir ini mimpi, aku mengira ini hanya sebuah permainan hati, tapi ternyata ini serius, degdegan pasti, kaku iya, pokoknya saat itu aku bingung harus menjawab apa atas pertanyaannya itu, sedikit malu di campur bahagia, tiba tiba mulutku berucap “ iya ”.

Dari situlah kisahku dengan dia di mulai. Kebetulan aku dengannya berada di sebuah atap bangunan pendidikan yang sama, menuntut ilmu di tanah Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, tapi sayang kita tak pernah bersama.

Sebelum kisahku dengannya di mulai, aku memang sudah mengenalnya selama 8 bulan, masih melekat pada dirinya sikap cuek, dingin dan sedikit tidak peka, ngga mungkin dia akan berani untuk berjalan bersamaku di kampus ini. Padahal aku sering melihat orang yang berpacaran berjalanan bersama, duduk berdua, ngobrol dengan asyik di kampus berdua, tapi bagiku hubungan kisah cinta semacam pacaran tak perlu seperti itu, kalian tau? aku menjalin hubungan dengannya sampai saat ini akan menginjak usia setengah tahun, namun selama setengah tahun itu kita tidak pernah yang namanya berjalan, ngobrol, duduk bersama di kampus, gaya pacaran aku dengannya, sangat jauh berbeda dari anak muda lainnya. Tapi aku selalu merasa bahagia.

Bagiku, teknologi bagaikan bunyi yang berirama, bagaikan hujan yang memusnahkan kekeringan, bagaikan pelangi yang indah, bagaikan embun pagi yang menyimpan kesejukan, bagaikan malam yang memberi ketenangan, dan bisa juga bagaikan emosi yang membakar jiwa, semua paket lengkap tersedia dalam teknologi.

Teknologi menjadi harmonisasi dalam hubunganku, percaya atau tidak, namun itulah yang di rasa saat ini. aku tak perlu bertemu dengannya jika rindu, tak perlu menatap secara langsung jika bosan, semua sudah tersedia dalam teknologi. Dalam hubungan ini, kita menjadikan teknologi itu sebagai pelengkap dalam segala hal yang berhubungan dengan hubungan kita. Bisa di bayangkan, kisahku dengannya hanya melalui teknologi yang kita desain sedemikian rupa dan menjadi sebuah harmonisasi, komunikasi pun hanya via chat. So, aneh bukan ? mungkin sebagian wanita lain akan menuntut untuk bisa bertemu, main bareng, jalan bareng atau apalah hal lainnya. Tapi aku ngga pernah meminta hal itu, begitupun sebaliknya.

Dengan teknologi yang kususun dari perpaduan nada dan membentuk harmonisasi yang sangat indah, aku sudah merasa cukup bahagia bersamanya, mau itu rindu, suka, duka, sedih, senang dan lainnya, teknologi selalu memberikan harmonisasinya.

Intinya, bersamamu bukan hanya sekedar ingin denganmu, tapi bersamamu aku ingin berkarya, bersamamu aku ingin berjuang, bersamamu aku ingin bermanfaat, dan bersamamu aku ingin bangsa ini bangga kepada kita.

Ya, ketika aku memposisikan teknologi sebagai love segala bentuk bumbu tercipta, rasa kesal, bĂȘte, marah, cemburu dan apapun yang ada dan terjadi dengan hubungan kita, kita selalu libatkan teknologi. Jadi, aku tak perlu membeli bumbu itu dengan harus bertatap muka dan berjalan, pokoknya dengan teknologi aku dengannya mampu menggabungkan karakter yang ada pada diriku dan dirinya.



Jadilah manusia yang tidak hanya pintar, melainkan cerdas. Manfaatkan segala yang ada di bumi ini. TM

Tasikmalaya 2018
Tika Marwati

Post a Comment for "Teknologi Sebagai Harmonisasi Hubunganku"