Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Di Balik Sepertiga Malamku


Hal yang tak biasa ku lakukan kini menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan ketika satu kali aku tertinggal waktu sepertiga malamku, aku merasa ada yang kurang denganku.          
Malam ini begitu indah saat aku masih di berikan kesempatan untuk bisa membuka mata dan bercengkrama denganMU di sepertiga malamku. Sepi, hening, sunyi, inilah suasana yang sangat aku inginkan untuk bercerita tentang masalah kehidupan. Seringkali aku mengeluh padaMU ya Allah, seringkali aku menyesali tentang takdir kehidupanku, hingga aku berfikir, apakah tuhan bosan dengan keluh kesah yang selalu aku ceritakan? apakah tuhan bosan dengan harapan harapan yang ku inginkan?  apakah tuhan bosan dengan semua doa yang aku panjatkan? Sampai aku merenung, apa yang salah denganku? Mengapa setiap keinginan yang aku semogakan tak pernah terwujud? Aku ingin kuliah ya Allah, tapi bagaimana, aku sudah gagal SNMPTN, aku juga sudah gagal tes SBMPTN lantas apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus ikut Ujian Mandiri dengan biaya di atas 18 juta? Uang darimana sebanyak itu? Aku lelah jika harus menangis menyesali takdir kehidupan yang begitu menyakitkan, namun apa daya, aku tak bisa berbuat apa apa. Perjuangan adalah keharusan. Keharusan untuk mengorbankan segalanya. Jika aku hanya sekolah sampai lulusan SMA, mau jadi apa aku?
Berbagai usaha telah aku lakukan, namun tak kunjung aku menemukan titik temu untuk memecahkan masalah ini. Keluargaku tak punya uang sebanyak itu. Aku serahkan semua masalah ini kepadaMU ya Allah, engkau maha pengasih lagi maha penyayang, aku tau, engkau tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Meski aku pernah merasa bosan untuk bangun melaksanakan tahajud di sepertiga malamku, karena aku berfikir Allah tak sayang padaku, Allah memberikan cobaan yang begitu rumit padaku, hingga aku malas untuk melaksanakannya. Namun ketika itu, bisikan lembut selalu datang untuk membangunkanku, menyuruhku untuk solat tahajud. Aku tidak tau bisikan itu datang darimana, yang jelas aku selalu terbangun untuk melaksanakannya.
Semangat yang pernah padam untuk tahajud di sepertiga malamku, kini kembali bergelora dalam jiwaku, layaknya si jago merah yang membara. Aku percaya bahkan aku yakin, waktu sepertiga malam adalah waktu yang tepat untukku mengadukan segala masalah yang tak pernah usai, di saat semua orang tertidur pulas, aku terbangun sendiri, berdiskusi dengan sang Khalik yang maha kuasa. Aku yakin Allah mendengar doaku, aku yakin tidak akan rugi ketika aku melaksanakan tahajud, bahkan aku yakin kalau aku bisa kuliah. Dan pada akhirnya , Allah mengabulkan semua keinginaku, Alhamdulillah aku bisa ikut tes Ujian Mandiri,dan Alhamdulillah Allah memberikan rizki untuk keluargaku. Ternyata tidak ada yang sia sia dengan apa yang ku lakukan di waktu sepertiga malamku. Dari masalah ini, ada dua hal yang harus aku catat. Pertama bahwa hidup itu tidak hanya sekedar hidup, tapi hidup ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan di sertai doa. Dan percayalah setiap ketidakmungkin yang selalu di semogakan akan terwujud ketika kita libatkan Allah. Kedua, Allah selalu mengabulkan doa kita, meski tidak tepat pada waktunya, tapi bersabarlah doa kita akan terkabul ko.

Syukurilah nikmatmu hari ini, jangan lewatkan tahajud di sepertiga malammu yah, banyak sekali keindahan yang tak bisa kita temukan di waktu waktu lain, percayalah tahajud di waktu sepertiga malam itu indah, diri merasakan ketenangan,fikiran terasa bangblas, hati merasakan kesejukan, bahkan jiwa raga akan merasakan bahwa Allah itu sedang bersama kita. 
Ayoo kita tahajud. 
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Post a Comment for "Di Balik Sepertiga Malamku"