Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Membangun Komitmen dalam Hubungan

  

Terkadang aku masih selalu bertanya tanya tentang arti sebuah komitmen dalam suatu hubungan, mengapa komitmen itu di bangun, jika pada ujungnya akan runtuh. 

Lantas apa sebenarnya komitmen ? menurutku komitmen adalah suatu hal  yang membuat seseorang itu membulatkan niat untuk mencapai sebuah tujuan.  Komitmen juga menjadi kekuatan dalam mempertahankan suatu hubungan.

Sebelum aku menjalin hubungan dengannya, hal pertama yang di lakuakan adalah membangun komitmen, tentunya dengan atas kesadaran kedua belah pihak yang di bangun atas dasar ketulusan dan kepercayaan. Komitmen itu selalu ku jaga dan masih ku pertahankan meski telah sampai pada detik detik kehilangan.

Akhir akhir ini aku merasa, bahwa tak ada hal yang penting dalam hubunganku, masih layakkah hubungan ini di lanjutkan jika komitmen yang telah di bangun mulai pupus ? 

Aku terlalu berpikir jauh, tentang hadirnya diriku dalam kehidupanmu, yang selalu beranggapan bahwa aku ini seperti cacing pita yang berada dalam tubuh manusia, dengan gratis mendapatkan makanan dan selalu merugikan manusia, begitupun denganku, aku menganggap hubungan ini seperti simbiosis parasitisme, dimana aku hanya selalu merugikanmu, bahkan aku selalu merasa tak berguna.


Ingin rasanya aku meninggalkan, namun hingga saat ini aku masih selalu takut untuk kehilangan. Jika aku pergi dengan alasan untuk memperbaiki diriku, dan menjauhkanku dari hawa nafsu, apakah kamu akan bertahan menungguku sampai tiba waktunya nanti ? aku rasa tidak. Jadi aku memilih bertahan bersamamu dengan segala bentuk viral rintangan.

Tidak layak bukan ? jika aku merasa takut untuk meninggalkan ? padahal semua telah tertulis dalam takdir kehidupanku, semua telah di atur oleh sang maha pencipta, namun masih saja sulit untuk memahami makna meninggalkan.

Perlu di ketahui bersama, bahwa meninggalkan tidak selamanya identik dengan sebuah kehilangan, bahkan di dunia ini tidak ada istilah kehilangan, yang ada hanya perubahan. Sebagai contoh, ketika dompet kita di ambil copet, kita selalu mengatakan bahwa itu hilang, padahal dompet itu tidak hilang hanya berpindah atau berubah kepemilikannya saja. Jadi, jika hari ini aku akan memutuskan untuk meninggalkanmu karena aku ingin belajar segala hal, bukan berarti aku akan kehilanganmu. Aku masih ingin bersamamu, tapi kebersamaan kita selalu menyakiti satu sama lain. Maka dari itu aku harus meninggalkan.




Jadi meninggalkan tidak sama dengan kehilangan.



Memang sulit, bahkan berat jika harus meninggalkanmu, aku terlanjur sayang, tapi sebenarnya kasih sayang itu tidak perlu di transfer dalam bentuk pacaran. Aku hanya ingin memperbaiki diriku, agar aku pantas untukmu di akhir nanti, dan sepertinya aku akan meninggalkanmu, agar kita sama sama belajar. Komitmen yang sudah di bangun sejak awal, akan ku kurung  dalam lubuk hatiku.




Entah mengapa, aku merasa ketenangan jiwa itu selalu hadir pada saat hubungan ini belum terjalin, dimana aku mencintaimu dalam doaku. Aku mencintaimu dengan diamku. Ketika semua telah membentuk aku dan kamu menjadi kita, yang ada kita saling menyakiti, tak mampu menahan segala hawa nafsu dan ego masing masing. Lalu  haruskah aku mengambil langkah untuk kembali ke waktu itu? waktu dimana mencintaimu dalam doa dan sabar.

Aku selalu yakin dengan sebuah usaha yang tak pernah membohongi hasil, karena memang konsep jodoh itu ikhtiar, berdoa dan berjuang. segala cobaan harus di pahami ,harus di hargai dan di maknai. Jika aku benar benar meninggalkanmu untuk kebaikan hubungan kita, aku berharap tidak ada satupun wanita yang akan menggantikanku di hatimu, begitupun sebaliknya.


Layaknya dua perahu yang berlayar di luasnya samudra, keduanya mengarungi lautan itu dengan sama sama, meski tanpa tali yang mengikatnya, perahu itu akan tetap bersama ketika memiliki tujuan yang sama pula, jika suatu saat perahu tersebut terpisah karena kuatnya gelombang air laut, yang menjadikannya tidak bersama, namun ketika sinyal hati perahu itu kuat, dengan penuh keyakinan dan kesabaran, keduanya pasti akan bertemu. Entah dalam hitungan detik, menit, jam, bahkan tahun. Bersabarlah. 


Intinya, ketika sebuah komitmen di bangun dengan kedua belah pihak, maka ketika akan merobohkannyapun harus dengan kedua belah pihak.

Bangun komitmen dengan ketulusan
Bangun komitmen tanpa pengkhianatan
Bangun komitmen dengan cinta
Bangun komitmen tanpa keraguan
Bangunlah komitmen dengan segala hal yang dapat mengokohkan hubungan.


Tasikmalaya, Februari 2018
Tika Marwati

 
 
 

Post a Comment for "Membangun Komitmen dalam Hubungan"