Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Tentang Sarapan "Cintai Lambungmu, Sebelum Ia Menyakitimu."


Sarapan atau makan pagi adalah santapan utama yang harus kita makan. Biasanya waktu sarapan itu berkisar pukul 06.00 sampai pukul 10.00 WIB.
  Menurutku, sarapan sama dengan perlu di tambah harus jadi hasilnya penting hehehe. Jangan lupa sarapan dengan makanan 4 sehat 5 sempurna yah.  Lantas bagaimana dengan orang orang yang tidak suka dengan sarapan? termasuk aku ini….nah untuk kali ini aku akan bercerita tentang kisahku yang anti dengan sarapan.
Sejak aku duduk di bangku Sekolah Dasar, aku tidak pernah melewatkan waktu pukul 06.00 WIB untuk mengisi perutku dengan sarapan, terutama nasi. Itu wajib aku makan di pagi hari, apalagi jika makan dengan tangan lembut mamah, itu terasa lebih enak di banding makan sendiri. Setelah itu jenjang sekolahku naik, aku masuk SMP dan aku masih suka sarapan, selama satu tahun tepatnya ketika aku duduk di bangku kelas 7 aku selalu makan lebih dulu daripada ayam, pokoknya sarapan pagi tidak pernah terlewati, namun setelah aku pindah sekolah,  pindah tempat tinggal bersama saudaraku, kebiasaan makan pagi itu tak lagi biasa untukku. Lingkungan keluargaku disini tidak pernah sarapan sehingga akupun terkontaminasi tidak sarapan. Ya seiring berjalannya waktu dan usiaku semakin berkurang hingga sekarang aku duduk di bangku kuliah aku tidak pernah lagi bergelut dengan sarapan di pukul 06.00 WIB. Aku selalu melewatkan hal kecil yang selalu aku sepelekan.  Jadi semenjak aku duduk di bangku SMP kelas 8 hingga saat ini aku duduk di bangku kuliah, aku benci sarapan, karena jika aku sarapan perutku sakit. Sedangkan terkadang aku lupa bahkan seolah tak peduli dengan perutku yang tiba tiba santapan utamanya adalah minuman dingin, makanan pedas dan pokonya makanan tidak sehat. Tapi aku merasa bodo amat bahkan tidak peduli. Aku sarapan atau tidak toh sampai sekarang aku masih sehat. Kebiasaan tidak sarapan ini sepertinya sudah mendarah daging dengan tubuhku, sehingga aku enggan sekali untuk makan di waktu pagi. Padahal si dia suka ngomel, suka marah,suka ceramah suka ini itu entahlah yang jelas aku tetap mengatakan NO SARAPAN. 
Ya singkat cerita, pada Rabu 10 Januari 2018 aku bersama teman teman pengurus Koperasi Mahasiswa UPI pergi berlibur ke kota pelajar, kota istimewa, kota gudeg yaa tepatnya Yogyakarta. Ketika itu kita berangkat malam tiba disana pagi pukul 04.15 semua beristirahat. Tak terasa waktu menunjukan pukul 14.30, aku belum juga makan nasi, aku melewatkan sarapan, di saat orang orang sibuk mencari makan aku masih aja duduk di bus dengan makanan yang aku bawa. 
Setelah perjalanan panjang dan seharusnya perlu asupan makanan yang cukup untuk tubuhku aku malah acuh tak acuh, coba bayangkan aku baru makan nasi pukul 15.00 WIB, setelah selesai makan bukannya aku merasa kenyang atau menambah energi, yang terjadi sebelah kiri perutku terasa sakit, sangat sakit, entah apa penyebabnya, yang jelas ini benar benar sakit. Sakit yang aku rasakan tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ketika semua menikmati liburan, aku malah kesakitan, tak berdaya, di saat semua orang tersenyum bahagia menikmati indahnya langit biru yang menyatu dengan pantai Parangtritis, aku di situ pura pura tersenyum pura pura bahagia, dengan menahan rasa sakit yang terus saja bermain dengan perutku. Aku tidak ingin mereka tahu, aku tidak ingin merepotkan mereka meski pada akhirnya aku merepotkan mereka, aku tidak ingin mereka khawatir. Yahh setelah dari pantai kita pergi ke Malioboro, tempat perbelanjaan yang selalu di kunjungi para wisata, tempat yang sangat fenomenal dan tak asing lagi. Sebenarnya aku tidak mau jalan jalan ke Malioboro, aku masih ingin tetap di bus, karena sebenarnya perutku masih sakit, namun dia sudah menungguku. Hingga akhirnya aku memaksakan untuk berjalan bersamanya. 
Singkat cerita kita berhenti di sebuah halte yang dipenuhi insan muda, karena pada saat itu alam sedang menangis akhirnya kita beristirahat sejenak sambil makan sate dan lontong, yaa masih dalam keadaan menahan sakit. Akhirnya aku mengatakan apa yang aku rasakan, aku tidak mampu berjalan, hingga akhirnya kita pergi ke tempat bus menggunakan grab, sesampai di bus perutku semakin sakit, aku sudah mencoba minum obat berkali kali tapi tidak ada perubahan apapun, ketika semua orang makan bersama aku  sendiri menahan rasa sakit ini di bus, ini sangat sakit, begitu sakit. Meski temanku sudah membawakanku makan tapi perutku masih sakit, liburan tidak menyenangkan karena aku berpura pura bahagia. Sekitar 20 jam aku dilanda kesakitan yang tak bisa aku ungkapkan, teman teman mengatakan mungkin itu maag salah satu penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung karena telat makan.
Semenjak kejadian ini aku semakin sadar, bahwa sarapan itu penting, dan harus dilakukan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman teman yaa. Jangan lupa sarapan. 



CINTAI LAMBUNGMU SEBELUM IA MENYAKITIMU

Post a Comment for "Tentang Sarapan "Cintai Lambungmu, Sebelum Ia Menyakitimu.""