Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Peka Kepada Diri




Biasanya aku tak pernah peduli pada diriku sendiri, apalagi peka dengan apa yang terjadi pada jiwa ini, aku memang egois, tak pernah mementingkan diriku sendiri, aku terlalu membiarkan sang hati ini untuk terluka, aku selalu membiarkan otak ini selalu berfikir, aku selalu membiarkan semuanya terhanyut dalam kesedihan.

Hei diri, hilangkan semua itu, tak perlu kau memikirkan semua sosok mahluk yang berlalu lalang tidak jelas dalam diri ini dan membiarkan matamu mengeluarkan butiran butiran permata yang berharga, membiarkan telingamu mendengarkan hal hal yang menjadikan gendang telinga pecah, membiarkan mulutmu membisu dari keniscayaan, membiarkan hatimu di tahan dalam kesakitan, membiarkan tanganmu untuk masih kuat berpegang, membiarkan kakimu melangkah pada jalan yang rusak, jika dia masih melakukan hal itu, berhentilah untuk mencintai, berhentilah untuk menyayangi, giliran diri ini peka terhadap jiwanya sendiri.

Tak usah lagi menengok kanan, kiri. Cukuplah melihat diri ini yang sepertinya mulai rapuh.

Saatnya diri ini peka. Peka dengan apa yang di lihat dan apa yang membuat kamu melihat, peka dengan apa yang di dengar dan apa yang membuat kamu mendengar, peka dengan apa yang di rasakan dan apa yang membuat kamu merasakan. Belajarlah mencintai diri sendiri, tak perlu mencintai mahluk lain.

Sudah cukup, diri ini terluka dalam sebuah penantian panjang yang tak pernah di hargai, harapan yang penuh dengan kata semoga namun tak pernah tercipta, kasih sayang yang tak pernah ada balasan, cinta yang tak pernah ada penghormatan, kesetian yang selalu di khianati.

Aku mengakhiri permainan kehidupan ini. Sudahlah. Aku terlalu terluka.

BELAJARLAH UNTUK MENCINTAI DIRI SENDIR. 

Tasikmalaya, Februari 2018
Tika Marwati



Post a Comment for "Peka Kepada Diri"